DPRD Lampung Apresiasi Lonjakan Produksi Padi, Ingatkan Perlindungan Harga Gabah

Rabu, 7 Januari 2026 | 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Komisi II DPRD Provinsi Lampung mengapresiasi peningkatan produksi padi di Lampung yang mencapai 14–15 persen. Capaian tersebut diharapkan dapat terus meningkat hingga menyentuh angka 20 persen pada 2026.

 

Fatikhatul Khoiriyah anggota Komisi II DPRD Lampung menilai, kenaikan produksi padi ini tidak terjadi secara instan, melainkan merupakan hasil dari kerja keras para petani yang didukung oleh berbagai program pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat.

 

“Capaian ini bukan hanya hal yang bisa kita apresiasi begitu saja, tapi ini juga menunjukkan kerja keras petani kita, juga dukungan program pemerintah, baik daerah maupun pusat, dari perbaikan irigasi, ketersediaan pupuk, dan nanti akan diperkuat dengan pendampingan teknis di lapangan,” ujarnya, Rabu (07/01/26).

Baca Juga:  Ahmad Giri: 1 T Satu Hari Uang Masuk ke Lampung Gegara Program MBG

 

Selanjutnya, Mbak Khoir juga mengingatkan agar peningkatan produksi padi tersebut tidak hanya berhenti pada capaian angka, tetapi juga diikuti dengan penguatan tata niaga dan perlindungan harga gabah bagi petani.

 

Menurutnya, peningkatan produksi berpotensi tidak berdampak signifikan terhadap kesejahteraan petani apabila tidak disertai kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga, terutama saat panen raya.

Baca Juga:  Ekonomi Lampung Triwulan I 2026 Tumbuh, MBG jadi Stimulus, Kinerja Ekspor dan Impor Turun

 

“Jangan sampai ada peningkatan produksi tapi tidak berdampak pada kesejahteraan petani akibat fluktuasi harga pada saat panen raya. Kita berharap ini adalah peningkatan produktivitas, tapi juga ada peningkatan kesejahteraan bagi petani,” katanya.

 

Ia juga mendorong pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kebijakan perlindungan harga gabah berjalan efektif, sehingga hasil kerja keras petani benar-benar memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : DPRD

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Kerugian Negara Kasus MBG Capai Angka Rp 4 T
Kejaksaan Tetapkan Mantan Kepala BGN Tersangka
Pencopotan, Penggeledahan Kantor BGN tak Terlepas Banyaknya Proyek Janggal
IKPA Sempurna, Polres Mesuji Terima Dua Penghargaan
Dasco : Kita Serahkan Ke Kejagung Terkait Penggeledahan Kantor BGN
Dinilai Berhasil Bangun JMSI Sumut, Anto Genk Didorong Maju sebagai Ketua PWI
Demokrasi Pancasila dan Kedaulatan Ekonomi, Khozin Minta Kebijakan Tak Sekadar Wacana
Pengamat: Kedaulatan Ekonomi Prabowo Harus Berbasis Ekonomi Pancasila dan Kemandirian Bangsa

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:54 WIB

Kerugian Negara Kasus MBG Capai Angka Rp 4 T

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:34 WIB

Kejaksaan Tetapkan Mantan Kepala BGN Tersangka

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:05 WIB

Pencopotan, Penggeledahan Kantor BGN tak Terlepas Banyaknya Proyek Janggal

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:03 WIB

IKPA Sempurna, Polres Mesuji Terima Dua Penghargaan

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:30 WIB

Dasco : Kita Serahkan Ke Kejagung Terkait Penggeledahan Kantor BGN

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Kerugian Negara Kasus MBG Capai Angka Rp 4 T

Rabu, 3 Jun 2026 - 21:54 WIB

#indonesiaswasembada

Kejaksaan Tetapkan Mantan Kepala BGN Tersangka

Rabu, 3 Jun 2026 - 19:34 WIB

#indonesiaswasembada

IKPA Sempurna, Polres Mesuji Terima Dua Penghargaan

Rabu, 3 Jun 2026 - 17:03 WIB

#indonesiaswasembada

Dasco : Kita Serahkan Ke Kejagung Terkait Penggeledahan Kantor BGN

Rabu, 3 Jun 2026 - 15:30 WIB