Wagub Jihan: Literasi Digital Kunci Hadapi Tantangan Era Artificial Intelligence

Rabu, 14 Januari 2026 | 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela membuka kegiatan Pelatihan Artificial Intelligence (AI) Ready ASEAN yang diselenggarakan oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) secara virtual bertempat di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Rabu (14/01/2025).

Wakil Gubernur Jihan Nurlela dalam kesempatan tersebut mengapresiasi peran Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Lampung yang dinilai konsisten mengedukasi masyarakat dalam meningkatkan literasi digital, khususnya terkait perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI).

“Saya ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Mafindo Lampung dan seluruh jejaringnya yang selama ini dengan sabar dan konsisten mengedukasi masyarakat tentang literasi digital,” ujar Jihan.

Ia menambahkan, Mafindo Lampung juga terus berperan aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat, baik di lingkungan pendidikan maupun institusi lainnya, terkait pemanfaatan AI serta kewaspadaan terhadap kejahatan siber. Kegiatan tersebut kerap dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah, sektor swasta, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Hari ini kita hidup di era yang menarik sekaligus menantang. Anak-anak kita mungkin duduk di kamar, tetapi dunianya bisa berkeliling dunia,” ungkapnya.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai sekitar 229 juta orang. Kondisi tersebut menjadikan dunia digital sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan keluarga sehari-hari.

Baca Juga:  BERITA FOTO: Erupsi Krakatau

Menurut Wagub, derasnya arus informasi di internet menghadirkan manfaat sekaligus risiko. Tidak semua informasi yang beredar bersifat benar dan bermanfaat, sehingga peran orang tua menjadi sangat penting dalam mengarahkan dan mendampingi anak dalam penggunaan teknologi digital.

“Pemerintah tidak tinggal diam. Saat ini telah ada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 yang mulai berlaku pada Maret 2026, mengatur penggunaan gawai dan media sosial bagi anak, memperkuat peran orang tua, serta mewajibkan platform digital untuk turut melindungi anak-anak,” jelasnya.

Namun demikian, Jihan menegaskan bahwa regulasi saja tidak cukup tanpa peran aktif keluarga dan sinergi dengan berbagai pihak. Oleh karena itu, kegiatan AI Ready ASEAN untuk Orang Tua dinilai sangat relevan untuk membantu masyarakat memahami teknologi AI secara bijak.

“Saya berharap setelah kegiatan ini, Bapak dan Ibu tidak hanya membawa sertifikat, tetapi juga semangat untuk berbagi ilmu dan menerapkannya dalam mendidik anak, keluarga, sekolah, hingga lingkungan sekitar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, menyampaikan bahwa AI memiliki manfaat besar, namun juga menyimpan risiko yang perlu dipahami dan dimitigasi bersama.

Baca Juga:  Gelaran Budaya, 35 Tahun Hubungan Tiongkok-Brunei

“Kita harus siap menjaring manfaat AI sekaligus siap melakukan mitigasi risikonya. Tidak mungkin kita hanya ingin manfaatnya tanpa memahami risikonya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerangka program AI Ready ASEAN telah disiapkan untuk membantu guru, orang tua, dan siswa agar menjadi masyarakat yang siap menghadapi perkembangan AI secara seimbang dan bertanggung jawab.

Di kesempatan yang sama, Project Manager AI Ready ASEAN, Diera Gala Paksi, menjelaskan bahwa program AI Ready ASEAN merupakan inisiatif regional yang digagas oleh ASEAN Foundation dan didukung penuh oleh google.org, dengan target menjangkau 5,5 juta individu di 10 negara ASEAN.

“Program ini tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga training of trainers, pembelajaran mendalam, serta riset untuk mengukur kompetensi guru, orang tua, dan siswa di seluruh ASEAN,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat tidak menjadikan AI sebagai momok, melainkan sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup.

“Silakan belajar dan mencari tahu tentang AI. Kami berharap AI justru membantu pekerjaan Bapak dan Ibu ke depan serta menghapus stigma negatif terhadap AI,” pungkasnya.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Gubernur Lampung Dorong Unila Jadi Motor Transformasi Ekonomi melalui Hilirisasi
Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi
BMKG Prediksi awal Musim Hujan Bulan November Lebih Lambat
Wamenaker Minta Peserta MagangHub Siap Hadapi Dunia Kerja
Indonesia Lirik Kolaborasi Pengobatan Modern dan Tradisional China
AS Pening, Rudal Iran Tiba 13′-15′ ke Israel dengan Jarak 1.700 Km
Disebut Trump ‘Negara Gagal’, Kuba WO dari Sidang PBB
JMSI Lampung Terima Anugerah Unila Be Strong 2026

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:39 WIB

Gubernur Lampung Dorong Unila Jadi Motor Transformasi Ekonomi melalui Hilirisasi

Rabu, 23 September 2026 - 12:56 WIB

Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Rabu, 23 September 2026 - 12:49 WIB

BMKG Prediksi awal Musim Hujan Bulan November Lebih Lambat

Rabu, 23 September 2026 - 12:33 WIB

Wamenaker Minta Peserta MagangHub Siap Hadapi Dunia Kerja

Rabu, 23 September 2026 - 10:42 WIB

Indonesia Lirik Kolaborasi Pengobatan Modern dan Tradisional China

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:56 WIB

#indonesiaswasembada

BMKG Prediksi awal Musim Hujan Bulan November Lebih Lambat

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:49 WIB

#indonesiaswasembada

Wamenaker Minta Peserta MagangHub Siap Hadapi Dunia Kerja

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:33 WIB