Antara Kebutuhan dan Keinginan; Belajarlah untuk Berkata ‘‘Cukup’

Jumat, 6 Desember 2024 | 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini Yeindra Devana*
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita dihadapkan pada keputusan untuk memilih antara kebutuhan dan keinginan. Meskipun keduanya memiliki peran penting, memahami perbedaannya dapat membantu kita membuat keputusan yang lebih bijak dalam mengelola sumber daya, seperti waktu dan uang.

Kebutuhan dan keinginan adalah dua konsep yang seringkali membingungkan karena keduanya berhubungan dengan hal-hal yang kita inginkan dalam hidup. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang mendasar. Karena itu, dengan memahami pengertian, perbedaan, serta jenis-jenis dari kebutuhan dan keinginan, ini dapat membantu kamu membuat keputusan yang bijak, terutama dalam hal pengelolaan keuangan. Untuk lebih jelasnya, dalam artikel ini kita akan membahas semua hal mengenai kebutuhan dan keinginan.

Cara membedakan kebutuhan dan keinginan akan membantu Anda menjaga keuangan tetap seimbang dan terencana. Kebutuhan merupakan hal-hal dasar yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup dan kesejahteraan, seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Sementara itu, keinginan adalah hal-hal tambahan yang mungkin dapat meningkatkan kenyamanan atau kepuasan, namun tidak bersifat krusial.

Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia untuk kelangsungan hidup dan mencapai kesejahteraan. Kebutuhan ini meliputi aspek-aspek dasar yang dibutuhkan oleh manusia agar bisa bertahan hidup, seperti pangan, sandang, papan, serta kebutuhan akan kesehatan dan pendidikan. Kebutuhan bersifat mutlak dan harus dipenuhi karena apabila tidak terpenuhi, hal ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan dalam kehidupan seseorang.

Keinginan adalah hasrat untuk memiliki sesuatu demi mencapai kepuasan dan kebahagiaan.Keinginan bersifat subjektif dan tidak selalu harus dipenuhi. Selain itu, keinginan tidak memiliki batasan yang jelas dan seringkali dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti iklan, lingkungan sosial, dan tren. Keinginan juga bisa berubah seiring dengan perkembangan zaman dan kondisi ekonomi seseorang.

Banyak sekali di zaman sekarang anak muda yang tidak memahami kebutuhan dan keinginan untuk diri mereka sendiri, Mereka cenderung menyamakan dua hal tersebut bagi mereka kebutuhan dan keinginan adalah satu hal yang sama untuk mereka penuhi dalam hidup mereka.

Baca Juga:  Siti Fauziah: Perlu Support System Untuk Perempuan Agar Bergerak di Bidang Ekonomi

Kebutuhan dan keinginan yang mereka penuhi tentu tidaklah sama seperti kebutuhan yang harus mereka penuhi untuk diri mereka sendiri yaitu mereka harus utamakan tentang kebutuhan sekolah, Tetapi masih banyak anak muda zaman sekarang lebih mengutamakan keinginan mereka dari pada kebutuhan mereka yaitu keinginan mereka yang sering kali membelanjakan hal-hal seperti barang k-pop, skincare, dan alat make-up.

Ketika seseorang mengutamakan keinginan daripada kebutuhan, hal ini dapat menyebabkan pengeluaran yang tidak terkontrol. Misalnya, memilih membeli barang mewah yang tidak esensial daripada memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan, pendidikan, atau kesehatan. Akibatnya, banyak orang terjebak dalam utang yang sulit dilunasi, yang dapat memperburuk kondisi finansial mereka.

Keinginan sering kali didorong oleh gaya hidup dan konsumsi berlebihan yang dipengaruhi oleh media sosial dan iklan. Jika seseorang terlalu fokus pada pemenuhan keinginan, mereka bisa mengalami perasaan tidak pernah puas. Hal ini berpotensi menimbulkan stres, kecemasan, atau bahkan depresi karena terus-menerus merasa kurang.

Keinginan yang berlebihan sering kali didorong oleh tren konsumerisme yang membuat masyarakat berlomba-lomba menunjukkan status sosial melalui kepemilikan barang tertentu. Fenomena ini dapat memperbesar kesenjangan sosial antara mereka yang mampu membeli barang-barang tersebut dan mereka yang tidak. Akibatnya, muncul ketimpangan yang menciptakan rasa iri atau ketidakadilan.

Hal ini tentu tidak merugikan orang lain tetapi keinginan yang selalu diutamakan pasti selalu merugikan diri sendiri, Mereka tidak pernah memikirkan bahwa keinginan yang mereka penuhi itu bukan suatu kewajiban untuk diri mereka sendiri melainkan hanya suatu keborosan yang belum pantas mereka lakukan untuk seusia mereka sekarang apalagi mereka belum bisa untuk mencari uang sendiri.

Di Zaman sekarang anak muda seharusnya lebih mengerti apa yang mereka butuhkan dan apa yang diinginkan, Banyak hal yang bisa mereka lakukan agar lebih mengutamakan kebutuhan seperti mereka bisa menabung uang itu untuk kebutuhan sekolah, tidak pengaruh oleh orang lain dan bisa mengatur keuangan sesuai apa yang dibutuhkan.

Baca Juga:  Di PKS, Iyay Mirza Nyatakan Komitmennya Soal Persatuan dan Gotong Royong

Jika menurutmu tanpa membeli barang yang saat ini sedang kamu inginkan, tidak mempengaruhi kehidupanmu atau dalam kata lain kehidupan mu bisa berjalan dengan lancar tanpa harus membeli barang tersebut berarti itu adalah keinginan bukan kebutuhan.

Dan sebaliknya jika kamu berfikir jika tidak membeli barang tersebut akan berdampak bagi kehidupan sehari-hari, berarti itu adalah kebutuhan yang wajib untuk dibeli.

Penting bagi Anda untuk memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sebagai langkah krusial dalam mengelola keuangan dengan bijak dan efektif. Memasok kebutuhan sebagai prioritas utama serta secara hati-hati mempertimbangkan dampak jangka panjang dari setiap pengeluaran yang kamu buat akan memungkinkan kamu untuk mencapai stabilitas finansial yang kokoh dan merencanakan masa depan dengan jauh lebih baik dan lebih terarah.

Mengendalikan keinginan tidak berarti kamu harus menghilangkan kebahagiaan atau mengorbankan kualitas hidup kamu, melainkan berfungsi sebagai strategi untuk memastikan bahwa kamu dapat hidup sesuai dengan kemampuan keuangan kamu. Saat ini sambil tetap mempersiapkan diri untuk mencapai tujuan yang lebih besar dan ambisi di masa depan, tanpa terjebak dalam pengeluaran yang tidak perlu atau berisiko.

Hidup adalah tentang memilih prioritas. Kebutuhan adalah hal yang wajib dipenuhi untuk bertahan hidup dan berkembang, seperti makanan, tempat tinggal, pendidikan, atau kesehatan. Sedangkan keinginan adalah hal yang menyenangkan, tapi tidak selalu mendesak atau penting. Jika kamu terus menuruti keinginan tanpa mempertimbangkan kebutuhan, kamu bisa terjebak dalam siklus boros yang sulit diatasi. Belajarlah untuk berkata ‘‘cukup’ pada keinginan dan fokus pada kebutuhan.##

*Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Akuntansi Universitas Jambi


Penulis : Yeindra D


Editor : Fidhelia


Sumber Berita : Jambi

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Polres Lampung Tengah Hadirkan BBM Keliling, Kapolres : Inovasi Bantu Pemudik di Jalinsum
Lestari Moerdijat: Dukung Peningkatan Kompetensi Lulusan Sekolah Kejuruan
HNW Kembali Usulkan Tanggal 3 April sebagai Hari NKRI
Volume Kendaraan yang Melintas di Tol Bakter Capai 564.154 Unit
Lestari: Dorong Peningkatan Kemampuan Dosen
Polres Tulang Bawang Gelar Patroli Wisata
Pemda Harus Proaktif Sosialisasikan SPMB
Eddy Soeparno: Didit Temui Megawati, Meneduhkan
Yeindra D

Berita Terkait

Sabtu, 5 April 2025 - 08:25 WIB

Polres Lampung Tengah Hadirkan BBM Keliling, Kapolres : Inovasi Bantu Pemudik di Jalinsum

Jumat, 4 April 2025 - 20:42 WIB

Lestari Moerdijat: Dukung Peningkatan Kompetensi Lulusan Sekolah Kejuruan

Jumat, 4 April 2025 - 20:38 WIB

HNW Kembali Usulkan Tanggal 3 April sebagai Hari NKRI

Kamis, 3 April 2025 - 21:19 WIB

Volume Kendaraan yang Melintas di Tol Bakter Capai 564.154 Unit

Kamis, 3 April 2025 - 20:48 WIB

Lestari: Dorong Peningkatan Kemampuan Dosen

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Lestari Moerdijat: Dukung Peningkatan Kompetensi Lulusan Sekolah Kejuruan

Jumat, 4 Apr 2025 - 20:42 WIB

#indonesiaswasembada

HNW Kembali Usulkan Tanggal 3 April sebagai Hari NKRI

Jumat, 4 Apr 2025 - 20:38 WIB

#indonesiaswasembada

Volume Kendaraan yang Melintas di Tol Bakter Capai 564.154 Unit

Kamis, 3 Apr 2025 - 21:19 WIB

#indonesiaswasembada

Lestari: Dorong Peningkatan Kemampuan Dosen

Kamis, 3 Apr 2025 - 20:48 WIB