Syarief Hasan: BNI Cetak Laba, Cambuk dan Tantangan Bagi BUMN Lainnya

Selasa, 2 Agustus 2022 | 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan ikut mengapresiasi kinerja positif yang dicatat Bank BNI. Sepanjang semester pertama 2022, jumlah kredit yang disalurkan sebanyak Rp620,42 triliun, tumbuh sebesar 8,9 % year on year.

Tren ini juga terlihat dalam pertumbuhan kuartal, dimana pada kuartal kedua 2022, angka pencairan kredit sebesar Rp74,3 triliun, lebih tinggi ketimbang kuartal kedua 2021 yang hanya sebesar Rp59,3 triliun. Bahkan yang lebih membanggakan, tren pertumbuhan positif ini terjadi di semua segmen ekonomi.

“Apresiasi tentu kita berikan kepada segenap jajaran BNI yang telah mendongkrak kinerja bank BUMN ini. Ini adalah prestasi membanggakan, apalagi kita belum sepenuhnya lepas dari ancaman covid-19. Dengan tren pertumbuhan positif ini, kita mengharapkan fungsi perbankan sebagai lembaga intermediasi dapat lebih optimal. Pelaku usaha dan masyarakat pada umumnya membutuhkan suntikan modal untuk membuka dan mengembangkan kapasitas usahanya. Perbankan yang sehat menjadi salah satu indikator sehatnya perekonomian negara,” tutur Menteri Koperasi dan UKM di era Presiden SBY ini.

Baca Juga:  Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Teman Tuli

Lebih lanjut Politisi Senior Partai Demokrat ini menyatakan bahwa membaiknya angka penyaluran kredit menjadi salah satu bukti semakin inklusifnya sektor keuangan. Ini berarti semakin besar kredit yang disalurkan, maka penerima manfaat, dalam hal ini korporasi maupun UMKM mendapatkan modalitas yang lebih baik dalam berusaha. Dengan demikian, pemerataan ekonomi akan lebih membaik, serta akses finansial bagi wirausahawan, terutama wirausahawan muda juga semakin terjamin.

“Apa yang telah dicapai oleh Bank BNI ini seharusnya menjadi cambuk dan portofolio bagi BUMN-BUMN lainnya. Di tengah kesulitan dan ancaman pandemi, BNI mampu menggeliat menunjukkan kinerja yang positif. Ini juga sekaligus perlu diatensi kita bersama bahwa BUMN tetap dapat mencetak laba, tanpa harus intervensi negara berlebihan. Oleh karenanya, kasus beberapa BUMN yang rugi bahkan bangkrut menjadi tantangan dalam menghadapi persaingan ekonomi ke depan,” kata Syarief.

Profesor di bidang Strategi Manajemen Koperasi dan UKM ini mencatat penyertaan modal negara (PNM) BUMN selama 3 tahun terakhir tidak juga menurun signifikan. Pada tahun 2021, PNM BUMN terealisasi sebesar Rp71,2 triliun, 2022 ditetapkan Rp67,3 triliun, dan 2023 disetujui sebesar Rp73,2 triliun. Meski demikian, BUMN tetap mencatat kerugian fantastis, seperti Garuda Indonesia pada September 2021 yang rugi bersih Rp23 triliun, Waskita Karya di sepanjang kuartal I 2022 dengan kerugian Rp830 milyar, naik dari Rp 46,9 milyar pada kuartal I 2021.

Baca Juga:  Irjen Pol Helfi Assegaf: Film Ageman Edukasi Sikapi Perbedaan

Belum lagi dihadapkan pada beberapa BUMN yang dibubarkan karena tidak menunjukkan tanda-tanda beroperasi, apalagi mencetak laba. Hal ini tentu sangatlah miris di tengah keuangan negara yang semakin tercekik.

“Saya kira ini perlu atensi khusus dan kebijakan extraordinary dari pemerintah, khususnya Kementerian BUMN dalam menata kembali BUMN-BUMN yang sakit. Jangan sampai BUMN yang seharusnya menjadi agen negara melayani publik dan mencetak laba justru menjadi beban negara,” tutup Syarief. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Menhan Israel Ancam Rebut Lebih Banyak Wilayah
Tiongkok Diminati Wisatawan Indonesia
Investasi Hongkong-Tiongkok di Indonesia tembus 17,8 miliar $ AS
Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng
Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi
APBD Lampung: Pendapatan Rp7,23 T, Belanja Rp6,93 T
Gubernur Lampung Ajak LPM Berkolaborasi Membangun Daerah
SDABMBK Lampung Utara Percepat Pengadaan Alat Berat
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Menhan Israel Ancam Rebut Lebih Banyak Wilayah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Tiongkok Diminati Wisatawan Indonesia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Investasi Hongkong-Tiongkok di Indonesia tembus 17,8 miliar $ AS

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi

Berita Terbaru

Personel militer Israel melakukan operasi di Kota Qabatiya, sebelah selatan Kota Jenin, Tepi Barat belum lama ini (Xinhua)

Berita Utama

Menhan Israel Ancam Rebut Lebih Banyak Wilayah

Rabu, 21 Okt 2026 - 23:59 WIB

Berita Utama

Tiongkok Diminati Wisatawan Indonesia

Rabu, 21 Okt 2026 - 23:20 WIB

PT Daya Bumi Energi Indonesia (Dayabumi Energi) dan GEM Co., Ltd. menandatangani kerja sama pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 90 megawatt-peak (MWp) dan sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 40 megawatt-hour (MWh) di kawasan industri Sulawesi Tengah pada 19 Oktober 2026 di Jakarta Selatan. (Xinhua)

Berita Utama

Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:25 WIB

Noor Sona Maesana Mushonnif, staf khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), memberi pidato pada acara Dialog Global South: Forum Meja Bundar Tiongkok-Indonesia di Jakarta, 19 Oktober, 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:23 WIB