Hengki Warning Pelaku Penembakan Maut Di Medan Satria Menyerahkan Diri, Atau..

Kamis, 2 November 2023 | 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Heri Suroyo
JAKARTA-Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi warning pelaku penembakan maut di Medan Satria. Jika tidak, akan dikejar dan ditindak tegas.

Hal itu di katakan Hengki, pasca menangkap empat komplotan pelaku penembakan ‘maut’ di Medan Satria, Kota Bekasi, yang melibatkan kelompok Jon Key dan Nus Kei.

Hengki juga mengultimatum kepada pelaku untuk segera menyerahkan diri, sebelum ditangkap.

“Kita akan menindak tegas segala bentuk aksi premanisme. Karena biar bagaimanapun pun aksi main hakim sendiri atau eigen richting tidak diperbolehkan. Karena kejadian ini membuat keresahan di masyarakat,” kata Hengki Haryadi kepada wartawan, Rabu 1 November 2023.

Menurut Hengki, hasil kolaborasi bersama Polres Metro Bekasi, kasus penembakan yang menewaskan pria inisial GR (44) di Medan Satria, Kota Bekasi, ternyata dipicu konflik lama antar kelompok. “Kami minta para pelaku menyerahkan diri atau kami kejar dan tindak tegas,” tegas Hengki didampingi Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully.

Polda Metro Jaya, kata Hengki akan menindak tegas dan mengusut tuntas kasus kasus kriminal yang melibat kelompok premanisme. “Tidak ada kelompok-kelompok tertentu yang bergerak di atas hukum. Kami akan tidak tegas. Tidak ada tempat buat premanisme,” katanya.

Baca Juga:  DPD Apresiasi Kemensos Libatkan Masyarakat Dalam Pemuktahiran Data

Hengki menjelaskan, dalam kasus penembakan itu, sudah ada empat pelaku telah diamankan. Tim gabungan kini tengah memburu pelaku lain yang melarikan diri. “Sampai saat ini sudah ada empat orang yang kita amankan,” Ujar Hengki.

Keempat pelaku yang ditangkap adalah FO (31), yang ditangkap di Cibinong, Kabupaten Bekasi, kemudian EU, MW, dan PM alias O, yang ditangkap di Indramayu dan Tangerang Selatan. “Untuk detailnya kasus ini akan kita dirilis secara lengkap dalam waktu dekat. “Nanti kita rilis bersama Polres Metro Bekasi hari Jumat,” kata Hengki.

Komplik Jon Key dan Nus Kei

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully menambahkan kasus tewasnya pria asal Jakarta Barat, GR (44), di Medan Satria, Kota Bekasi, dipicu konflik dua kelompok John Kei vs Nus Kei.

Dari keterangan kelompok John Kei yang sudah diamankan, mereka awalnya mendapati info bahwa kelompok Nus Kei akan melakukan penyerangan ke kontrakan mereka di wilayah Bekasi. “Menurut keterangan dari pihak John Kei, kejadian ini mereka dapat informasi akan diserang oleh kelompok Nus Kei,” kata Titus Yudho Ully.

Yudho menjelaskan saat itu kelompok Nus Kei yang berjumlah 6 orang mendatangi lokasi dengan membawa senjata tajam. Karena pihak John Kei sudah mengetahui informasi penyerangan, mereka juga sudah mempersenjatai dengan senjata tajam dan senjata api.

Baca Juga:  Liga Arab Tolak Perubahan Peta Palestina

Saat kelompok Nus Kei keluar dari mobilnya, kelompok Jhon Kei pun menembak ke arah mereka. Alhasil, korban GR pun tewas setelah tertembak di dahi kirinya.

“Datang mobil lalu parkir dan turun 6 orang. Korban turun sudah bawa parang. Tanpa disadari kedatangan kelompok Nus Kei sudah diketahui kelompok John Kei yang sudah siap dengan batu, parang dan senjata api.

“Begitu kelompok Nus Kei datang, korban turun bawa parang, langsung ditemba oleh kelompok Jhon Kei. Aalasan mereka menembak korban karena mau diserang, dan dilokaei ini ada anak istri kami,” kata Titus

Setelah itu, pihak Nus Kei membawa korban tertembak ke rumah sakit. Sementara itu, kelompok John Kei pun melarikan diri. “Dan kita berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota, dan masih mendalami kasusnya,” katany Yudho.

Wartawan telah menghubungi pihak Nus Kei untuk meminta tanggapannya terkait kasus ini, namun pihak Nus Kei enggan berkomentar. Redaksi juga telah melakukan konfirmasi pihak John Kei juga belum mendapatkan respons.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Jasper Lance: ‘Ageman’ Membedah Luka Psikologis Intoleransi dan Bullying
Baiknya Hubungan Tiongkok-AS Bagus Buat Perdagangan Global
Sultan Dorong Model Baru Pembangunan Daerah
Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina
Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka
Karang Taruna Got Talent 2026, Saatnya Bakat Lokal Unjuk Prestasi
FKUB Lampung Dukung Film Ageman, Sebut Intoleransi Embrio Radikalisme
Pesawaran Kaji Strategi Optimalisasi PAD dan Pelayanan Publik

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:27 WIB

Jasper Lance: ‘Ageman’ Membedah Luka Psikologis Intoleransi dan Bullying

Selasa, 29 September 2026 - 22:10 WIB

Baiknya Hubungan Tiongkok-AS Bagus Buat Perdagangan Global

Selasa, 29 September 2026 - 22:07 WIB

Sultan Dorong Model Baru Pembangunan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 19:27 WIB

Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina

Selasa, 29 September 2026 - 19:22 WIB

Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelar upacara penyambutan bagi Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke AS, di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 September 2026. (Xinhua)

Beijing

Baiknya Hubungan Tiongkok-AS Bagus Buat Perdagangan Global

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:10 WIB

Berita TNI

Sultan Dorong Model Baru Pembangunan Daerah

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:07 WIB

Warga Palestina memeriksa kerusakan yang disebabkan oleh para pemukim Israel di Masjid Nur al-Din Zanki di Kota Nablus, Tepi Barat, pada 1 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:27 WIB

Foto yang diabadikan menggunakan drone dan disediakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (BKSDA Kalteng) dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng dari rangkaian evakuasi pada 25 dan 26 September 2026 ini memperlihatkan seekor orang utan betina yang terjebak asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. (BKSDA Kalteng/BOSF/Xinhua)

Berita Utama

Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:22 WIB