Usai Diperiksa, Sekda dan Asisten I Lampura Bungkam

Selasa, 17 Mei 2022 | 23:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Sekretaris daerah (Sekda), Lekok bersama Asisten I bidang pemerintahan Pemkab Lampura, Mankodri memilih bungkam saat keluar dari ruang unit krimsus Tipidkor Polres Lampura seusai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan suap gratifikasi bimtek, Selasa, (17/05) petang.

Proses pemeriksaan Sekdakab bersama Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Lampura sebagai saksi kasus dugaan suap gratifikasi bimtek kades se-kabupaten Lampura memakan waktu hampir 5 jam di dalam ruang unit krimsus Tipidkor Polres Lampura.

Keduanya terpantau awak media sempat menjalani pemeriksaan secara tertutup sebagai saksi yang dimintai keterangan guna membuat terang kasus dugaan suap gratifikasi di salah satu dinas yang ada di lingkup Pemkab setempat.

Baca Juga:  Satgas MBG Ultimatum SPPG HD Madukoro : Lengkapi Izin Operasional!

Kasus dugaan suap gratifikasi yang sempat mencuat dan membuat heboh publik Lampura atas ditetapkannya oknum Kabid dan Kasi di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lampura beberapa waktu lalu, sepertinya terus berlanjut prosesnya.

Saat awak media mencoba mengkonfirmasi keduanya, baik Lekok maupun Mankodri enggan berkomentar. Lekok terus berlalu menuju mobil yang telah menunggu dihalaman Mapolres setempat sembari mengatakan untuk menanyakan langsung kepada penyidik.

“Tanya ke penyidik aja ya, tanya ke penyidik,” ujar Sekda sembari masuk kedalam mobil.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi Dana BOS SMAN 1 Abung Selatan, Ada Upaya Membungkam Wartawan

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Lampura, AKP Eko Rendi Oktama saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya tengah memeriksa kedua saksi yang notabene merupakan pejabat teras Pemkab Lampura untuk dimintai keterangan terkait proses administrasi kegiatan bimtek tersebut.

“Sampai hari ini total sudah 16 orang yang kita periksa, termasuk dua orang pejabat tinggi dengan inisial L dan M guna membuat terang kasus perkara suap gratifikasi disalah satu dinas yang ada di Kabupaten Lampura. Saat ini tim masih bekerja,” terang Kasat Reskrim.

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Pengelola Tol Bakter Gelar Operasi Microsleep
Presiden Prabowo Gelontorkan Rp 839 Miliar untuk Way Kambas
Misbakhun : OJK jadi Penguat Pengawasan Sistem Keuangan
Badan Pengkajian MPR Gelar FGD, Bahas Penguatan Demokrasi dan Kedaulatan Rakyat
Buka Puasa Bersama, MES Perkuat Sinergi Pemangku Kepentingan Ekonomi Syariah
JMSI Kolaka Raya Berbagi
Musrenbang Penyusunan RKPD Pesawaran 2027, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Dorong Penguatan SDM
TP. PKK Provinsi Lampung Bersama DWP Bagikan 500 Paket Takjil di Hari Terakhir Kegiatan Ramadan Berbagi

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:07 WIB

Pengelola Tol Bakter Gelar Operasi Microsleep

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:03 WIB

Presiden Prabowo Gelontorkan Rp 839 Miliar untuk Way Kambas

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:59 WIB

Misbakhun : OJK jadi Penguat Pengawasan Sistem Keuangan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:59 WIB

Badan Pengkajian MPR Gelar FGD, Bahas Penguatan Demokrasi dan Kedaulatan Rakyat

Sabtu, 14 Maret 2026 - 09:26 WIB

Buka Puasa Bersama, MES Perkuat Sinergi Pemangku Kepentingan Ekonomi Syariah

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Pengelola Tol Bakter Gelar Operasi Microsleep

Sabtu, 14 Mar 2026 - 16:07 WIB

#indonesiaswasembada

Presiden Prabowo Gelontorkan Rp 839 Miliar untuk Way Kambas

Sabtu, 14 Mar 2026 - 16:03 WIB

#indonesiaswasembada

Misbakhun : OJK jadi Penguat Pengawasan Sistem Keuangan

Sabtu, 14 Mar 2026 - 15:59 WIB

#indonesiaswasembada

Buka Puasa Bersama, MES Perkuat Sinergi Pemangku Kepentingan Ekonomi Syariah

Sabtu, 14 Mar 2026 - 09:26 WIB