Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Ketua MPR RI sekaligus Pendiri Majelis Taklim Baitus Sholihin Bambang Soesatyo mengajak berbagai pihak, khususnya mereka yang mampu, agar mau memberikan perhatian kepada anak-anak yatim. Tidak hanya di Ramadhan saja, melainkan juga di bulan-bulan selanjutnya.
“Perhatian tidak harus berbentuk santunan saja. Tidak kalah penting adalah memberikan perhatian. Sehingga mereka bisa hidup tanpa kekurangan kasih sayang. Insya Allah, kelak dari para anak-anak yatim ini akan lahir para pemimpin yang amanah, sehingga bisa mendorong kemajuan Indonesia,” ujar Bamsoet saat menghadiri buka puasa dan santunan anak yatim yang diselenggarakan Yayasan Jakarta Berbagi Kasih (Jakarta with Love) di Jakarta, Kamis malam (14/4).
Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini mengajak anak-anak yatim terus memberikan ekspresi rasa cintanya terhadap orang tua yang sudah wafat. Salah satunya dengan rajin memanjatkan doa. Tidak lupa, senantiasa menjadi pribadi yang baik dan mulia, sehingga para orang tua bisa tetap bahagia menyaksikan anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik.
“Walaupun sudah wafat, bukan berarti orang tua tidak bisa menyaksikan perilaku kita di dunia ini. Orang tua yang wafat memang sudah tidak hidup di dunia ini. Melainkan tetap hidup kekal di akhirat, dan yang paling penting, mereka tetap hidup di dalam hati kita masing-masing. Karenanya, jadilah anak baik yang bisa membuat orang tua kalian bangga,” pesan Bamsoet
Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini juga mengajak para anak-anak yatim mendoakan keselamatan bagi bangsa dan negara. Khususnya, agar perekonomian Indonesia bisa segera bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.
“Mari kita bersama berdoa agar bangsa Indonesia selamat dari segala bencana dan marabahaya. Memohon perlindungan dari Allah merupakan salah satu usaha yang bisa kita lakukan. Selain melakukan berbagai usaha lain untuk mencegah dan mengatasi bencana,” pungkas Bamsoet. (*)






![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-225x129.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-225x129.jpeg)
![Alih-alih memegang kamera, Veldesen Yaputra, mahasiswa arsitektur sekaligus kreator konten asal Indonesia, berdiri tenang di depan sebuah bangunan kuno China. Dengan buku sketsa di tangannya, dia secara cermat menggambar kerumitan struktur kayu dan lekukan atap bangunan megah tersebut.[]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.10.57-225x129.jpeg)


![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-129x85.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-129x85.jpeg)


