BKSAP Bersama Organisasi Sipil Salurkan Bantuan ke Gaza

Rabu, 3 April 2024 | 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dipimpin oleh Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon mengundang segenap elemen masyarakat sipil dari beberapa organisasi penyalur bantuan kemanusiaan yakni; BAZNAS, LAZISNU, LAZISMU dan Mercy untuk membahas penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza di palestina.

Pertemuan ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan Pimpinan BKSAP DPR RI dengan The United Nations Relief and Work Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) terkait krisis kemanusiaan di Palestina pada tanggal 25 Maret 2024 di Jenewa di sela-sela Sidang Umum ke-148 Inter-Parliamentary Union (IPU).

Baca Juga:  Qatar Bantah Klaim Penahanan Pilot Iran

“Kami menyelenggarakan dialog diskusi dan silaturahmi dengan beberapa lembaga yaitu BAZNAS, ad LAZISNU, LAZISMU dan juga Mercy dan beberapa civil society di organisasi lain, yang memang memberikan bantuan kemanusiaan terutama bagi masyarakat Gaza dan Palestina pada umumnya,” ungkap Fadli di Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (3/4).

Fadli menyampaikan, Indonesia termasuk yang sampai sekarang mempunyai komitmen untuk mendukung UNWRA, dan juga sudah melipatgandakan bantuannya melalui Kementerian Luar Negeri. “Kita mempunyai komitmen yang juga luar biasa kompak dari pemerintah, parlemen hingga elemen masyarakat sipil, dalam mendukung kemerdekaan Palestina perjuangan rakyat Palestina,” paparnya.

Baca Juga:  Polres Mesuji Bagikan Masker Kepada Masyarakat Pasca Erupsi

Dari pertemuan dengan beberapa lembaga penyalur bantuan kemanusiaan tersebut, BKSAP DPR RI telah menyadari bahwa penyaluran bantuan ke Palestina tidaklah mudah, namun segala upaya akan tetap ditempuh.

“Dari keterangan yang tadi kami dapatkan dari pimpinan BAZNAS maupun dari LAZISNU, LAZISMU dan Mercy ya situasinya memang kompleks ya tidak semudah yang kita pahami, ada bantuan kemudian bisa masuk, tapi melalui Mesir kemudian baru melalui jalur darat ke Rafah perbatasan yang berada di Mesir dan Rafah yang berada di Gaza,” ungkap Fadli.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Makam Berusia Lebih dari 4.000 Tahun Ditemukan di Saqqara, Mesir
Ternyata Rumput Laut Punya “Nilai Ganda”
Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK
Sisa Abu Anak Krakatau Masih Selimuti Sekolah, KBM Daring Lampung Selatan Diperpanjang hingga 10 September
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Polres Mesuji Bersama Forkopimda Bagikan Masker Serentak di 16 Titik
DPRD dan Pemprov Lampung Sepakati Penarikan Raperda Perubahan Bentuk Hukum BPD
Peduli Dampak Kemarau Panjang, Polres Way Kanan Bantu Air Bersih kepada Warga
Pemprov Lampung Ajukan Perubahan APBD 2026, Anggaran Didorong Lebih Berdampak ke Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 23:05 WIB

Makam Berusia Lebih dari 4.000 Tahun Ditemukan di Saqqara, Mesir

Selasa, 8 September 2026 - 22:14 WIB

Ternyata Rumput Laut Punya “Nilai Ganda”

Selasa, 8 September 2026 - 20:19 WIB

Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK

Selasa, 8 September 2026 - 20:13 WIB

Sisa Abu Anak Krakatau Masih Selimuti Sekolah, KBM Daring Lampung Selatan Diperpanjang hingga 10 September

Selasa, 8 September 2026 - 20:00 WIB

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Polres Mesuji Bersama Forkopimda Bagikan Masker Serentak di 16 Titik

Berita Terbaru

Ilustrasi Makam 4000 Tahun

#indonesiaswasembada

Makam Berusia Lebih dari 4.000 Tahun Ditemukan di Saqqara, Mesir

Selasa, 8 Sep 2026 - 23:05 WIB

#indonesiaswasembada

Ternyata Rumput Laut Punya “Nilai Ganda”

Selasa, 8 Sep 2026 - 22:14 WIB

#indonesiaswasembada

Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:19 WIB