Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin meminta pejabat publik agar bersikap dewasa dalam membuat pernyataan. Apalagi dalam situasi tahun politik seperti saat ini.
Ma’ruf menyampaikan hal ini merespons viral candaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang mengaitkan bacaan dalam salat tanpa menyebut kata ‘Amin’ dan tahiyat akhir dengan politik.
“Kita ini jangan kayak kanak-kanaklah. Urusan ‘Amin’ itu kan tidak berarti calon (Pilpres). Amin itu dari dulu sudah ada. Kalau orang bilang ‘Waladhollin’ ya mesti jawabnya ‘Amin’. Terus apa, diganti? Ya nggak mungkinlah,” ujar Wapres dalam keterangan di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (20/12).
Mantan Ketua Umum MUI itu meminta untuk tidak mengaitkan bacaan dan gerakan salat dengan masalah politik. Menurutnya, jauh sebelum ada akromin Amin (Anies-Muhaimin), kata ‘amin’ merupakan salah satu bacaan salat.
“Dan semua orang tahu itu kok, saya kira itu nggak usah (dipolitisasi). Seperti itu ya apa ya… jangan seperti kanak-kanaklah. Kita itu alergi terhadap masalah yang sebenarnya, ya bukan untuk itu kan,” Ma’ruf menegaskan.
Ia meminta semua pihak untuk memilah-milah pernyataan dan tidak menjadikan bacaan salat sebagai isu politik.
“Amin itu bukan untuk calon itu, tapi menjawab ucapan kalau orang salat (mengucapkan) ‘waladhollin’, mesti (dijawab) amin. Saya kira tidak jadi isu itu ya,” Ma’ruf menegaskan.
Zulkifli Hasan dalam video yang viral bercanda soal bacaan Al-Fatihah bagi kelompok pendukung paslon Pilpres. Pendukung pasangan nomor urut 2 akan tidak mengucapkan ayat terakhir ‘aamiin’.
Begitu pula saat tasyahud, mereka menjulurkan dua jari, bukan satu jari telunjuk sebagaimana semestinya.##
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.