Tingkatkan Kompetensi Dosen, Lembaga Penjaminan Mutu UIN RIL Susun Instrumen Penilaian Berbasis OBE

Senin, 4 Mei 2026 | 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen Penyusunan Instrumen Penilaian Berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendukung implementasi kurikulum berbasis OBE di lingkungan kampus.Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Andi Thahir, M.A., Ed.D, Senin (04/05/2026). Dalam arahannya, Prof. Andi menegaskan bahwa workshop tersebut merupakan kebutuhan yang mendesak.“Workshop ini memang keharusan yang mendesak, karena kita harus sinergi dengan Rektor. Rektor ingin prodi-prodi di UIN Raden Intan Lampung sudah memiliki akreditasi internasional,” ujarnya.WR I mengakui, implementasi kurikulum OBE di UIN Raden Intan Lampung hingga saat ini masih belum benar-benar landing. Karena itu, ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap substansi kurikulum.“Yang penting kita memahami kontennya. Dengan adanya workshop ini, kita harapkan pemahaman itu semakin kuat,” kata dia.Menurut Prof. Andi, ada dua hal penting yang menjadi kekuatan utama program studi, yakni kurikulum dan akreditasi. Ia mengingatkan bahwa ujung tombak UIN Raden Intan Lampung ada di tingkat program studi, sehingga percepatan pertumbuhan institusi sangat ditentukan dari sana.Dalam workshop ini, lanjutnya, peserta tidak hanya diharapkan memahami konsep OBE secara teoritis, tetapi juga mampu menyusun blueprint atau kisi-kisi asesmen, merancang instrumen penilaian, serta mengembangkan rubrik penilaian yang terukur, transparan, dan aplikatif.Peserta workshop terdiri atas 49 ketua program studi jenjang S1, S2, dan S3, ditambah 9 ketua Gugus Penjaminan Mutu (GPM), serta sejumlah unsur pendukung dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).Ketua LPM Bambang Irfani, Ph.D menjelaskan, kaprodi dan GPM diundang secara khusus karena kegiatan ini berkaitan langsung dengan implementasi kurikulum OBE yang mulai dikerjakan UIN Raden Intan Lampung sejak 2023, namun sampai sekarang dinilai masih belum benar-benar selesai.“Jadi kita sambil belajar. Mohon bimbingan dari narasumber, terutama untuk penyusunan dokumen penilaian. Kalau ini sudah settle, nanti akan dimasukkan ke sistem akademik kita, Siaril. Kita pastikan dulu penyusunan instrumen kita. Kalau sudah oke, baru dimasukkan ke Siaril,” jelasnya.Ia menegaskan, kurikulum pada dasarnya menjadi otoritas program studi, dengan dukungan LPM. Karena itu, kaprodi memiliki peran utama dalam mengelola seluruh dokumen kurikulum dan penilaian.“Berikan yang terbaik. Sehingga saat audit ISO eksternal, atau bahkan akreditasi, dokumen kita sudah siap. Itu harapan kita semua. Persiapkan sebaik-baiknya,” ujar Bambang.Melalui workshop ini, panitia berharap para kaprodi dan GPM memperoleh insight tentang penyusunan instrumen OBE, yang selanjutnya dapat didiseminasikan ke masing-masing program studi. Hasil workshop ini juga akan dievaluasi kembali sebagai bahan pertimbangan tindak lanjut.Workshop dilaksanakan selama empat hari (4-7 Mei 2026) dan dibagi dalam dua angkatan, yakni angkatan I dan angkatan II. Dua hari pertama berlangsung secara luring di Ruang Meeting Lantai 1 Gedung Academic and Research Center UIN Raden Intan Lampung, sedangkan dua hari berikutnya dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.Adapun narasumber atau fasilitator yang dihadirkan dalam workshop ini dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto yakni Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) Prof. Dr. Drs. H. Rohmad, M.Pd., serta Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Dr. Muhammad Nurhalim, M.Pd.Selama workshop, peserta mendapatkan rangkaian materi yang cukup lengkap, mulai dari pre-test, landasan konseptual Outcome Based Education di perguruan tinggi, rumusan CPMK, Sub-CPMK dan indikator, dan penyusunan blueprint atau kisi-kisi asesmen.Kemudian, materi lainnya yakni pengembangan soal pilihan ganda berbasis HOTS, asesmen kinerja (performance assessment), pengembangan portofolio dan proyek, self-assessment, peer assessment, rubrik penilaian berbasis outcome, post-test, review seluruh rangkaian kegiatan, hingga presentasi portofolio workshop.[De]

BANDAR LAMPUNG – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen Penyusunan Instrumen Penilaian Berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendukung implementasi kurikulum berbasis OBE di lingkungan kampus.Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Andi Thahir, M.A., Ed.D, Senin (04/05/2026). Dalam arahannya, Prof. Andi menegaskan bahwa workshop tersebut merupakan kebutuhan yang mendesak.“Workshop ini memang keharusan yang mendesak, karena kita harus sinergi dengan Rektor. Rektor ingin prodi-prodi di UIN Raden Intan Lampung sudah memiliki akreditasi internasional,” ujarnya.WR I mengakui, implementasi kurikulum OBE di UIN Raden Intan Lampung hingga saat ini masih belum benar-benar landing. Karena itu, ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap substansi kurikulum.“Yang penting kita memahami kontennya. Dengan adanya workshop ini, kita harapkan pemahaman itu semakin kuat,” kata dia.Menurut Prof. Andi, ada dua hal penting yang menjadi kekuatan utama program studi, yakni kurikulum dan akreditasi. Ia mengingatkan bahwa ujung tombak UIN Raden Intan Lampung ada di tingkat program studi, sehingga percepatan pertumbuhan institusi sangat ditentukan dari sana.Dalam workshop ini, lanjutnya, peserta tidak hanya diharapkan memahami konsep OBE secara teoritis, tetapi juga mampu menyusun blueprint atau kisi-kisi asesmen, merancang instrumen penilaian, serta mengembangkan rubrik penilaian yang terukur, transparan, dan aplikatif.Peserta workshop terdiri atas 49 ketua program studi jenjang S1, S2, dan S3, ditambah 9 ketua Gugus Penjaminan Mutu (GPM), serta sejumlah unsur pendukung dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).Ketua LPM Bambang Irfani, Ph.D menjelaskan, kaprodi dan GPM diundang secara khusus karena kegiatan ini berkaitan langsung dengan implementasi kurikulum OBE yang mulai dikerjakan UIN Raden Intan Lampung sejak 2023, namun sampai sekarang dinilai masih belum benar-benar selesai.“Jadi kita sambil belajar. Mohon bimbingan dari narasumber, terutama untuk penyusunan dokumen penilaian. Kalau ini sudah settle, nanti akan dimasukkan ke sistem akademik kita, Siaril. Kita pastikan dulu penyusunan instrumen kita. Kalau sudah oke, baru dimasukkan ke Siaril,” jelasnya.Ia menegaskan, kurikulum pada dasarnya menjadi otoritas program studi, dengan dukungan LPM. Karena itu, kaprodi memiliki peran utama dalam mengelola seluruh dokumen kurikulum dan penilaian.“Berikan yang terbaik. Sehingga saat audit ISO eksternal, atau bahkan akreditasi, dokumen kita sudah siap. Itu harapan kita semua. Persiapkan sebaik-baiknya,” ujar Bambang.Melalui workshop ini, panitia berharap para kaprodi dan GPM memperoleh insight tentang penyusunan instrumen OBE, yang selanjutnya dapat didiseminasikan ke masing-masing program studi. Hasil workshop ini juga akan dievaluasi kembali sebagai bahan pertimbangan tindak lanjut.Workshop dilaksanakan selama empat hari (4-7 Mei 2026) dan dibagi dalam dua angkatan, yakni angkatan I dan angkatan II. Dua hari pertama berlangsung secara luring di Ruang Meeting Lantai 1 Gedung Academic and Research Center UIN Raden Intan Lampung, sedangkan dua hari berikutnya dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.Adapun narasumber atau fasilitator yang dihadirkan dalam workshop ini dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto yakni Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) Prof. Dr. Drs. H. Rohmad, M.Pd., serta Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Dr. Muhammad Nurhalim, M.Pd.Selama workshop, peserta mendapatkan rangkaian materi yang cukup lengkap, mulai dari pre-test, landasan konseptual Outcome Based Education di perguruan tinggi, rumusan CPMK, Sub-CPMK dan indikator, dan penyusunan blueprint atau kisi-kisi asesmen.Kemudian, materi lainnya yakni pengembangan soal pilihan ganda berbasis HOTS, asesmen kinerja (performance assessment), pengembangan portofolio dan proyek, self-assessment, peer assessment, rubrik penilaian berbasis outcome, post-test, review seluruh rangkaian kegiatan, hingga presentasi portofolio workshop.[De]

BANDAR LAMPUNG – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen Penyusunan Instrumen Penilaian Berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendukung implementasi kurikulum berbasis OBE di lingkungan kampus.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Andi Thahir, M.A., Ed.D, Senin (04/05/2026). Dalam arahannya, Prof. Andi menegaskan bahwa workshop tersebut merupakan kebutuhan yang mendesak.

“Workshop ini memang keharusan yang mendesak, karena kita harus sinergi dengan Rektor. Rektor ingin prodi-prodi di UIN Raden Intan Lampung sudah memiliki akreditasi internasional,” ujarnya.

WR I mengakui, implementasi kurikulum OBE di UIN Raden Intan Lampung hingga saat ini masih belum benar-benar landing. Karena itu, ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap substansi kurikulum.

“Yang penting kita memahami kontennya. Dengan adanya workshop ini, kita harapkan pemahaman itu semakin kuat,” kata dia.

Menurut Prof. Andi, ada dua hal penting yang menjadi kekuatan utama program studi, yakni kurikulum dan akreditasi. Ia mengingatkan bahwa ujung tombak UIN Raden Intan Lampung ada di tingkat program studi, sehingga percepatan pertumbuhan institusi sangat ditentukan dari sana.

Dalam workshop ini, lanjutnya, peserta tidak hanya diharapkan memahami konsep OBE secara teoritis, tetapi juga mampu menyusun blueprint atau kisi-kisi asesmen, merancang instrumen penilaian, serta mengembangkan rubrik penilaian yang terukur, transparan, dan aplikatif.

Baca Juga:  Kejari Lamtim Dalami Kasus Korupsi Tambang Pasir

Peserta workshop terdiri atas 49 ketua program studi jenjang S1, S2, dan S3, ditambah 9 ketua Gugus Penjaminan Mutu (GPM), serta sejumlah unsur pendukung dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).

Ketua LPM Bambang Irfani, Ph.D menjelaskan, kaprodi dan GPM diundang secara khusus karena kegiatan ini berkaitan langsung dengan implementasi kurikulum OBE yang mulai dikerjakan UIN Raden Intan Lampung sejak 2023, namun sampai sekarang dinilai masih belum benar-benar selesai.

“Jadi kita sambil belajar. Mohon bimbingan dari narasumber, terutama untuk penyusunan dokumen penilaian. Kalau ini sudah settle, nanti akan dimasukkan ke sistem akademik kita, Siaril. Kita pastikan dulu penyusunan instrumen kita. Kalau sudah oke, baru dimasukkan ke Siaril,” jelasnya.

Ia menegaskan, kurikulum pada dasarnya menjadi otoritas program studi, dengan dukungan LPM. Karena itu, kaprodi memiliki peran utama dalam mengelola seluruh dokumen kurikulum dan penilaian.

“Berikan yang terbaik. Sehingga saat audit ISO eksternal, atau bahkan akreditasi, dokumen kita sudah siap. Itu harapan kita semua. Persiapkan sebaik-baiknya,” ujar Bambang.

Melalui workshop ini, panitia berharap para kaprodi dan GPM memperoleh insight tentang penyusunan instrumen OBE, yang selanjutnya dapat didiseminasikan ke masing-masing program studi. Hasil workshop ini juga akan dievaluasi kembali sebagai bahan pertimbangan tindak lanjut.

Baca Juga:  Lampung Perkuat Transparansi Pengadaan Melalui Digitalisasi

Workshop dilaksanakan selama empat hari (4-7 Mei 2026) dan dibagi dalam dua angkatan, yakni angkatan I dan angkatan II. Dua hari pertama berlangsung secara luring di Ruang Meeting Lantai 1 Gedung Academic and Research Center UIN Raden Intan Lampung, sedangkan dua hari berikutnya dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.

Adapun narasumber atau fasilitator yang dihadirkan dalam workshop ini dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto yakni Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) Prof. Dr. Drs. H. Rohmad, M.Pd., serta Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Dr. Muhammad Nurhalim, M.Pd.

Selama workshop, peserta mendapatkan rangkaian materi yang cukup lengkap, mulai dari pre-test, landasan konseptual Outcome Based Education di perguruan tinggi, rumusan CPMK, Sub-CPMK dan indikator, dan penyusunan blueprint atau kisi-kisi asesmen.

Kemudian, materi lainnya yakni pengembangan soal pilihan ganda berbasis HOTS, asesmen kinerja (performance assessment), pengembangan portofolio dan proyek, self-assessment, peer assessment, rubrik penilaian berbasis outcome, post-test, review seluruh rangkaian kegiatan, hingga presentasi portofolio workshop.[]


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Pimpin Gerakan Radin Inten Asri, Gubernur Mirza Perkuat Budaya Gotong Royong Jaga Pesisir Lampung
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Apresiasi Prestasi Internasional Riski Muhammad Ivan, Siswa MAN 1 Bandar Lampung di Bidang Keamanan Siber
RSUD Bob Bazar Rilis Ciri-Ciri Jenazah Tanpa Identitas di Pesisir Ketapang, Warga Diminta Sebarkan Informasi Ini
Pemprov Lampung Perkuat SDM Desa Melalui Pelatihan Vokasi Gerakan Cipta Ekonomi Produktif 2026
Wagub Jihan Tinjau Langsung Calon Siswa Sekolah Rakyat, Wujud Komitmen Pemerintah Mengawal Masa Depan Generasi Muda Lampung
Kunjungi Calon Siswi Sekolah Rakyat di Lampung Timur, Wagub Jihan Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Menuju Masa Depan yang Lebih Baik
Gubernur Lampung Dianugerahi Tongkat Pusaka dan Lencana Kerajaan Paksi Pak Sekala Bekhak
Pemprov Lampung Perkuat SDM Desa Melalui Pelatihan Vokasi Gerakan Cipta Ekonomi Produktif 2026
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:19 WIB

Pimpin Gerakan Radin Inten Asri, Gubernur Mirza Perkuat Budaya Gotong Royong Jaga Pesisir Lampung

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:11 WIB

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Apresiasi Prestasi Internasional Riski Muhammad Ivan, Siswa MAN 1 Bandar Lampung di Bidang Keamanan Siber

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:18 WIB

RSUD Bob Bazar Rilis Ciri-Ciri Jenazah Tanpa Identitas di Pesisir Ketapang, Warga Diminta Sebarkan Informasi Ini

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:31 WIB

Pemprov Lampung Perkuat SDM Desa Melalui Pelatihan Vokasi Gerakan Cipta Ekonomi Produktif 2026

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:19 WIB

Wagub Jihan Tinjau Langsung Calon Siswa Sekolah Rakyat, Wujud Komitmen Pemerintah Mengawal Masa Depan Generasi Muda Lampung

Berita Terbaru