Sementara itu, pemilik kandang ayam inisial N mengakui kesalahannya. Menurutnya pekerja kandang tidak bekerja maksimal, sehingga mengakibatkan banyak lalat yang pada akhirnya beterbangan ke lingkungan sekitar.
“Ini kesalahan kami, kesalahan pihak pengelola kandang. Saya usahakan untuk yang akan datang tidak ada lagi wabah lalat,” ujar pemilik kandang, dihadapan para warga.

Anak pemilik kadang ayam broiler juga mengakui tidak maksimal dalam mengelola kandang pembesaran ayam broiler. Hal itu disebabkan ibunya sedang sakit, sehingga tidak maksimal dalam pengawasan operasional usaha.
“Ibu saya sakit, sempat operasi. Jadi mungkin itu yang menyebabkan tidak maksimal mengurus kandang. Sudah diserahkan ke kepala kandang, tapi hasilnya tidak maksimal. Kedepan saya yang akan pegang, dan akan kita kontrol terus kebersihan kandang,” kelitnya.
Dirinya memberikan solusi dengan meminta data warga sekitar yang nantinya akan diberikan kompensasi ayam hasil panen saya periode pembesaran berikutnya.
Pernyataan itu sontak saja ditolak mentah-mentah oleh warga. Semua warga menolak keras dan tidak mau lagi bernegosiasi dengan iming-iming dari pihak kandang.
1 2 3 4 Selanjutnya
Penulis : Rudi Alfian
Editor : Nara
Sumber Berita : Lampung Utara
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya