Gubernur Mirza: Masjid Al Bakrie Landmark Lampung

Kamis, 28 Agustus 2025 | 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberi apresiasi yang tinggi kepada Yayasan Bakrie Amanah yang telah mendanai pembangunan Masjid Raya Al-Bakrie dan siap diresmikan pada 12 September 2025 mendatang.

Gubernur Mirza menyebut kehadiran Masjid Raya Al-Bakrie adalah kontribusi luar biasa yang akan dikenang masyarakat.

“Keluarga Bakrie telah memberikan kontribusi yang sangat luar biasa. Masjid ini bukan hanya sekadar masjid, tapi akan jadi landmark. Orang kalau melihat Bandar Lampung, akan ingat Masjid Bakrie,” ujarnya, ketika menerima pengurus Yayasan Bakrie Amanah di Ruang Kerja Gubernur, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (27/8/2025).

Lebih lanjut, Gubernur Mirza menegaskan bahwa Masjid Raya Al-Bakrie tidak boleh dipandang semata-mata sebagai bangunan fisik, melainkan harus menghadirkan rasa yang hidup dalam diri umat.

Ia berharap Masjid Raya Al-Bakrie menjadi ruang inklusif yang terbuka bagi siapa saja, bukan hanya untuk kelompok tertentu.

“Masjid ini harus punya rasa, bukan hanya bagus, bukan hanya besar. Masjid harus inklusif, orang melihat senang, ada ketertarikan hati untuk ibadah dan dekat dengan Allah Ta’ala,” ujarnya.

Gubernur Mirza juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik dan profesional agar Masjid Raya Al-Bakrie benar-benar bisa menjalankan fungsi sebagaimana masjid di zaman Rasulullah SAW, dimana masjid bukan hanya sebagai tempat shalat, tetapi juga pusat dakwah, pendidikan dan pelayanan sosial yang membawa manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga:  APBD Lampung: Pendapatan Rp7,23 T, Belanja Rp6,93 T

Ia juga berharap masjid ini dapat berperan lebih jauh, misalnya menyediakan makanan bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga benar-benar memberi dampak sosial nyata.

Ketua Yayasan Bakrie Amanah Roy Hendrajanto Marta Sakti menyampaikan progres serta rasa syukur karena pembangunan berjalan lancar hingga tuntas.

“Alhamdulillah sudah selesai pembangunan, sekarang sedang bersih-bersih, rapi-rapi. InsyaAllah tanggal 12 September kita mohon izin meresmikan,” ujarnya.

Roy berharap dukungan Pemerintah Provinsi Lampung, terutama dalam pengelolaan dan pemeliharaan jangka panjang, termasuk pembentukan badan pengurus masjid agar fungsinya berjalan optimal.

Kehadiran Masjid Raya Al-Bakrie diharapkan menambah kebanggaan masyarakat, sejajar dengan simbol-simbol daerah lain seperti Menara Siger dan gajah.

Masjid ini tidak hanya akan menjadi rumah ibadah, tetapi juga pusat kegiatan umat, wadah persaudaraan, serta landmark yang memperkuat identitas Lampung di tingkat nasional.

Seperti diketahui, Masjid Raya Al-Bakrie Lampung hadir dengan menggabungkan konsep keagamaan dengan kearifan budaya lokal, sehingga pada setiap ruangan yang tercipta terdapat makna yang fungsional.

Dengan total luas bangunan mencapai kurang lebih 10.240 m², masjid ini terbagi atas lantai dasar seluas 4.224 m², mezanin seluas 1.024 m², serta basement yang mencapai 4.480 m² dengan kapasitas mampu menampung hingga sekitar 12.000 jamaah.

Baca Juga:  Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung

Untuk menunjang kenyamanan, masjid ini memiliki empat akses masuk, yaitu melalui pintu utara, pintu selatan, pintu timur, serta ramp khusus difabel yang ramah bagi jamaah penyandang disabilitas.

Selain fungsi utamanya sebagai tempat ibadah, Masjid Raya Al-Bakrie juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang yang memperkuat perannya sebagai pusat kegiatan umat.

Tersedia perpustakaan, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), ruang jenazah, ruang rias, ruang persiapan, ruang rapat, ruang meeting, ruang tunggu keluarga, ruang marbot, hingga ruang Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Tersedia juga pantry, toilet serta ruang wudhu terpisah bagi pria dan wanita, penitipan barang, hingga ramp yang ramah difabel.

Untuk melengkapi kebutuhan masyarakat, masjid ini juga dilengkapi dengan function room, area parkir yang luas, taman kota, children playground, serta area UMKM.

Kehadiran fasilitas ini menjadikan Masjid Raya Al-Bakrie bukan hanya sekadar rumah ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.


Penulis : Desty


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Adpim

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Unjuk Rasa di Prancis, Menara Eiffel Ditutup
Kamar Dagang Hangzhou Resmi Dibentuk di Indonesia
H-4 Lamsel Fest 2026: Seluruh Lini Dipastikan Siap
Sambut Lamsel Fest 2026, Gema HELAU Beraksi!
DPR AS Kemungkinan Makzulkan Menteri Perang Pete Hegseth
Masuki Musim Penghujan, DLH Lampura Mitigasi Pohon Tumbang
Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
RSM Indonesia dan RSM China Bentuk China Desk

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 22:18 WIB

Unjuk Rasa di Prancis, Menara Eiffel Ditutup

Jumat, 6 November 2026 - 21:14 WIB

Kamar Dagang Hangzhou Resmi Dibentuk di Indonesia

Jumat, 6 November 2026 - 21:05 WIB

H-4 Lamsel Fest 2026: Seluruh Lini Dipastikan Siap

Jumat, 6 November 2026 - 21:00 WIB

Sambut Lamsel Fest 2026, Gema HELAU Beraksi!

Jumat, 6 November 2026 - 20:11 WIB

DPR AS Kemungkinan Makzulkan Menteri Perang Pete Hegseth

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 25 Februari 2026 ini menunjukkan tepian Sungai Seine yang tergenang banjir dengan Menara Eiffel di belakangnya di Paris, Prancis. (Xinhua)

Berita Utama

Unjuk Rasa di Prancis, Menara Eiffel Ditutup

Jumat, 6 Nov 2026 - 22:18 WIB


Pengukuhan dan penyerahan plakat yang dilaksanakan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, pada 5 November 2026 resmi menandai pembentukan Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia. (Xinhua)

Berita Utama

Kamar Dagang Hangzhou Resmi Dibentuk di Indonesia

Jumat, 6 Nov 2026 - 21:14 WIB

Berita Utama

H-4 Lamsel Fest 2026: Seluruh Lini Dipastikan Siap

Jumat, 6 Nov 2026 - 21:05 WIB

Berita Utama

Sambut Lamsel Fest 2026, Gema HELAU Beraksi!

Jumat, 6 Nov 2026 - 21:00 WIB

Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 6 April 2026. (Xinhua)

Berita Utama

DPR AS Kemungkinan Makzulkan Menteri Perang Pete Hegseth

Jumat, 6 Nov 2026 - 20:11 WIB