Tiket Mahal, Musa Rajekshah Pulang ke Medan Liwat Malaysia

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Musa Rajekshah

Musa Rajekshah

ANGGOTA Komisi V DPR RI Musa Rajekshah harus pulang kampung-Sumatera Utara harus berkeliling via Malaysia. Karena harga tiketnya lebih murah. Ini semua karena harga avtur yang gak menentu, berdampak pada harga tiket penerbangan domestik ancur-ancuran alias tinggi banget.

“Harga penerbangan tiket yang melonjak yang kita tidak tahu apa penyebabnya kalau sekarang ini memang karena avtur harga yang naik. Tapi sebelum-sebelumnya juga harga tiket naik. Ini juga yang selalu menjadi pertanyaan,” ujar Musa dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke kantor AirNav Indonesia di Kompleks Bandara Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta, Tangerang (22/5/2026).

Baca Juga:  Transportasi Nasional Harus Berorientasi Keselamatan Manusia

Ia menegaskan Komisi V ingin memastikan pemerintah memiliki mekanisme pengawasan yang jelas terhadap batas kenaikan harga tiket pesawat agar masyarakat tidak terus dibebani tarif yang tidak terkendali. “Kami (Komisi V) berharap bisa mengawasi dan pemerintah khususnya pemerintah yang berhubungan bisa melihat berapa sih ambang batas atas kenaikan tiket atau batas bawah kenaikan harga tiket,” lanjutnya.

Legislator dari daerah pemilihan Sumatera Utara I itu juga menyoroti fenomena masyarakat yang memilih penerbangan transit melalui Malaysia atau Singapura karena tarifnya dinilai lebih murah dibanding penerbangan langsung domestik menuju Sumatera. “Ya kita berulang kali ya, saya khususnya karena dapil di Sumatera Utara mengalami hal yang memang kita lihat penerbangan penuh kita pindah ke jalur. Ngambil internasional terdekat Malaysia-Singapura ternyata lebih murah,” katanya.

Baca Juga:  Kapolres Mesuji Tinjau Lokasi Pasca Perusakan dan Pembakaran Ponpes Nurul Jadid

Menurut Musa, kondisi tersebut menjadi ironi karena masyarakat justru harus menggunakan jalur internasional untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau. Ia mempertanyakan faktor-faktor yang menyebabkan disparitas tarif tersebut, mulai dari biaya ground handling hingga harga avtur di dalam negeri.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Judulnya; Mirza Minta PMII Lakukan Pemberdayaan Ekonomi Desa
Jihan Minta KOHATI Lakukan Penguatan Kepemimpian Perempun Muda
Jumlah Penerima PKH Lampung 391.826 Keluarga
Penanggulangan TBC Jadi Prioritas, Wagub Jihan Minta RAD TBC Segera Dituntaskan
Pemkab Lampung Utara Matangkan Persiapan HUT ke-80, Intji Indriani: Dongkrak Perekonomian Lewat UMKM
SISWA KELAS 6 SD HAFAL QUR’AN 24 JUZ
Tol Bakter Gelar Sosialisasi Pengelolaan Limbah di Rest Area
Bertemu Bupati Pringsewu, JMSI Lampung Bahas Festival Keris Pusaka Nusantara 

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:14 WIB

Judulnya; Mirza Minta PMII Lakukan Pemberdayaan Ekonomi Desa

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:13 WIB

Jihan Minta KOHATI Lakukan Penguatan Kepemimpian Perempun Muda

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:39 WIB

Jumlah Penerima PKH Lampung 391.826 Keluarga

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:54 WIB

Penanggulangan TBC Jadi Prioritas, Wagub Jihan Minta RAD TBC Segera Dituntaskan

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:42 WIB

Pemkab Lampung Utara Matangkan Persiapan HUT ke-80, Intji Indriani: Dongkrak Perekonomian Lewat UMKM

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Judulnya; Mirza Minta PMII Lakukan Pemberdayaan Ekonomi Desa

Jumat, 5 Jun 2026 - 15:14 WIB

#indonesiaswasembada

Jihan Minta KOHATI Lakukan Penguatan Kepemimpian Perempun Muda

Jumat, 5 Jun 2026 - 15:13 WIB

#indonesiaswasembada

Jumlah Penerima PKH Lampung 391.826 Keluarga

Jumat, 5 Jun 2026 - 14:39 WIB