Hidayat Nur Wahid: Masjid Menguatkan Ukhuwah Umat dan Menjauhkan Radikalisme

Senin, 29 Agustus 2022 | 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

KLATEN – Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyebutkan semangat hijrah menghadirkan semangat baru yang menyatukan dan mengukhuwahkan umat, menjadi basis bagi Islam yang Rahmatan lil alamin. Dengan mengimplementasikan nilai-nilai hijrah dalam manajemen masjid maka realisasi dari semangat memakmurkan masjid yang mengukhuwahkan umat dan mewujudkan islam yang rahmatan lil alamin, menjadi sangat penting.

“Semangat ukhuwah dan Islam yang rahmatan lil alamin adalah hasil dari hijrahnya Nabi Muhammad SAW. Maka bila kita menginginkan manajemen masjid yang mengimplementasikan nilai-nilai hijrah maka perlu realisasi dari semangat ukhuwah dan prinsip Islam yg rahmatan lil alamin,” kata Hidayat Nur Wahid dalam Tabligh Akbar dengan tema “Implementasi Nilai-Nilai Hijrah dalam Manajemen Masjid: Sebuah Refleksi 108 Tahun Masjid Raya Al Muttaqun”, di Prambanan, Klaten, Ahad (28/8). Hadir dalam Tabligh Akbar ini Ketua Yayasan Masjid Raya Al Muttaqun K.H. Abdul Hakim dan para jamaah dari berbagai Ormas Islam, Muspika dan Kokam Muhammadiyah.

Menurut Hidayat Nur Wahid, hijrah yang dilakukan Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah memberi nuansa progressif dalam kehidupan keagamaan Islam. Dalam konteks hijrah, masjid menjadi tempat kegiatan untuk memakmurkan umat. “Maka demikianlah, sejak awal komitmen masjid Al Muttaqun adalah masjid raya untuk mengukhuwahkan umat,” ujar HNW, sapaan Hidayat Nur Wahid.

Baca Juga:  Gubernur Mirza Tekankan Peran UMKM dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Masjid Raya Al Muttaqun terletak di perbatasan antara Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Masjid Raya Al Muttaqun berada di antara Prambanan Klaten dan Prambanan Sleman. “Masjid Raya Al Muttaqun mengukhuwahkan umat baik di Prambanan Klaten maupun Prambanan Sleman, bahkan antara Umat Islam di Indonesia dengan dunia internasional,” kata Hidayat Nur Wahid yang juga Ketua Pembina Yayasan Masjid Raya Al Muttaqun.

Hidayat menambahkan semangat hijrah itu mestinya diadopsi maksimal sehingga menghasilkam program dan kegiatan-kegiatan masjid Al Muttaqun yang mengukhuwahkan dan mensukseskan hijrah baik untuk pengisi pengajian, program-program unggulan Masjid, maupun para jamaah dari berbagai latar belakang baik Muhammadiyah, NU, dan lainnya. “Sekalipun jamaah memiliki latarbelakang berbeda, tapi semuanya bisa masuk dalam kategori muttaqin, dan karenanya layak untuk memakmurkan masjid,” sebutnya.

Hidayat mencontohkan Rasulullah bukan hanya mengukhuwahkan kaum Muhajirin dan kaum Anshar, tapi juga antara kaum Muhajirin dengan Muhajirin, dan kaum Anshar dengan Anshar, serta kaum Muhajirin dan kaum Anshar, tanpa menghilangkan kekhasan masing-masing kaum. “Islam tidak menghilangkan dan menegasikan kekhasan masing-masing kaum. Bahkan Islam sangat menghormati kekhasan masing-masing kaum. Prinsip yang sama seperti Bhinneka Tunggal Ika. Kebhinnekaan tetap dihormati, sedangkan Ika adalah kita semua hamba-hamba Allah,” jelas Hidayat.

Baca Juga:  Kata KKN tak HOT Lagi…..

“Maka semangat berukhuwah ini sekaligus semangat menghormati keragaman yang ada, menjadi basis rahmatan lil alaminnya Islam, yang karenanya pasti jauh dari sikap negatif seperti ekstremisme, radikalisme. Masing-masing pihak diapresiasi dan mendapat posisi, peran, dan penghormatan. Bukan mempertajam keragaman, tetapi keragaman sebagai sarana fastabiqul khairat (berlomba mewujudkan berbagai kebaikan). Kita menghormati kekhasan masing-masing sekaligus menghadirkan fastabiqul khairat,” imbuhnya.

Hidayat berharap nilai-nilai yang terkandung dalam surah At Taubah ayat 18 tentang hakikat siapa yang memakmurkan masjid dapat menghadirkan dampak dari hijrah untuk makmurnya Masjid, kemudian menghadirkan dampak progressif untuk pengelolaan masjid yang menjadi basis hadirnya komunitas Islam yang moderat dan rahmatan lil alamin.

“Dengan semangat syukuran 108 tahun masjid raya Al Muttaqun, nilai-nilai hijrah diimplementasikan dalam pengelolaan dan manajemen masjid yang lebih baik sehingga dapat melipatgandakan manfaat untuk jamaah, melipatgandakan jumlah jamaah, serta menghadirkan masyarakat yang lebih guyub, rukun, shaleh, rahmatan lil alamin, dan menggambarkan Bhinneka Tunggal Ika, untuk berkontribusi bagi Indonesia yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur,” pungkasnya. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Hardiknas 2026; Meneguhkan Semangat Pendidikan Nasional
Sekedar Mengingatkan Buat Riana Sari Arinal
Nurkholis Pimpin Golkar Negara Batin
Miliki Senpira dan Sajam, Dua Pria Ditangkap Polisi
Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
Pers Berkualitas Menjadikan Nalar Publik yang Sehat
Penjualan Mobil Naik gak Related dengan Ekonomi Membaik
Hardiknas 2026, Teguh: Media Siber Ruang Belajar Kedua

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 10:33 WIB

Hardiknas 2026; Meneguhkan Semangat Pendidikan Nasional

Senin, 4 Mei 2026 - 08:46 WIB

Sekedar Mengingatkan Buat Riana Sari Arinal

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:15 WIB

Nurkholis Pimpin Golkar Negara Batin

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:13 WIB

Miliki Senpira dan Sajam, Dua Pria Ditangkap Polisi

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:28 WIB

Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Hardiknas 2026; Meneguhkan Semangat Pendidikan Nasional

Senin, 4 Mei 2026 - 10:33 WIB

#indonesiaswasembada

Sekedar Mengingatkan Buat Riana Sari Arinal

Senin, 4 Mei 2026 - 08:46 WIB

#indonesiaswasembada

Nurkholis Pimpin Golkar Negara Batin

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:15 WIB

#indonesiaswasembada

Miliki Senpira dan Sajam, Dua Pria Ditangkap Polisi

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:13 WIB

#indonesiaswasembada

Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:28 WIB