Gapoktan : Proyek Irigasi Gantung Balai Besar Selain Tidak Memilki Manfaat, Juga Mengancam Hasil Panen Petani

Kamis, 14 Desember 2023 | 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Nara J Afkar

MESUJI – Keberadaan irigasi gantung di yang melintasi ribuan hektare lahan persawahan warga di Kecamatan Rawa Jitu Utara, Kabupaten Mesuji dan beberapa desa di Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mesuji (Kabupaten Tulang Bawang-red) yang hingga kini tak kunjung selesai, dan mulai di keluhkan warga.

Seperti yang di ungkapkan Nur Kholis ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Bandar Anom, Kecamatan Rawa Jitu Utara. Menurutnya, hingga saat ini sejak dilakukan pembangunan irigasi gantung sejak tiga tahun lalu, belum juga dapat di manfaatkan.

Baca Juga:  Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka

Bahkan menurutnya, hingga saat ini progres pembangunan jaringan irigasi gantung tersebut, terkesan jalan di tempat bahkan sudah terjadi kerusakan karena tidak terawat.

“Bukan saja jaringan yang sudah rusak, mesin pompa di lima titik di Desa Bandar Anom ini saja tidak ada. Padahal petani sudah mengorbankan lahannya secara sukarela untuk di lewati pembagunan jaringan,”terang Nur Kholis, kepada wartawan melalui sambungan ponselnya, Kamis (14/12/23).

Baca Juga:  Perkuat Mitigasi Erupsi Anak Krakatau, Pemkab Lampung Selatan Bergerak Cepat Lindungi Warga Pesisir

Untuk itu lanjut Kholis pihaknya mendesak semua pihak untuk melakukan intervensi terhadap proses pembangunan tersebut.”Ini harus ada langkah kongkrit dari berbagai pihak, agar pembangunan jaringan irigasi gantung ini dapat terlihat kemajuan nya, jika di lanjutkan. Akan tetapi, jika tidak, maka petani akan membongkar jaringan yang melintasi persawahan, karena sudah menjadi sarang tikus, yang mengancam hasil panen,”tandasnya.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina
Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka
Karang Taruna Got Talent 2026, Saatnya Bakat Lokal Unjuk Prestasi
FKUB Lampung Dukung Film Ageman, Sebut Intoleransi Embrio Radikalisme
Pesawaran Kaji Strategi Optimalisasi PAD dan Pelayanan Publik
Lampung Terus Perkuat Infrastruktur Jalan
Wagub Jihan: Mahasiswa Lampung Bangun Mindset Adaptif
Bapemperda DPRD Rancang Propemperda 28 Raperda di 2027

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:27 WIB

Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina

Selasa, 29 September 2026 - 19:22 WIB

Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka

Selasa, 29 September 2026 - 19:07 WIB

Karang Taruna Got Talent 2026, Saatnya Bakat Lokal Unjuk Prestasi

Selasa, 29 September 2026 - 10:17 WIB

FKUB Lampung Dukung Film Ageman, Sebut Intoleransi Embrio Radikalisme

Selasa, 29 September 2026 - 10:11 WIB

Pesawaran Kaji Strategi Optimalisasi PAD dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Warga Palestina memeriksa kerusakan yang disebabkan oleh para pemukim Israel di Masjid Nur al-Din Zanki di Kota Nablus, Tepi Barat, pada 1 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:27 WIB

Foto yang diabadikan menggunakan drone dan disediakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (BKSDA Kalteng) dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng dari rangkaian evakuasi pada 25 dan 26 September 2026 ini memperlihatkan seekor orang utan betina yang terjebak asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. (BKSDA Kalteng/BOSF/Xinhua)

Berita Utama

Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:22 WIB

Berita Utama

Karang Taruna Got Talent 2026, Saatnya Bakat Lokal Unjuk Prestasi

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:07 WIB

Berita Utama

Pesawaran Kaji Strategi Optimalisasi PAD dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:11 WIB