Tewaskan 3 Personil TNI, MPR Kutuk Keras Serangan Israel

Rabu, 1 April 2026 | 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketua MPR RI Ahmad Muzani atas nama 732 anggota MPR mengutuk keras aksi Israel melakukan pengeboman di Lebanon Selatan yang menyebabkan gugurnya tiga anggota TNI. Ketiga anggota TNI yang gugur, saat menjalankan tugas konstitusional melaksanakan misi pasukan perdamaian PBB, itu adalah Praka Farizal Rhomadhon (gugur pada 29 Maret 2026) Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan (masing-masing gugur pada 30 Maret 2026)

“Majelis Permusyawaratan Rakyat mendesak PBB segera menggelar sidang untuk menyelidiki dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel,” kata Muzani menambahkan.

Pernyataan itu disampaikan ketua MPR Ahmad Muzani pada jumpa press, yang berlangsung di Gedung Nusantara 3 komplek MPR DPR, Senayan Jakarta, Selasa (31/3/2026). Turut hadir pada jumpa press itu, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Lestari Moerdijat, Edhie Baskoro Yudhoyono dan Abcandra Muhammad Akbar Supratman.

Baca Juga:  Israel Perintahkan Militernya buru Pelaku Serangan 7 Oktober

Pada kesempatan itu, Muzani juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban baik yang gugurnya dan juga yang mengalami luka saat mengemban mandat PBB di Lebanon Selatan.

Selanjutnya MPR mengusulkan kepada pemerintah untuk memberi penghargaan kepada seluruh anggota TNI yang gugur dan terluka, serta keluarga yang ditinggalkan. Sesuai amanat konstitusi yang memerintahkan untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia.

Baca Juga:  Menlu Arab Saudi Berharap Hormuz Kembali Pulih

“MPR mengusulkan kepada pemerintah Indonesia untuk menarik pasukannya dari misi perdamaian PBB, di Lebanon Selatan, karena daerah tersebut membahayakan bagi keselamatan anggota TNI,” ujar Muzani.

Menurut Muzani, MPR perlu menyampaikan pandangan tersebut agar diketahui masyarakat banyak. Apalagi jika tidak ada jaminan keamanan dan berpotensi menyebabkan korban dari kalangan anggota TNI yang tengah mengemban misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Romy Agus


Sumber Berita : MPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme
Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia
Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep
Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang
Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM
Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Berita Terbaru

Berita Utama

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:37 WIB

Berita Utama

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Okt 2026 - 18:45 WIB