Calon Pavorit Rektor Unila, Asef Sukohar ‘Nenteng’ Setoran tuk Aom Juga

Rabu, 16 November 2022 | 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Anis

BANDARLAMPUNG-Tak dapat dipungkiri, meski menjadi orang yang paling berpeluang menggantikan Aom menjadi Rektor Unila, Prof Asef Sukohar jadi sosok yang “kurang bersih”. Karena, Asef ikut Menteng alias bawa setoran uang masuk calon mahasiswa baru.

Nama Wakil Rektor II Bidang Keuangan Universitas Lampung (Unila), terungkap dalam sidang lanjutan kasus suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unila, terhadap terdakwa Andi Desfiandi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandar Lampung, Rabu (16/11/22). Uang itu diperoleh langsung dari pihak orang tua calon mahasiswa yakni Zuhriadi, Hj Sofi, dan Zakia.

Baca Juga:  BPS Lampung: Pengangguran Turun

Asep Sukohar mengaku uang yang dia setor berasal dari tetangga dekat rumahnya yang meminta dirinya agar anaknya dapat diterima di Unila. Dan itu dilakukan Asef. Pengakuan ini terungkap dipersidangan setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Agung Satrio Wibowo menanyakan keterlibatan Asef

“Uang disetorkan ke Budi Sutomo (Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Unila). Jadi awalnya Zuhriadi meminta bantuan untuk meluluskan satu mahasiswa,” jelas Asef.

Asef menyatakan, setelah proses penerimaan selesai, Budi Sutomo mendatangi Asep Sukohar menanyakan uang titipan. Lalu Asep menyerahkan Rp350 juta untuk orang pertama, 100 juta untuk mahasiswa kedua dan 300 juta untuk mahasiswa ketiga. Totalnya Rp 750 juta. Tapi di potong 100 juta pengganti biaya Muktamar NU milik Asef. Jumlah keseluruhan yang disetor ke Budi Rp 650 juta.

Baca Juga:  Sekber 3 Konstituen tak Ingin Pimpinan Daerah Berakhir di Penjara

Selain Asef, muncul nama anggota DPRD Provinsi Lampung dan pimpinan partai politik yang patut diduga ikut setor nama sekaligus ‘fulus’ alias uang ke groupnya Aom Karomani.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Konsistensi Satu Dekade, Lampung Selatan Kembali Pertahankan Opini WTP ke-10 dari BPK
Jelang Penerimaan Murid Baru, Ombudsman Lampung Minta Disdik dan Kemenag Maksimalkan Sosialisasi dan Patuhi Aturan
Hukum Harus Tegak: Aparat Melanggar, Negara Wajib Bertindak
Agus Fatoni Terima Penghargaan Digital Innovation Award 2026
DPR Marah, Tuding Kemenkeu tak Serius Tangani Bencana Sumatera
Hadapi El Nino, Lampung Perkuat Mitigasi dan Penyuluh Pertanian
HAJI 2026: Rieke Apresiasi Layanan Jamaah Lansia 
Kasum TNI Periksa 25 Kontainer Hasil Tangkapan AL di Batam

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:52 WIB

Konsistensi Satu Dekade, Lampung Selatan Kembali Pertahankan Opini WTP ke-10 dari BPK

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:43 WIB

Jelang Penerimaan Murid Baru, Ombudsman Lampung Minta Disdik dan Kemenag Maksimalkan Sosialisasi dan Patuhi Aturan

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:14 WIB

Hukum Harus Tegak: Aparat Melanggar, Negara Wajib Bertindak

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:26 WIB

Agus Fatoni Terima Penghargaan Digital Innovation Award 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:17 WIB

DPR Marah, Tuding Kemenkeu tak Serius Tangani Bencana Sumatera

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Hukum Harus Tegak: Aparat Melanggar, Negara Wajib Bertindak

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:14 WIB

#indonesiaswasembada

Agus Fatoni Terima Penghargaan Digital Innovation Award 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:26 WIB

#indonesiaswasembada

DPR Marah, Tuding Kemenkeu tak Serius Tangani Bencana Sumatera

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:17 WIB