Go International! Kemenag Pacu PTKIN Jadi Destinasi Studi Dunia, Siapkan Skema Beasiswa Mahasiswa Asing

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semangat internasionalisasi kini mulai gencar ditengah Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Sahiron, menegaskan bahwa seluruh PTKIN harus memperkuat konsolidasi guna menyongsong agenda besar: menjadikan Indonesia sebagai pusat studi Islam dunia.[De]

Semangat internasionalisasi kini mulai gencar ditengah Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Sahiron, menegaskan bahwa seluruh PTKIN harus memperkuat konsolidasi guna menyongsong agenda besar: menjadikan Indonesia sebagai pusat studi Islam dunia.[De]

JAKARTA – Semangat internasionalisasi kini mulai gencar ditengah Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Sahiron, menegaskan bahwa seluruh PTKIN harus memperkuat konsolidasi guna menyongsong agenda besar: menjadikan Indonesia sebagai pusat studi Islam dunia.

Dalam rapat koordinasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN di Jakarta, Selasa (12/5/2026), Prof. Sahiron memberikan apresiasi tinggi kepada para rektor dan tim tata kelola yang telah bekerja keras. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan bukan lagi sekadar skala nasional, melainkan rekognisi global.

Internasionalisasi pendidikan tinggi kini bukan lagi sekadar opsi, melainkan mandat langsung dari Presiden RI. Pemerintah menargetkan Indonesia mampu menarik hingga 100.000 mahasiswa asing secara nasional.

“Saat ini, mahasiswa asing di lingkungan PTKIN tercatat sekitar 1.200 orang. Kita ingin angka ini terus melompat melalui sinergi antara Kementerian Agama, Kemendiktisaintek, dan Kementerian Keuangan,” ujar Prof. Sahiron.

Untuk mendukung ambisi tersebut, pemerintah tengah menggodok skema beasiswa prestisius. Konsepnya tidak main-main, yakni mengadopsi kesuksesan lembaga internasional seperti DAAD (Jerman), AMINEF (Amerika Serikat), dan British Council (Inggris).

Baca Juga:  Purnama Wulan Sari Mirza: PMI Hadir di Tengah Warga yang Terdampak Krisis Air

Ketua Forum Rektor PTKIN, Prof. Dr. Masnun Tahir, M.Ag., menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kemenag tersebut. Menurutnya, internasionalisasi bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret untuk mendongkrak daya saing global PTKIN melalui strategi quick win.

“Kerja sama internasional harus segera ditransformasikan menjadi program nyata yang berdampak langsung. Skema seperti double degree S3, joint publication, professor exchange, dan summer course harus menjadi instrumen strategis untuk membangun ekosistem akademik yang kompetitif,” tegas Prof. Masnun.

Ia menambahkan bahwa PMB merupakan gerbang awal untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas dan memiliki wawasan global.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I., dalam penyampaian laporan Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) dan progres pendaftaran Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) menekankan pentingnya setiap kampus menonjolkan keunikan atau distingsi program studinya untuk menarik minat calon mahasiswa, baik lokal maupun internasional.

“Di tengah banyaknya pilihan kampus, setiap prodi di bawah naungan PTKIN hendaknya memiliki ‘tanda pengenal’ atau distingsi yang kuat. Hal ini penting agar masyarakat tahu apa keunggulan kuliah di PTKIN dibandingkan kampus umum lainnya,” ujar Prof. Aziz.

Baca Juga:  Kapal Gas AS Ditembaki Iran, Trump Marah Besar

Lebih lanjut, ia menjamin bahwa proses seleksi tahun ini akan mengedepankan prinsip keterbukaan. “Pelaksanaan PMB PTKIN harus dilandasi prinsip akuntabilitas, transparansi, objektivitas, dan keadilan akses. Sinergi yang solid adalah fondasi utamanya,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. Wan Jamaluddin Z., Ph.D, yang turut hadir pada rapat koordinasi PMB mengapresiasi dan siap mendukung langkah Kementerian Agama tersebut. Menurutnya, sudah seharusnya PTKIN, dengan keunggulan dan distingsi masing-masing menjadi magnet calon mahasiswa dari luar negeri untuk belajar integrasi keilmuan di Indonesia.

Ia mencontohkan, UIN RIL memiliki distingsi dalam pengembangan kampus hijau berkelanjutan dan memperkuat kearifan lokal. “Integrasi keilmuan (keagamaan-multidisipliner) dan greencampus sudah menjadi visi besar kampus. Kita juga menerjemahkan Al-Qur’an berbahasa Lampung dan mengangkat pahlawan nasional dari Lampung sebagai penguatan budaya serta kearifan lokal,” pungkasnya.[]


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Seminar Pola Asuh Anak di Era Digital di Way Lunik
Galon Bekas untuk Akuaponik,Budidaya Lele dan Kangkung
KKN UIN Ajak Pelestarian Lingkungan Lewat Tanam Pohon Berbuah
Kebakaran, Sedikitnya 14 Bayi Tewas di Pakistan
SpaceX Rencananya Bangun Peluncuran Satelit Baru Senilai 100 Miliar Dolar AS
Anak-Anak Gaza Berenang, Temukan Kebahagiaan Akibat Perang
Pemuda Indonesia Rasakan Pesona Budaya Tiongkok di Ningxia
Klaim Trump Hormuz Bebas Ranjau, JMIC: Masih Ada
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:46 WIB

Seminar Pola Asuh Anak di Era Digital di Way Lunik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:33 WIB

Galon Bekas untuk Akuaponik,Budidaya Lele dan Kangkung

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:24 WIB

KKN UIN Ajak Pelestarian Lingkungan Lewat Tanam Pohon Berbuah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Kebakaran, Sedikitnya 14 Bayi Tewas di Pakistan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:07 WIB

SpaceX Rencananya Bangun Peluncuran Satelit Baru Senilai 100 Miliar Dolar AS

Berita Terbaru

Pola ASuh Anak di Era Digital UIN RIL [DE]

#indonesiaswasembada

Seminar Pola Asuh Anak di Era Digital di Way Lunik

Rabu, 26 Agu 2026 - 23:46 WIB

Akuaponik Galon Bekas untuk budidaya Lele dan Kangkung [DE]

#indonesiaswasembada

Galon Bekas untuk Akuaponik,Budidaya Lele dan Kangkung

Rabu, 26 Agu 2026 - 23:33 WIB

Perbaikan Lingkungan Dengan Cara Tanam Tanaman Berbuah [DE]

#indonesiaswasembada

KKN UIN Ajak Pelestarian Lingkungan Lewat Tanam Pohon Berbuah

Rabu, 26 Agu 2026 - 23:24 WIB

Ilustrasi kebakaran Pakistan [AI]

#indonesiaswasembada

Kebakaran, Sedikitnya 14 Bayi Tewas di Pakistan

Rabu, 26 Agu 2026 - 23:19 WIB