Dubes Dagmar mengatakan, salah satu kegiatan yang akan mereka selenggarakan adalah pameran dan diskusi seputar aksi solidaritas Kuba di Indonesia itu.
Sementara Teguh Santosa yang juga dosen hubungan internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, mengatakan, dirinya sependapat dengan Dubes Dagmar. Hubungan kedua negara tidak pernah menghalami kendala di tengah perubahan lanskap politik global dan tantangan-tantangan baru di depan mata.
“Upaya untuk menjaga nyala api persahabatan itu harus terus dilanjutkan. Di era digital dan disrupsi informasi saat ini memang ada tantangan baru. Namun peluang baru pun terbuka,” ujar Teguh.
Dalam pertemuan dengan Dubes Dagmar Gonzales Grau, Teguh menyerahkan buku berjudul “Buldozer dari Palestina” yang di tulisnya. Buku ini merupakan salah satu kumpulan wawancara Teguh Santosa dengan duta besar negara sahabat di Jakarta-seperti dirilis jmsinewsnetwork.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya