Gubernur menyatakan bahwa pada tahun 2021 komoditas rajungan menempati posisi nomor 2 nilai ekspor perikanan Lampung setelah udang dengan volume sebesar 1577 ton atau senilai 516,8 miliar rupiah, rajungan memiliki nilai komoditas per kg di atas komoditas udang dengan nilai 327.586 rupiah per kg dibandingkan dengan nilai udang yang hanya sebesar 148.211 per kg.
Nilai per kg rajungan relatif lebih besar dari komunitas lainnya karena rajungan diekspor dalam bentuk kalengan siap saji dimana tujuan ekspor komunitas komoditas rajungan provinsi Lampung ke Amerika serikat melalui pelabuhan panjang Lampung juga menduduki posisi ketiga terbesar se-indonesia setelah Jawa tengah dan Jawa Timur dengan menyumbang 12% terhadap ekspor dengan secara nasional tahun 2020.
pada kegiatan tersebut, Gubernur juga mengucapkan terima kasih atas dukungan para organisasi Mitra seperti Photovoices International, Coral Triangle Center dan Mitra Bentala serta berbagai pemangku kepentingan atas kerjasama yang baik dengan Pemerintah Provinsi Lampung, Kabupaten dan masyarakat nelayan untuk mewujudkan pengelolaan perikanan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Liza Derni mengatakan bahwa Tujuan kegiatan ini adalah memberikan wadah untuk para perempuan nelayan rajungan untuk berbagi cerita dan gambar mengenai kehidupan di kampung Kuala teladas dan sungai burung, juga menginspirasi pembentukan jejaring pembelajaran perempuan nelayan rajungan di tingkat Provinsi dan menjadi jembatan untuk jejaring di tingkat Nasional, Serta sebagai medium untuk memperkenalkan perikanan rajungan berkelanjutan kepada para pihak Mitra strategis di Provinsi Lampung.
“Sejak tahun 2020 beberapa pihak mulai menaruh perhatian pada peran perempuan nelayan di Provinsi Lampung, perempuan nelayan rajungan di Lampung memiliki peran penting dalam proses pasca panen rajungan, salah satunya adalah Photovoices International dan Coral Triangle Center serta Mitra bentala yang telah mengimplementasi upaya pengembangan dan penguatan kapasitas perempuan nelayan dengan berbagai pelatihan,” paparnya
“Diantaranya yaitu pelatihan literasi keuangan untuk kelompok nelayan dan perempuan di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur dan Tulang Bawang, kemudian penanganan pasca panen rajungan untuk Kabupaten Lampung Timur, kemudian Pengolahan limbah cangkang rajungan untuk Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah dan Tulang Bawang, Serta pengenalan Kanvas bisnis dan fotografi partisipatif untuk Kabupaten Tulang Bawang dengan diselenggarakannya pameran foto program foto voice dan sesi jejaring pembelajaran perempuan nelayan rajungan Provinsi Lampung,” pungkasnya.
Diakhir kegiatan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meninjau langsung pameran foto dan sempat berbincang-bincang dengan para perempuan nelayan yang menjadi fotografer dari pameran foto tersebut. ##
1 2
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
Halaman : 1 2
















