LAMPUNG SELATAN-CIK Giok na sudah cukup dikenal di kalangan masyarakat Kalianda. Sebagai penjual jajanan alias oleh-oleh khas Kalianda, Giok Na dan Suami tak menekuni bisnis lain kecuali berjualan otak-otak, cucuk gigi alias peletikan.
Selain berbahan asli ikan, ke khas rasa selalu jadi prioritas utama. Cik Giok Na bertahan di bisnis makanan ini sudah hampir 42 tahun di sekitar Pasar Tua Kalianda Lampung Selatan.
Ikan yang digunakan Cik Giok Na adalah hasil tangkapan nelayan yang berasal dari Kalianda Lampung Selatan. Jarak laut dan rumahnya tak begitu jauh. Berkisar 500 an meter.

Tak jarang, nelayan langsung menghantar tangkapan ikannya ke rumah Cik Giok Na. Mereka tahu jenis dan ukuran yang diinginkan Cik Giok Na untuk memproduksi jualannya.
Tak susah Cik Giok Na memperoleh bahan baku guna menunjang bisnisnya. Karena, selain mudah dan murah, kini sekitar tempat tinggal Cik Giok Na berbisnis yang sama.
Menurut penuturan Cik Giok Na, angka 42 tahun bukan angka yang Ngada-Ngada. Karena sejak era Bupati Dulhadi, 1983-1988 dirinya dan keluarga sudah berjualan di Kalianda.
Sejak di era itu, menurut penuturan Giok na, dirinya bersama sang suami keluar masuk kantor Pemkab Lamsel untuk menghantar pesanan untuk pejabat termasuk oleh-oleh tamu Pemkab.

Dikatakan, kemampuan bisnis ini bertahan karena rasa, kebersihan dan ke halal an makanan yang dijual terjaga. Izin Departemen Kesehatan dan Kementerian Agama menjadi bekal dan semangat bisnis ini terus bertahan. Meski, tawan dan jenis makanan lain banyak di pasar.
Mengulik soal rasa, menurut Cik Giok na, dirinya mempertahankan pola masak tradisionil. Dimisalkan memasak otak-otak. Meskipun ada Alat canggih, cepat dan sebagainya, namun membakar dan memasak dengan menggunakan arang menjadi pilihan.
Karena bakaran dan atau memasak otak-otak dengan menggunakan areng mampu menjaga rasa menjadi lebih harum dan mampu menggugah selera.##
Penulis : Risyawiraputra Putra
Editor : Nara
Sumber Berita : Kalianda, Lampung Selatan





![PMII Lampung lakukan demo di halaman kantor DPRD Provinsi Lampung, Senin 29 Juni 2026.[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-29-at-13.07.29-225x129.jpeg)
![Pimpinan DPR bersama jajaran pemerintah mengadakan rapat koordinasi untuk membahas kondisi ekonomi nasional serta upaya menjaga stabilitas fiskal dan moneter di tengah dinamika ekonomi global.[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-29-at-14.02.42-225x129.jpeg)
![Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meminta Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD).[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-29-at-13.03.34-1-225x129.jpeg)
![Jihan Nurlela memastikan Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung akan mulai beroperasi secara penuh dalam dua pekan ke depan setelah seluruh proses administrasi dan persyaratan operasional rampung. [De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-29-at-12.23.33-225x129.jpeg)


![PMII Lampung lakukan demo di halaman kantor DPRD Provinsi Lampung, Senin 29 Juni 2026.[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-29-at-13.07.29-129x85.jpeg)
![Pimpinan DPR bersama jajaran pemerintah mengadakan rapat koordinasi untuk membahas kondisi ekonomi nasional serta upaya menjaga stabilitas fiskal dan moneter di tengah dinamika ekonomi global.[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-29-at-14.02.42-129x85.jpeg)
![Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meminta Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD).[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-29-at-13.03.34-1-129x85.jpeg)
![Jihan Nurlela memastikan Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung akan mulai beroperasi secara penuh dalam dua pekan ke depan setelah seluruh proses administrasi dan persyaratan operasional rampung. [De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-29-at-12.23.33-129x85.jpeg)


