Anggota DPRD Lampung Mustika Bahrum Sosialisasikan Pancasila

Kamis, 19 Juni 2025 | 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESAWARAN – Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK), intens dilakukan oleh anggota DPRD Provinsi Lampung, asal Fraksi Golkar Mustika Bahrum. Dengan tujuan memberikan pendalaman pemahaman tentang Pancasila secara utuh kepada masyarakat, khususnya Warga Desa Paguyuban, Kecamatan Way lima Pesawaran. Sabtu (21/06/2025).

Dalam sambutannya, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Mustika Bahrum mengatakan tujuan utama dari kegiatan sosialisasi Pancasila adalah silaturahmi dengan warga di Dapil Masing-masing. Namun, dikemas melalui kegiatan Resmi DPRD.

“Hari ini, saya sangat berterimakasih kepada warga Paguyuban yang bisa bersilaturahmi dengan saya. Mudah-mudahan, amanah yang diberikan bisa membawa berkah dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Mustika.

Untuk materi Pancasila, Suntan Pengayom Makhga (Gelar Adat Mustika Bahrum) mengatakan dihadapan kita semua sudah hadir narasumber yang memiliki kemampuan menjelaskan secara perinci.

“Nanti, soal materi dijelaskan oleh narasumber. Yang pasti, hari ini saya bersilaturahmi dengan warga Paguyuban,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Risodar AH (Narasumber) mengatakan dasar negara kita adalah Pancasila dan UUD 1945. Setelah kemerdekaan di Proklamasikan, maka dasar negara kita adalah Pancasila.

“Tadi, sudah kita ucapkan sebelm acara, wajib hukumnya mengucapkan dalam kegiatan resmi. Baik sipil, TNI dan Polri, Sekolah2 dan sejenisnya,” kata Risodar AH.

Baca Juga:  Peringati Hari Seni Sedunia 2026 di Museum Gajah, Ibas Dorong Penguatan dan Pemajuan Seni Budaya Kreatif Sebagai Identitas Bangsa

Sementara, Risodar melanjutkan bagi kita masyarakat sipil wajib mengerjakan, mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Bukan hanya sekedar menghapal. Artinya, jangan sampai sikap kita sama seperti anak – anak, hanya sekedar pengucapan.

“Jadi, dengan sosialisasi Pancasila hari ini. Wajib bagi semua anak bangsa terus membudayakan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian,” ungkapnya.

Selain itu, Risodar memaparkan. Perlu diketahui bahwa dalam sila pertama. Yaitu Ketuhanan yang maha Esa. Artinya, semua manusia wajib berTuhan dengan banyak nya agama yang ada di Indonesia. “Persoalan mereka mau beribadah atau tidak, itu hak masing-masing. Tapi, setiap manusia berTuhan sesuai kepercayaan masing-masing,” ujarnya.

Kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Artinya, kita sebagai warga negara yang hidup berdampingan, wajib menghargai, menyayangi satu sama lain. Kemudian, yang Ketiga. Persatuan Indonesia, artinya. Setiap warga negara, mulai dari tingkat RT, sampai negara. Harus bersatu, gotongroyong.

“Persatuan ini penting, tanpa kita bersatu menjadi satu kesatuan. Maka, sulit untuk mencapai tujuan dan kokoh dari segala lini. Perbedaan itu pasti ada, tapi jangan sampai perbedaan dijadikan alat perpecahan antar sesama,” ungkapnya.

Terlebih, Indonesia terdiri banyak pulau. Bahasa, suku, budaya, agama dan ras. Tapi, disatukan oleh Pancasila. Sehingga, kita bisa kuat menatap masa depan. “Boleh kita berbeda agama, suku, bahasa, ras. Tetapi, dipersatukan oleh Pancasila,” tegasnya.

Baca Juga:  Musrenbang RKPD 2027, Perkuat Sinergi Lintas Pemerintahan untuk Akselerasi Pembangunan Daerah

Yang keempat, kebanyakan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Artinya, negara kita adalah negara ber kedaulatan. Sehingga, rakyat merupakan kekuasan tertinggi dalam tatanan pemerintah. Mulai, dari pemilu presiden, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten, Bupati/walikota, gubernur. Sehingga, kedaulatan tertinggi ada ditangan rakyat.

“Artinya, kedaulatan tertinggi ditangan rakyat. Namun, dimandatkan kepada perwakilan. Sehingga, adanya wakil rakyat kita saat ini, yaitu Pak Mustika Bahrum, dengan metode pemilihan langsung. Jadi, Pak Mustika ini, gak bakal jadi kalau tidak dipilih oleh rakyat, ” tegasnya.

Terakhir, adalah Keadilan Sosial Bagi Seluruh rakyat Indonesia. Artinya, tujuan akhir dari Merdeka adalah mencapai kesejahteraan. Tapi, harus diakui bahwa saat ini masih banyak level sejahtera, diantaranya ada miskin, menengah dan kaya.

“Faktanya, saat ini masih banyak masyarakat menerika BLT, PKH, yang digulirkan oleh Pemerintah. Tentu, tujuan pemerintah adalah mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Dengan akhirnya, masyarakat bisa dapat sejahtera,” tegas Risodar.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : DPRD Lampung

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Haryati Calon Tunggal Ketua DPD Golkar Mesuji
Mirza Hadiri Halal bi Halal Perantau Sumbagsel
Firdaus Pimpin JMSI Sumsel
Ketua Komisi I DPRD Kunjungi PMR SMAN 3 Kotabumi, Tekankan Pendidikan Karakter
Blusukan ke Mesuji, Ini Misi Kadis Perindag Provinsi Lampung
Jelang Musda IV, Golkar Mesuji Buka Penjaringan Calon Ketua, Ini Sosok Pendaftar Pertama
Kasus Kematian Andi Setiawan di Metro Utara Sisakan Tanda Tanya, Keluarga Minta Penyelidikan Ulang
Tani Merdeka Sumut Siap Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:45 WIB

Haryati Calon Tunggal Ketua DPD Golkar Mesuji

Sabtu, 25 April 2026 - 19:42 WIB

Mirza Hadiri Halal bi Halal Perantau Sumbagsel

Sabtu, 25 April 2026 - 19:38 WIB

Firdaus Pimpin JMSI Sumsel

Sabtu, 25 April 2026 - 19:35 WIB

Ketua Komisi I DPRD Kunjungi PMR SMAN 3 Kotabumi, Tekankan Pendidikan Karakter

Sabtu, 25 April 2026 - 14:33 WIB

Blusukan ke Mesuji, Ini Misi Kadis Perindag Provinsi Lampung

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Haryati Calon Tunggal Ketua DPD Golkar Mesuji

Sabtu, 25 Apr 2026 - 19:45 WIB

#indonesiaswasembada

Mirza Hadiri Halal bi Halal Perantau Sumbagsel

Sabtu, 25 Apr 2026 - 19:42 WIB

#indonesiaswasembada

Firdaus Pimpin JMSI Sumsel

Sabtu, 25 Apr 2026 - 19:38 WIB

#indonesiaswasembada

Blusukan ke Mesuji, Ini Misi Kadis Perindag Provinsi Lampung

Sabtu, 25 Apr 2026 - 14:33 WIB