Selanjutnya, Perempuan diharapkan mampu mengidentifikasi kekuatan diri yang dapat menjadikan diri mereka sosok yang unggul, tangguh sebagai agen perdamaian dan terakhir, serta memiliki rasa kebanggaan akan bangsa dan negaranya sebagai negara besar.
Sementara itu, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT RI, Mayjen TNI Nisan Setiadi mengatakan bahwa terorisme menjadi ancaman bagi peradaban modern dan merupakan kejahatan bagi perdamaian dan keamanan umat manusia.
“Mohon maaf, teroris bukan agama. Teroris, ya teroris, artinya berbuat kekerasan. Terorisme membajak agama, semua agama melarang dan tidak menghendaki kekerasan,” terang Mayjen Nisan.
Mayjen Nisan juga mengungkapkan, merujuk pada hasil survei yang dilakukan oleh BNPT tahun 2020, bahwa faktor yang paling efektif dalam mereduksi potensi radikalisme secara berturut-turut adalah, inseminasi sosial media, internalisasi kearifan lokal, perilaku kontra radikal dan pola pendidikan keluarga pada anak.
“Para Ibu sangat berperan dalam mendidik anak dan lingkungannya agar tidak terpapar paham radikalisme dan terorisme,” kata Mayjen Nisan.
Hadir dalam acara Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid, Forkopimda Provinsi Lampung, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung Puji Raharjo, Direktur Reskrimum Polda Lampung Kombes Pol. Reynold Hutagalung, Kasatwil Densus 88 Wilayah Lampung, Asisten Pemerintahan & Kesra Qudrotul Ikhwan, Kaban Kesbangpol sekaligus Ketua FKPT Lampung M. Firsada, Staf Ahli Kementerian Kominfo RI Devie Rahmawati, Akademisi Universitas Lampung Handi Mulyaningsih, Perwakilan Organisasi Perempuan, Mahasiswa dan Pelajar. ##
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
















