Cerita Kenangan: Kharisma Sandal Lily

Senin, 3 Juni 2024 | 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAGI  kemarin saya melayat seorang sahabat (Alm Prof. Irwan Sukri Banuwa) yang wafat karena sakit. Ketika tiba di rumah duka dan menyalami beberapa sahabat, saya menuju ke Rektor senior Unila (Prof. Muhajir Utomo) yang sedang berbincang dengan sahabat-sahabat lainnya.

Seperti biasa kami bercerita tentang almarhum dan ide dalam tulis-menulis. Tidak sengaja, saya melihat seorang sahabat yang memakai sandal jadul yang memiliki kenangan dan kharisma tersendiri buat saya.

Entah mengapa, yang jelas Lily warna coklat itu mengingatkan pada masa kecilku. Saya izin kepada sahabat itu untuk mengambil foto dan crek-crek saya menjepret sandal dikakinya.

Sebelum tidur malam ini, izinkan saya kembali berbagi kenangan akan kharisma sandal Lily tersebut. OK gaes, pastinya nggak akan pernah menyesal deh membaca tulisan ini sampai habis. Srek…srek….srek…, begitulah bunyi kenangan, ketika sandal lily bergesekan dengan tanah ketika dipakai. Suara itu masih jelas terngiang ditelingaku, mengingatkan pada masa kecilku.

Sandal itu dibelikan oleh papahku (ayah) saat menjelang lebaran. Biasanya sandal ini selalu menjadi alas kakiku menuju ke musholla untuk mengaji di masjid Darussalam.

Ah, kembali kenangan itu telah menghadirkan serpihan-serpihan kenangan sejarah masa kecil bersama teman-teman, di depan pasar Koga (DePasKo). Masa saat itu, kehidupan masih sangat tenang, hiburan malam hanyalah menonton TV di rumah tetangga. Biasanya kami nonton TV saat siaran Aneka Ria Safari, seusai belajar malam.

Baca Juga:  Safari Ramadan 1447 H, Pererat Silaturahmi Dan Dekatkan Jajaran Pemkab Way Kanan Dengan Masyarakat

Saat itu, sandal Lily merupakan merk sandal yang sangat populer. Untuk mendapatkan sandal Lily, kita dapat menuju daerah pasar tengah, Tanjung Karang (Toko sepatu dan sandal di daerah Jl. Pemuda). Biasanya kita naik oplet Jip Willys untuk pasar tengah. Setiap lebaran banyak yang berbondong-bondong untuk membeli sandal merk Lily.

Admi kecil juga pastinya merengek-rengak kepada ibunda minta dibelikan sandal Lily. Sandal
Lily memiliki warna yang bermacam-macam, ada yang merah hati, coklat, hijau dan juga biru. Ada dua model sandal lily, model anak muda dan model orang dewasa. Sungguh kita akan merasa gagah sekali apabila memakai sandal Lily.

Demikian juga saya yang bangga sekali jika bisa menggunakan sandal Lily untuk pergi ke langgar (musholla) setiap magrib tiba. Mungkin kebahagiaan dan kebanggaan itu seperti anak-anak muda jaman now yang memakai sandal branded merk Gucci, Bally atau Carvil he he he.

Berbeda dengan sendal-sandal saat ini, sandal Lily dibuat dari bahan plastik dengan bantalan dari karet. Ini yang membuat sandal lily begitu nyaman dipakai. Tapi gaes, karena terbuat terbuat dari plastik, kita harus hati-hati kalau memakainya habis berwudhu. Sandal ini jadi sangat licin, bisa membuat kita terpeleset.

Baca Juga:  Sambut Tahun Kuda 2026, Plaza Asia Sulap Perkantoran Jadi Episentrum Akulturasi Budaya Tionghoa-Betawi

Apalagi jaman dahulu, kita harus menimba air dari sumur untuk berwudhu dan belum ada kran air seperti saat ini. Biasanya jarak sumur ke Musholla juga lumayan jauh.

Kembali ke soal sandal Lily, warna sandal Lily yang paling ana suka adalah coklat. Dua tahun lalu, ana membeli dua pasang sandal lily secara online dari Surabaya. Satu samdal aku berikan kepada ayahku dan yang satu saya apaki sendiri.

Kalau sering dipakai, alas sandal lily ini biasanya agak miring he he he. Saat sholat Ied, sandal itu terasa begitu mewah apalagi kalau dipakai ke mushola sambil pakai sarung kotak-kotak dan kopiah hitam. Wow sungguh kenangan indah sandal Lily, membuatku menerawang akan cerita indah masa lalu.

Masa lalu adalah kenangan, saat ini adalah kenyataan dan masa depan adalah harapan. Tetap semangat untuk terus berbuat baik. Dang lupo BAHaGIA geh ! []


Penulis : Prof. Admi Syarif, PhD


Editor : Prof. Admi Syarif, PhD


Sumber Berita : Prof. Admi Syarif, PhD

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Soal Isu Penyimpangan Dana BOS SMAN 1 Abung Selatan, Disdikbud Lampung Turun Tangan
Brigjen TNI Haryantana Jadi Kasdam XVII/Cen
Bandarlampung Dikepung Banjir, Walikota Eva Dwiana Sambangi Warga
Perlu Komitmen Kuat Tangani Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja
Harus Ada Relaksasi di Industri Mamin, Respons Ketidakpastian Situasi Geopolitik
20.000 Lulusan SMP Terserap di Pondok Pesantren
Tak Taati Aturan, Pemkab Mesuji Tertibkan Tiga Pedagang di Pasar Panggung Jaya
KNPI Lampung Salurkan Bantuan ke Aceh Tengah

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 06:04 WIB

Soal Isu Penyimpangan Dana BOS SMAN 1 Abung Selatan, Disdikbud Lampung Turun Tangan

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:24 WIB

Brigjen TNI Haryantana Jadi Kasdam XVII/Cen

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:46 WIB

Bandarlampung Dikepung Banjir, Walikota Eva Dwiana Sambangi Warga

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:17 WIB

Perlu Komitmen Kuat Tangani Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:14 WIB

Harus Ada Relaksasi di Industri Mamin, Respons Ketidakpastian Situasi Geopolitik

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Brigjen TNI Haryantana Jadi Kasdam XVII/Cen

Jumat, 6 Mar 2026 - 21:24 WIB

#indonesiaswasembada

Bandarlampung Dikepung Banjir, Walikota Eva Dwiana Sambangi Warga

Jumat, 6 Mar 2026 - 20:46 WIB

#indonesiaswasembada

Perlu Komitmen Kuat Tangani Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja

Jumat, 6 Mar 2026 - 20:17 WIB