Laporan : Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Berbuat baik dengan sesama memang banyak caranya, seperti yang dilakukan oleh Yayasan Peduli Kasih KNDJH di Lampung Utara (Lampura) untuk membantu meringankan beban para warga kurang mampu.

Salah satu cara menghimpun dana yakni dengan melakukan kerjasama dengan pihak Manajemen Ramayana Kotabumi dalam pengelolaan lahan parkir disana. Pendapatan tiap bulannya tidak serta-merta diambil dan dinikmati sendiri, melainkan disisihkan untuk berbagi dengan saudara yang tengah membutuhkan.

Salah satu pengelola parkir Ramayana Kotabumi, Hamsah menjelaskan Penghasilan dari pengelolaan lahan parkir tiap bulan, setelah dikurangi setoran ke pihak manajemen, 40 persen digunakan untuk membayar gaji karyawan (sukarelawan) yang bekerja, kemudian 60 persennya digunakan untuk bersedekah.

“Hasil yang terkumpul dibelikan bahan pokok untuk dibagikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan, selain untuk paket sembako, sebagian dana tersebut juga digunakan untuk operasional mobil ambulans gratis yang selama ini selalu ada untuk masyarakat umum yang membutuhkan. Penggunaan ambulans itu sepeserpun tidak ada biayanya, kita manfaatkan hasil dari pengelolaan parkir untuk operasionalnya,” beber Hamsah kepada awak media, Jumat, (04/08).

Senada dengan Hamsah, Hasnita Sari yang juga pengelola parkir mengatakan kegiatan sosial yang dilakukan oleh Yayasan Peduli Kasih KNDJH berkolaborasi dengan Komunitas Jumat Berkah (KJB) bersama Nanang ,Hanafi Rojali yang merupakan pengelola Parkir disana melakukan giat sedekah seperti kegiatan Jumat Berbagi yang membagikan paket sembako rutin setiap minggunya itu sebagian bersumber dari pendapatan atas pengelolaan lahan parkir di Ramayana yang saat ini telah beralih fungsi menjadi Mall Pelayanan Publik (MPP) yang belum lama ini di launching oleh Pemkab setempat.

Baca Juga:  Bangun Sinergitas, APDESI Mesuji Gelar Audensi Dengan Kejaksaan NegeriĀ 

“Tiap hari Jumat, kita ada kegiatan bagi-bagi sembako atau sering dikenal dengan kegiatan Jumat Berbagi. Sasarannya kaum dhuafa, para jompo, pokoknya semua saudara kita yang membutuhkan. Kita enggak pilih-pilih atau pilih kasih. Walaupun tidak banyak, minimal bisa meringankan sedikit beban mereka ditengah keadaan perekonomian yang sulit,” imbuhnya.

Terkahir, dirinya mengajak semua elemen masyarakat untuk tidak berhenti berbuat baik. Berlomba-lomba mencari keberkahan hidup dan setidaknya dapat bermanfaat bagi orang lain.

“Sedekah tidak harus menunggu kaya, memberi air putih satu gelas pada mereka yang kehausan saja mungkin sudah menjadi amal ibadah bagi kita. Kita tidak pernah meminta pengakuan, karena berbuat baik bukan untuk pencitraan, melainkan menambah bekal kita di akhirat kelak,” tandasnya.