BANDAR LAMPUNG – SDIT Ar-Ra’uf Bandar Lampung menggelar kegiatan Indahnya Ramadhan melalui kajian dan buka puasa bersama bertema “Ramadhan: Madrasah Cinta dalam Keluarga”, Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Muhamad Kumaidi, M.H.I., Dosen Agama Islam Institut Teknologi Sumatera (ITERA), sebagai narasumber. Acara diikuti oleh orang tua siswa, guru, serta masyarakat sekitar SDIT Ar-Ra’uf Bandar Lampung.
Dalam kajiannya, Ustadz Muhamad Kumaidi menyampaikan bahwa keluarga merupakan tempat pertama anak belajar tentang iman, akhlak, cinta, dan keteladanan. Karena itu, Ramadhan perlu dihadirkan bukan hanya sebagai bulan ibadah pribadi, tetapi juga sebagai ruang memperbaiki hubungan keluarga.
“Anak-anak tidak hanya membutuhkan nasihat, tetapi juga teladan. Ramadhan memberi banyak kesempatan bagi orang tua untuk mendidik anak melalui kebiasaan sederhana seperti sahur bersama, berbuka bersama, shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan saling mendoakan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tantangan keluarga Muslim saat ini semakin besar. Kesibukan orang tua, penggunaan gawai yang berlebihan, serta berkurangnya percakapan hangat di rumah dapat melemahkan ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Menurutnya, rumah harus kembali menjadi tempat yang menenangkan, mendidik, dan menumbuhkan cinta. Nilai-nilai Ramadhan seperti sabar, jujur, peduli, disiplin, dan saling memaafkan perlu ditanamkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Kajian berlangsung secara hangat dan komunikatif. Peserta diajak merefleksikan pola komunikasi keluarga, kebiasaan ibadah di rumah, serta peran orang tua dalam mendampingi pertumbuhan spiritual anak.
Selain kajian utama, kegiatan juga diisi dengan tilawah Al-Qur’an, doa bersama, diskusi parenting Islami, serta buka puasa bersama. Momen tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Pihak SDIT Ar-Ra’uf Bandar Lampung menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah membangun sinergi pendidikan antara guru dan keluarga. Pendidikan anak tidak cukup hanya berlangsung di sekolah, tetapi harus diperkuat melalui suasana rumah yang religius dan penuh kasih sayang.
Melalui kegiatan ini, para orang tua diharapkan semakin menyadari pentingnya menghadirkan nilai-nilai Islam dalam aktivitas keluarga, terutama selama Ramadhan. Kebiasaan seperti shalat berjamaah, tilawah Al-Qur’an, sedekah, dan komunikasi yang lembut diharapkan dapat terus berlanjut setelah Ramadhan berakhir.
Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya komitmen bersama untuk menjadikan keluarga sebagai madrasah pertama dalam membangun generasi yang saleh, cerdas, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat. Ustadz Muhamad Kumaidi berharap Ramadhan menjadi pintu untuk memperbaiki kualitas keluarga Muslim. “Ramadhan bukan hanya mengajarkan lapar dan haus, tetapi mengajarkan cinta, kesabaran, keteladanan, dan kedekatan kepada Allah. Dari keluarga yang hangat dan dekat dengan nilai Islam, akan lahir generasi yang kuat dan berakhlak,” pungkasnya.
Penulis : Anis
Editor : Ahmad Novriwan

















