DPR Soroti Dampak Kebijakan Trump Terhadap Pelemahan Rupiah

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA -Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, mengungkapkan beberapa tantangan ekonomi global yang muncul akibat kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Salah satu dampak yang cukup signifikan adalah pelemahan nilai tukar rupiah yang terus berlanjut, bahkan sudah melampaui asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang sebesar Rp 16.000 per dolar AS.

Dalam acara Outlook Ekonomi DPR yang digelar pada Rabu (5/2/2025) Februari 2024, Adies menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2024, rupiah terdepresiasi sebesar 4,16%. Di awal tahun 2025, pelemahan ini berlanjut dan pada 4 Januari 2025 tercatat rupiah berada di level Rp 16.435 per dolar AS bahkan melebihi asumsi APBN 2025.

“Beberapa hari terakhir pelemahan berlanjut hingga menyentuh kisaran Rp16.435/US Dollar atau sudah di atas asumsi APBN sebesar 16.000. Kiranya penting dan perlu sinergi dan koordinasi otoritas fiskal moneter dan sektor keuangan serta otoritas terkait lainnya yang melahirkan kebijakan yang mitigasi terhadap risiko tekanan nilai tukar.

Baca Juga:  Gubernur Lampung-Dirut PT. Nusantara Plastik Energi Teken MOU Pembangunan Pengolahan Sampah dan Pengembangan Potensi Energi dan Industri

Sebelumnya, Adies sempat menyinggung bahwa kebijakan Presiden Trump seperti kenaikan tarif impor, pemotongan pajak, dan perubahan kebijakan imigrasi, ia menilai hal tersebut turut memberikan dampak besar pada ekonomi global.

“Mengingat Amerika Serikat merupakan mesin ekonomi keuangan yang besar, kebijakan-kebijakan dan implikasi sebagaimana saya uraikan tadi tentu saja akan mempengaruhi ekonomi dan keuangan berbagai negara tidak terkecuali Indonesia,” tambah politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.

Selain itu, kebijakan moneter yang diterapkan oleh AS, termasuk kebijakan suku bunga tinggi dari Bank Sentral Amerika (The Fed) yang diperkirakan akan berlangsung lebih lama, juga berpengaruh pada nilai tukar rupiah. Adies menambahkan bahwa kebijakan ini dimaksudkan untuk memperkuat nilai dolar terhadap mata uang negara lainnya, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

Baca Juga:  DPR Pertanyakan soal Alih Fungsi Hutan 1,1 Juta Ha di Jawa

“Tanggal 30 Januari lalu Bank Sentral Amerika Serikat tetap menahan tingkat suku bunga bank sentral di Kisaran 4,25 sampai 4,5% dengan pertimbangan antara lain inflasi yang kembali merambat menjadi 2,9% pada Desember 2024,” ungkapnya.

Kebijakan lain yang tak kalah kontroversial dan mewarnai dinamika ketidakpastian global adalah keluarnya Amerika Serikat dari keanggotaan Paris Agreement dan World Health Organization (WHO). Hal ini lantas diperkirakan akan memperlambat konsensus global terkait perubahan iklim serta ekonomi hijau atau green economy..(*)


Penulis : Heri


Editor : Romy


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Peringati Hari Bhayangkara Ke 80 Tahun 2026, Polres Mesuji Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo Resmi Menjabat Danbrigif 4 Mar/BS
Polres Mesuji Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Periode 1 Juli 2026 untuk 21 Personil
Kgs. Dedy Miryanto: Penunjukan Dr. Teguh Santosa Menjadi Energi Baru Diplomasi Lingkungan Indonesia
Jamal: Jangan Biarkan Politik Memecah Persaudaraan Rakyat
APPMBGI Lampung: MBG Harus Dilanjutkan Untuk Gizi Anak dan Ekonomi Lokal
PMII Lampung Unjuk Rasa, Ini 7 Tuntutannya
Dasco pimpin Rapat DPR Dan Pemerintah Bahas Stabilitas Fiskal Dan Moneter
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:43 WIB

Peringati Hari Bhayangkara Ke 80 Tahun 2026, Polres Mesuji Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:37 WIB

Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo Resmi Menjabat Danbrigif 4 Mar/BS

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:31 WIB

Polres Mesuji Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Periode 1 Juli 2026 untuk 21 Personil

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:27 WIB

Kgs. Dedy Miryanto: Penunjukan Dr. Teguh Santosa Menjadi Energi Baru Diplomasi Lingkungan Indonesia

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:33 WIB

Jamal: Jangan Biarkan Politik Memecah Persaudaraan Rakyat

Berita Terbaru

Penunjukan Dr. Teguh Santosa sebagai Tenaga Ahli Menteri/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) bidang Penguatan Diplomasi Lingkungan dan Pengembangan Kerja Sama Internasional mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. [De]

#indonesiaswasembada

Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo Resmi Menjabat Danbrigif 4 Mar/BS

Selasa, 30 Jun 2026 - 10:37 WIB

Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Lampung, Jamal, mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih bijak dalam menyikapi dinamika politik.[De]

#indonesiaswasembada

Jamal: Jangan Biarkan Politik Memecah Persaudaraan Rakyat

Selasa, 30 Jun 2026 - 09:33 WIB