Tiga Kasus Menonjol 2023, Kapolda Lampung Akui Belum Sempurna

Selasa, 19 Desember 2023 | 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Nara J Afkar
BANDARLAMPUNG – Menjelang akhir tahun 2023, Polda Lampung mengakui masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki tahun depan.

Kekurangan tersebut terkait sejumlah kasus maupun momen menonjol yang menjadi catatan khusus oleh Polda Lampung sebagai refleksi tahun 2023 ini.

Kapolda Lampung Inspektur Jenderal (Irjen) Helmy Santika menyebut diksi “refleksi” berarti adalah bercermin.

“Melihat di cermin, apa yang sudah kita lakukan dan belum kita lakukan,” kata Helmy dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2023 Pemprov Lampung di Hotel Novotel, Senin (18/12).

Dalam hal bercermin, Helmy mengatakan, apa yang terlihat adalah kebalikan. Dia menganalogikan sebagai kaum ibu yang sedang berias.

“Ibu-ibu kalau sedang bercermin pasang alis, kalau alisnya sudah benar tidak akan bercermin lagi. Tapi kalau alisnya belum betul dia akan terus,” katanya.

Sehingga, dalam menyampaikan refleksi capaian tahun 2023, Helmy mengaku tidak akan memberikan poin keberhasilan mereka.

Baca Juga:  Menhan Israel Ancam Rebut Lebih Banyak Wilayah

“Yang baik biarlah itu baik kita pertahankan kita tingkatkan. Saya ingin jujur, menyampaikan bahwa kami Polda Lampung selaku penanggung jawab di bidang kamtibmas, masih banyak kekurangan,” kata Helmy.

Menurut Helmy, sejumlah kasus menonjol menjadi catatan Polda Lampung menjelang akhir tahun 2023. Kasus-kasus ini mulai dari narkoba hingga korupsi proyek nasional.

Helmy mengatakan ada beberapa kasus yang perlu diberi “huruf tebal” selama tahun 2023.

Pertama adalah kasus jaringan narkotika internasional dibawah kendali Fredy Pratama dan jaringan Aceh.

Empat orang tahanan jaringan Aceh ini kabur dari rutan Mapolda Lampung pada awal Desember 2023 lalu.

“Alhamdulilah sudah tertangkap orang yang menjemput dan sebagainya. Mudah-mudahan semuanya (tahanan) bisa kembali kita dapatkan (tangkap),” katanya.

Kemudian kasus korupsi di proyek nasional bendungan Margatiga, Lampung Timur.

Baca Juga:  Israel Perintahkan Militernya buru Pelaku Serangan 7 Oktober

“Ini yang menjadi PR terkait Margatiga
Pak Gubernur memberikan atensi penuh, Pak Presiden juga,” katanya.

Potensi korupsi dalam proyek nasional ini mencapai ratusan miliar. Kasus ini masih dalam proses penyidikan Ditreskrimsus Polda Lampung.

“Urusan tindak pidana korupsi sudah kita tangani, tetapi proses penegakan hukum tidak boleh menggangu pekerjaan proyek nasional,” katanya.

Masalah lain di Lampung yang menonjol adalah sengketa lahan. Helmy mengatakan, dari data ATR/BPN, Provinsi Lampung menduduki nomor 4 masalah sengketa lahan tertinggi.

Menurut Helmy, sengketa lahan ini sangat mudah memicu konflik horizontal di masyarakat. Dia mencontohkan kasus sengketa lahan PT Bumi Sentosa Abadi (PT BSA) dengan warga tiga kampung di Lampung Tengah.

“Kalau sengketa lahan bisa diselesaikan satu persatu maka akan memberikan iklim investasi yang baik,” katanya.##

 

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Pemilu Sela AS, Ditengah Harga Bensin Menjulang Tinggi
Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
PLN UID Lampung Perkuat Pelayanan Masyarakat melalui Kolaborasi Edukasi Kelistrikan.
Pengerahan Prajurit TNI Dalam Jumlah Besar Ke Jakarta Untuk Mempertebal Pengamanan
DPR Minta Presiden Prabowo Cabut Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Listyo Sigit
Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Alam
Gubernur Lampung Siapkan Tiga Langkah Perkuat Investasi, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Menatap Realitas Baru: Konsensus Dewan Keamanan PBB dan Urgensi Transformasi Misi MINURSO

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:49 WIB

Pemilu Sela AS, Ditengah Harga Bensin Menjulang Tinggi

Rabu, 4 November 2026 - 19:34 WIB

Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global

Rabu, 4 November 2026 - 18:48 WIB

PLN UID Lampung Perkuat Pelayanan Masyarakat melalui Kolaborasi Edukasi Kelistrikan.

Rabu, 4 November 2026 - 18:32 WIB

Pengerahan Prajurit TNI Dalam Jumlah Besar Ke Jakarta Untuk Mempertebal Pengamanan

Rabu, 4 November 2026 - 18:27 WIB

DPR Minta Presiden Prabowo Cabut Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Listyo Sigit

Berita Terbaru

Para pemilih mengantre di sebuah tempat pemungutan suara untuk pemungutan suara awal di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS), pada 30 Oktober 2026, beberapa hari sebelum hari pemilu sela AS yang jatuh pada 3 November. (Xinhua)

Berita Utama

Pemilu Sela AS, Ditengah Harga Bensin Menjulang Tinggi

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:49 WIB