Ia mengatakan peningkatan kebutuhan masyarakat akan cabai tentunya harus diimbangi dengan produksi agar tidak terjadi kelangkaan atau kenaikan harga yang sangat tinggi.
Hal tersebut menurutnya perlu dilakukan mengingat cabai termasuk kelompok komoditas pangan utama karena ketersediaan dan harganya sangat berpengaruh pada inflasi dan perekonomian Nasional.
Gubernur Arinal mengapresiasi semua pihak yang telah bersinergi dalam pengendalian inflasi di Provinsi Lampung dan secara khusus kepada Bank Indonesia (BI) yang telah berkontribusi pada pelaksanaan kegiatan hari ini bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota yang tergabung dalam TPID. Ia berharap kegiatan Gerakan Tanam Cabai ini dapat meningkatkan produksi dan ketersediaan komoditas cabai merata sepanjang tahun serta menjaga stabilitas harga pangan.
“Untuk itu, saya menginginkan Gerakan Tanam Cabai ini selain dilakukan di Kabupaten Pesawaran bisa juga dilakukan di Kabupaten dan Kota lainnya” ujarnya.
Gubernur Arinal juga berpesan kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan-lahan yang terlantar dan pekarangan rumah untuk menanam cabai guna ketahanan pangan keluarga serta bisa meningkatkan ekonomi keluarga.
Pada acara ini juga dilakukan penandatanganan dokumen kesepakatan bersama kerjasama antardaerah antara Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Pemerintah Kota BandarLampung dan Pemerintah Kota Metro.
Perjanjian ini merupakan salah satu upaya yang ditunjukan untuk menjamin kecukupan stok dan kestabilan harga cabai di Kota Bandar Lampung dan Kota Metro oleh Kabupaten Pesawaran serta langkah antisipasi gejolak ketahanan pangan di dua Kota tersebut.
1 2 3 Selanjutnya
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















