JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid atau HNW kembali menerima kunjungan Pimpinan Forum Lintas Ormas (FLO) yang dipimpin Ketua Umum Juaini Yusuf di Ruang Kerja, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, HNW menekankan pentingnya peran Ormas menjaga kerukunan di Jakarta sebagai kota besar yang menjadi barometer nasional dan bahkan sudah dicanangkan sebagai Kota Global. Ia berharap Jakarta, dan Indonesia secara umum, tetap berada dalam kondisi aman dan harmonis, sekalipun sekarang konflik global terjadi seperti di kawasan Timur Tengah.
Menurut dia, konflik global seperti perang yang melibatkan Israel, Amerika dan Iran yg bisa menghancurkan harmoni antar bangsa dan negara seharusnya menjadi pelajaran penting bagi bangsa Indonesia apalagi di Jakarta, agar Indonesia terus memperkuat persatuan di dalam negeri.
HNW mengungkapkan bahwa dirinya sempat menyampaikan gagasan dalam rapat Komisi VIII DPR RI agar ibadah haji yang melibatkan masyarakat global dan akan berlaku sebentar lagi, dapat dimanfaatkan Indonesia sebagai instrumen diplomasi untuk menghentikan perang dan mendorong terjadinya perdamaian dunia.
“Harusnya Indonesia sesuai amanat Konstitusi, dapat menjadikan haji ini sebagai diplomasi untuk hadirkan perdamaian dan menghentikan perang. Sampaikan kepada pihak-pihak yang berperang, berhentilah perang, hormati hak asasi masyarakat global unt laksanakan agama, dengan orang Islam melaksanakan ibadah haji ke Mekah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ibadah haji melibatkan umat Muslim dari berbagai negara, termasuk negara-negara yang tengah berkonflik. Karena itu, momentum tersebut dinilai strategis untuk melaksanakan konstitusi hadirkan perdamaian dan mendorong penghentian konflik.
“Kalau mereka berhenti perang karena alasan haji, dan karenanya merasakan perdamaian yang berkah, mudah-mudahan setelah itu tidak perang lagi,” kata politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Ia menambahkan, upaya menjaga kedamaian global sejalan dengan kepentingan nasional, termasuk untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi masyarakat Jakarta dan Indonesia secara luas.
*Jakarta sebagai Miniatur Keberagaman
Lebih lanjut, HNW menilai Jakarta memiliki karakter sebagai kota yang sejak lama hidup dalam keberagaman. Hal ini tercermin dari keberadaan berbagai komunitas berbasis daerah yang diakui bahkan menjadi identitas nama seperti Kampung Ambon, Kampung Jawa, Kampung Makassar, hingga Kampung Bali.
Menurut dia, keberagaman tersebut harus terus dijaga oleh semua pihak termasuk oleh Ormas2 yg ada di Jakarta, sebagai kekuatan sosial.
“Fitrah kita sebagai warga Jakarta itu memang toleran dan guyub. Dengan semangat Idul Fitri, kita ingin mengembalikan fitrah Jakarta itu yakni semangat kebersamaan,” ujarnya.
Karenanya ia mengapresiasi peran organisasi kemasyarakatan (ormas) yang bisa menjadi wadah penting dalam memperkuat persaudaraan dan persatuan di tengah keberagaman.
HNW menegaskan bahwa keberagaman ormas, baik berbasis agama, budaya, profesi, maupun kepemudaan, merupakan potensi besar untuk membangun kolaborasi demi kepentingan masyarakat Jakarta dan Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum FLO Juaini Yusuf menyampaikan undangan kepada Hidayat untuk menghadiri acara halal bihalal yang direncanakan berlangsung pada 18 April 2026 di Jakarta Barat.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat soliditas antarormas sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah.
“Harapannya Pak Kiai (HNW) bisa hadir sebagai Dewan Pembina, untuk menyemangati teman-teman ormas yang sekarang mulai guyub,” ujarnya.
FLO, lanjutnya, saat ini menghimpun banyak organisasi dari berbagai latar belakang. Kepanitiaan acara halal bihalal tersebut juga akan melibatkan perwakilan dari berbagai ormas, dengan target partisipasi sekitar 300 peserta.
Menanggapi hal tersebut, HNW mengapresiasi undangan tersebut. Ia juga mendorong agar Forum Lintas Ormas tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat.
Ia menilai, ormas perlu memetakan berbagai persoalan riil di Jakarta, seperti masalah narkoba, tawuran, judol, pinjol, terorisme, radikalisme, tawuran, dan kejahatan ethika dan sosial lainnya.
“Perlu dipetakan masalah di Jakarta itu apa yang paling dominan, sehingga setiap ormas bisa memberikan kontribusi yang efektif dan terukur,” katanya
HNW juga menekankan pentingnya memanfaatkan momentum hari-hari besar nasional dan keagamaan, seperti Idul Fitri, Hari Kartini, dan Hari Pendidikan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional, Hari Kartini, Hari Olahraga Nasional, Hari Bela Negara dll sebagai sarana memperkuat soliditas antarormas menuju solidaritas antar warga.
“Dengan keragaman ratusan ormas, jika fokus pada isu-isu spesifik, maka perannya akan besar dalam menjadikan Jakarta lebih baik,” ujarnya.
Ia berharap, sinergi antara ormas dan pemerintah dapat terus ditingkatkan sehingga Jakarta tidak hanya menjadi kota yang aman dan tertib, tetapi juga menjadi contoh kerukunan, kemajuan dan gotongroyong, bagi daerah lain di Indonesia.(*)
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Desty
Sumber Berita : MPR RI
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
















