Di Konferensi Internasional, Dosen UIN Paparkan Pentingnya Pembaruan Hukum Era 5.0

Senin, 19 Juni 2023 | 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Anis

BANDAR LAMPUNG – Dosen Fakutlas Syariah UIN Raden Intan Lampung, Dr. Fathul Mu’in, menjadi presenter dalam konferensi internasional di Emersia Hotel Bandar Lampung, Senin (19/6). Dia memaparkan makalah mengenai pentingnya adanya pembaruan hukum memasuki era 5.0.

Dalam pemaparannya, Fathul Mu’in menyoroti Undang-undang perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam yang menjadi rujukan umat Islam di Indonesia secara umum, dan para hakim secara khusus. Regulasi yang ada dalam hukum tersebut  sudah banyak yang kurang relevan dengan perkembangan zaman, terlebih memasuki era 5.0.

“Umur peraturan perundang-undangan tersebut sudah puluhan tahun. Sehingga ada yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Maka dari itu perlu dilakukan revisi atau pembaruan, baik secara terbatas maupun secara menyeluruh,” kata dia.

Baca Juga:  Sari Yuliati Apresiasi Dedikasi Polri di Hari Bhayangkara ke-80

Doktor hukum tersebut menjelaskan, pembaruan berarti gerakan ijtihad untuk menetapkan ketentuan hukum yang mampu menjawab permasalahan dan perkembangan baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, baik menetapkan hukum terhadap masalah baru untuk menggantikan ketentuan hukum lama yang tidak sesuai lagi dengan keadaan dan kemaslahatan manusia masa sekarang maupun menetapkan hukum baru yang belum pernah ada sebelumnya.

“Tujuan dari pembaruan ini dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu peningkatan status wanita, univikasi hukum, dan respon terhadap perkembangan dan tuntutan zaman 5.0,” tegasnya.

Selain mempresentasikan 100 makalah dari berbagai perguruan tinggi baik di dalam negeri maupun luar negeri, konferensi internasional Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung yang digelar pada 19-21 Juni 2023 ini juga menghadirkan narasumber dari lima negara, yakni Dr. Mohd Shahid Bin Mohd Noh (Universiti Malaya, Malaysia), Iman Sastra Mihajat, LC., PDIBF.,M.Sc.,Fin.,Ph.D. (SPV-Head of Compliance Division Bank Mega Syariah, Indonesia), Prof. Etin Anwar, Ph.d (Hobart and William Smith Colleges, United States Of America), Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. (UIN Syarif Hidaytullah, Indonesia), Prof. Dr. Ali Muhyiddin Al Qaradaghi (The International Union Of Muslim Scholars, The State Of Qatar), Dr. Harapandi Dahri (Kolej Universiti Perguruan Ugama Bandar Seri Begawan, Brunei Darusalam), dan Prof. Dr. Alamsyah, S.Ag., M.Ag (UIN Raden Intan Lampung). (*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Lampung Siapkan Arah Kebijakan Fiskal 2026-2027 yang Realistis dan Berkelanjutan
Gubernur Lampung dan DPRD Sepakati Raperda Pertanggungjawaban 2025
Deddy Sitorus Beri Klarifikasi Tudingan Menghina Profesi Jurnalis Dengan Sebutan “Gerombolan Sirkus”
Pengurus JMSI Banyuwangi Periode 2026–2031 Dikukuhkan, Komitmen Peran Media dalam Investasi Daerah
AS Terus Lakukan Pengetatan Terhadap Produk China
FIFA Disiplinkan AFA Pasca Bentrok Pemain Argentina vs Spanyol
HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Mirza Ajak PP Polri Perkuat Sinergi Wujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas
Proyek 2020 Masjid Agung Mesuji Macet, Hingga Kini Masih Pulbaket di Mapolda

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:17 WIB

Lampung Siapkan Arah Kebijakan Fiskal 2026-2027 yang Realistis dan Berkelanjutan

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:11 WIB

Gubernur Lampung dan DPRD Sepakati Raperda Pertanggungjawaban 2025

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:46 WIB

Deddy Sitorus Beri Klarifikasi Tudingan Menghina Profesi Jurnalis Dengan Sebutan “Gerombolan Sirkus”

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:44 WIB

Pengurus JMSI Banyuwangi Periode 2026–2031 Dikukuhkan, Komitmen Peran Media dalam Investasi Daerah

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:03 WIB

AS Terus Lakukan Pengetatan Terhadap Produk China

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Gubernur Lampung dan DPRD Sepakati Raperda Pertanggungjawaban 2025

Kamis, 30 Jul 2026 - 21:11 WIB


Jurnalis dan pemengaruh media sosial dari negara-negara ASEAN berinteraksi dengan robot anjing di zona robotika di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 29 Juli 2026. [Xin]

#indonesiaswasembada

AS Terus Lakukan Pengetatan Terhadap Produk China

Kamis, 30 Jul 2026 - 18:03 WIB