JAKARTA — Hari Pers Nasional (HPN) bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, HPN adalah ajang refleksi bagi masyarakat pers nasional untuk mengevaluasi kualitas karya jurnalistik dan sumbangan pers pada kehidupan bangsa negara.
Di era digital saat ini, HPN juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kredibilitas, independensi, serta memerangi maraknya berita bohong (hoax) dan informasi menyesatkan serta ujaran kebencian di tengah masyarakat.
Demikian antara lain yang dibicarakan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Akhmad Munir dan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa dalam pertemuan di kantor PWI, Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.
Teguh yang hadir memenuhi undangan PWI didampingi Ketua Harian JMSI Ari Rahman. Adapun Akhmad Munir didampingi Sekjen PWI Marthen Selamet Susanto, Wakil Sekjen PWI Kadirah, dan Ketua Bidang Pendidikan Agus Sudibyo.
Dalam Keputusan Presiden No. 5 Tahun 1985, HPN ditetapkan pada tanggal 9 Februari. Namun untuk HPN 2027, karena 9 Februari diperkirakan bersamaan dengan bulan puasa Ramadhan, HPN akan dilaksanakan pada bulan April 2027.
HPN 2027 yang akan dilaksanakan di Provinsi Lampung juga digelar bersamaan dengan Pekan Olah Raga Wartawan Nasional (Porwanas).
“Secara umum HPN juga menyoroti pentingnya peningkatan profesionalisme yang sejalan dengan kesejahteraan ekonomi para pekerja media agar tetap teguh menjalankan prinsip independensi,” urai mantan Direktur Utama Perum LKBN Antara yang kini dipercaya menjadi Ketua Dewan Pengawas Antara.
“Kami ingin agar HPN 2027 nanti bisa lebih inklusif dan melibatkan semua konstituen Dewan Pers,” ujar Akhmad Munir yang diamini Teguh Santosa.
Adapun Agus Sudibyo menambahkan, inklusifitas HPN 2027 akan dimulai dari proses perencanaan, penyusunan program, hingga pelaksanaan. Sementara kick off HPN 2027, sambungnya, akan dilakukan pada bulan November 2027.
Dalam pertemuan, Teguh yang pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Luar Negeri PWI (2013-2018) dan Anggota Dewan Kehormatan (2018-2020) membagikan pengalamannya saat memimpin Panitia HPN 2016 di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
HPN 2016 diramaikan berbagai kegiatan monumental seperti pelayaran wartawan yang diikuti hampir 300 wartawan dari Darmaga Madura Ujung Surabaya menuju Lombok dengan menggunakan KRI Makassar-590. Selain unsur pimpinan PWI, Menteri Komunikasi dan Informatika saat itu, Rudiantara, juga ikut dalam pelayaran.
Dalam perjalanan dari Surabaya menuju Lombok, panitia menyelenggarakan berbagai kegiatan di atas kapal, seperti shalat Jumat, seminar, lomba stand up comedy, dan olah raga pernafasan.
Kegiatan monumental HPN 2016 lainnya adalah Business Forum yang dihadiri lebih dari 30 Duta Besar negara sahabat.
“JMSI mendukung penuh penyelenggaraan HPN 2027. Saya yakin, HPN 2027 akan lebih hebat,” ujar Teguh. []
Penulis : Nara J Afkar
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta
















