Foto: Net

Laporan: Vira

Baru saja publik dihebohkan dengan kabar penarikan es krim Haagen-Dazs dari peredaran.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia diketahui menarik izin edar produk es krim Haagen-Dazs rasa vanila.

Dilansir pemberitaan Kompas.com pada Rabu (20/7), penarikan izin edar ini dilakukan karena adanya penemuan etilen oksida dengan kadar melebihi batas izin European Union (EU) pada es krim vanila dari merek asal AS itu.

Sebenarnya, apa itu etilen oksida? Dan apa bahayanya bagi kesehatan?

Seperti dilansir National Cancer Institute, etilen oksida (C2H4O) adalah gas tidak berwarna yang mudah terbakar pada suhu kamar, dengan ciri khas aroma yang manis.

Baca Juga:  Bamsoet Bertemu Paguyuban Mantan Kades dan Perangkat Desa Banjarnegara

Biasanya, etilen oksida digunakan untuk membuat etilen glikol, yang dipakai dalam produk zat antibeku (antifreeze) untuk menurunkan titik beku cairan.

Dalam jumlah kecil, etilen oksida dipakai sebagai pestisida dan agen sterilisasi.

Karena mampu merusak DNA, etilen oksida tidak hanya tergolong sebagai agen sterilisasi yang efektif, melainkan juga bertanggung jawab terhadap aktivitas yang menyebabkan kanker.

Etilen oksida bisa terpapar pada manusia jika dihirup atau dikonsumsi.

Substansi ini sangat mudah meledak dan reaktif, sehingga pekerja di fasilitas industri yang memproduksi atau menggunakan etilen oksida berisiko terpapar melalui emisi industri yang tidak terkendali.

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
1
2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini