Ekonomi Wisata Lampung Menguat, Arah Pengembangan Hotel Kian Terbuka

Jumat, 9 Januari 2026 | 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG—Sektor pariwisata Provinsi Lampung terus menunjukkan geliat positif dari sisi jumlah kunjungan dan perputaran ekonomi.

Sepanjang 2025 hingga November, jumlah perjalanan wisatawan tercatat mencapai 24,70 juta perjalanan, menandai kuatnya mobilitas wisata di daerah ini. Kota Bandar Lampung masih menjadi tujuan utama dengan kontribusi 20,62 persen, disusul Kabupaten Lampung Selatan sebesar 13,88 persen dan Kabupaten Lampung Tengah 12,25 persen.

Pola ini menunjukkan bahwa kawasan perkotaan dan wilayah penyangga tetap menjadi pusat aktivitas wisata.

Pertumbuhan kunjungan tersebut berdampak signifikan terhadap perputaran ekonomi pariwisata.

Dalam tiga tahun terakhir, nilai ekonomi sektor ini mengalami lonjakan tajam. Pada 2023, perputaran ekonomi pariwisata Lampung tercatat sekitar Rp16,26 triliun, meningkat menjadi Rp30,39 triliun pada 2024, dan kembali melonjak pada 2025 hingga November mencapai Rp53,11 triliun.

Kenaikan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah wisatawan, tetapi juga oleh meningkatnya rata-rata pengeluaran per wisatawan yang pada 2025 mencapai sekitar Rp2,15 juta.

Namun, di balik pertumbuhan tersebut, kinerja industri perhotelan belum menunjukkan pemulihan yang sepadan. Sepanjang 2025, tingkat penghunian kamar (TPK) rata-rata hotel berbintang di Provinsi Lampung tercatat sebesar 48,93 persen, sementara hotel nonbintang hanya mencapai 25,60 persen.

Angka ini mencerminkan bahwa peningkatan aktivitas wisata masih didominasi oleh perjalanan singkat, sehingga belum mampu mendorong lama tinggal wisatawan secara optimal.

Di sisi lain, kapasitas akomodasi di Lampung terus bertambah. Saat ini terdapat 49 hotel berbintang dengan total 4.572 kamar dan 7.009 tempat tidur, serta 495 hotel nonbintang yang menyediakan 12.245 kamar dan 16.698 tempat tidur.

Baca Juga:  Alasan Non Teknis Jadwal Pilwabup WK Berubah

Besarnya kapasitas ini memperlihatkan adanya tantangan keseimbangan antara suplai akomodasi dan permintaan efektif yang belum sepenuhnya terbentuk.

Indikator pendukung pariwisata sebenarnya terus menunjukkan tren positif. Jumlah destinasi wisata meningkat dari 557 lokasi pada 2022 menjadi 627 lokasi pada 2025. Jumlah restoran dan rumah makan juga bertambah dari 1.975 unit menjadi 2.511 unit.

Berbagai fasilitas hiburan seperti bioskop, karaoke, sport center, dan arena rekreasi lainnya turut berkembang. Namun, pertumbuhan fasilitas tersebut belum sepenuhnya terkonversi menjadi peningkatan tingkat hunian hotel.

Tekanan terhadap industri perhotelan tidak hanya terjadi di Lampung, tetapi juga menjadi fenomena nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa secara agregat tingkat penghunian kamar hotel sepanjang 2025 masih relatif rendah.

Bahkan pada segmen hotel kelas atas, tekanan terlihat lebih nyata. Pada November 2025, hotel bintang lima secara nasional hanya mencatat TPK sekitar 56,30 persen, mengalami penurunan secara tahunan dan menjadi segmen dengan koreksi terdalam dibandingkan klasifikasi hotel lainnya.

Kondisi ini mencerminkan melemahnya permintaan wisatawan berdaya beli tinggi serta semakin selektifnya pola perjalanan.

Kondisi nasional tersebut berkelindan dengan situasi di Provinsi Lampung. Di tengah bertambahnya kapasitas kamar dan pesatnya pembangunan hotel, tingkat hunian belum mampu mengimbangi suplai yang tersedia.

Pola kunjungan wisatawan di Lampung masih didominasi perjalanan singkat, dengan rata-rata lama menginap sekitar 1,29 hari. Hal ini menegaskan posisi Lampung yang masih kerap menjadi daerah transit atau persinggahan, bukan destinasi utama untuk tinggal lebih lama.

Baca Juga:  Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru

Situasi ini menghadirkan tantangan struktural bagi pembangunan pariwisata daerah. Investasi hotel terus tumbuh sebagai cerminan optimisme terhadap potensi ekonomi Lampung.

Namun, tanpa penguatan daya tarik destinasi dan penciptaan pengalaman wisata yang beragam, aktivitas wisata cenderung berhenti pada fungsi dasar perjalanan, bukan pada pengalaman yang mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal.

Tekanan terhadap okupansi juga terlihat pada momentum libur panjang. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung mencatat tingkat hunian kamar hotel selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 mengalami penurunan sekitar 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan ini menandakan perubahan perilaku wisatawan serta semakin ketatnya persaingan antardestinasi.

Secara keseluruhan, rendahnya tingkat penghunian kamar sepanjang 2025, baik pada hotel berbintang maupun nonbintan menjadi sinyal kuat bahwa persoalan perhotelan di Lampung bukan sekadar fluktuasi musiman.

Kondisi ini mencerminkan tantangan struktural dalam pembangunan pariwisata daerah.

Ke depan, penguatan destinasi unggulan, penyelenggaraan event berbasis pengalaman, serta integrasi pariwisata dengan ekonomi kreatif dan budaya lokal menjadi langkah strategis agar Lampung tidak lagi sekadar menjadi daerah persinggahan.

Dengan pendekatan tersebut, Lampung diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan, memperbaiki tingkat hunian hotel, dan memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.(*)


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye Bahas Pertahanan Bersama
Irjen Pol Helfi Assegaf: Film Ageman Edukasi Sikapi Perbedaan
Kenaikan Penjualan Truk, Kebutuhan Daya Angkut atau Pergantian Armada dari Lama ke Baru?
Gerindra Way Kanan Ikuti Apel Kader
Trump-Xi, Sementara Dunia Lepas dari Perangkap Thucydides Trap
Peng Liyuan-Melania Trump Kunjungi Museum Nasional
Tiongkok-Indonesia Kerja Sama Perikanan Tangkap
Diplomasi Panda Xi-Guna Lingkungan Lebih Aman

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 17:54 WIB

Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye Bahas Pertahanan Bersama

Sabtu, 26 September 2026 - 11:01 WIB

Irjen Pol Helfi Assegaf: Film Ageman Edukasi Sikapi Perbedaan

Sabtu, 26 September 2026 - 05:42 WIB

Kenaikan Penjualan Truk, Kebutuhan Daya Angkut atau Pergantian Armada dari Lama ke Baru?

Sabtu, 26 September 2026 - 05:33 WIB

Gerindra Way Kanan Ikuti Apel Kader

Sabtu, 26 September 2026 - 05:21 WIB

Trump-Xi, Sementara Dunia Lepas dari Perangkap Thucydides Trap

Berita Terbaru


PUTRA Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz al-Saud (tengah), Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan (kiri), dan Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif berfoto bersama setelah penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah di Makkah, Arab Saudi, pada 7 Agustus 2026. (Saudi Press Agency/Xinhua)

Berita Utama

Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye Bahas Pertahanan Bersama

Sabtu, 26 Sep 2026 - 17:54 WIB

Berita Utama

Irjen Pol Helfi Assegaf: Film Ageman Edukasi Sikapi Perbedaan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 11:01 WIB

Berita Utama

Gerindra Way Kanan Ikuti Apel Kader

Sabtu, 26 Sep 2026 - 05:33 WIB

Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan diskusi dalam kelompok kecil dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Ruang Oval setelah upacara penyambutan di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 September 2026. Trump menggelar upacara penyambutan bagi Xi, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke AS, di Gedung Putih pada Kamis (24/9). (Xinhua)

Berita Utama

Trump-Xi, Sementara Dunia Lepas dari Perangkap Thucydides Trap

Sabtu, 26 Sep 2026 - 05:21 WIB