Anak-anak desa kini, kata dia, sudah tidak merasa nyaman untuk jadi petani. Mereka lebih memilih untuk mengadu nasib di kota mencari peruntungan sebagai pekerja. Dirinya berjanji, jika nantinya Ia dan Ganjar Pranowo terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden, kredit macet (perbankan) petani bakal dihapuskan, itupun berlaku bagi para kaum nelayan.
“Oleh sebab itu, mari kita kembalikan (tradisi) bertani. Petani harus disejahterakan kembali. Subsidi pupuk nanti akan disediakan, kemudian kredit-kredit petani (hutang perbankan) yang macet akan dibebaskan dan diputihkan. Kredit macet para nelayan juga dibebaskan dan diputihkan,” janjinya.
Sebab, sambung dia, angka kredit macet oleh petani dan nelayan di perbankan milik pemerintah nilainya menembus hingga ratusan miliar rupiah. Kredit macet itu disebabkan oleh ketidakberhasilan para petani dan nelayan soal jumlah produksinya.
“Kita harus berani mengambil keputusan yang cepat, agar hutang-hutang para petani dan nelayan segera dibebaskan. Petani juga harus diberikan kemudahan mendapatkan pupuk, benih dan faktor-faktor pendukung lainnya, agar bisa bekerja dengan baik,” tuturnya.##
1 2
Halaman : 1 2









![Kepala Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Mesuji, Endi Purnomo, secara resmi melantik dan mengangkat sumpah Camat Simpang Pematang, Ali Hasan AT, S.Km., M.Kes., Camat Panca Jaya, sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS) dengan wilayah kerja Kecamatan Panca Jaya, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung.[Na]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260714-WA0098-225x129.jpg)







