Panitia Penjaringan Ketua PWI Lamtim Dituding tak Netral

Selasa, 3 Februari 2026 | 23:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG TIMUR-Panitia Penjaringan Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Timur (Lamtim) diduga tidak netral, hal ini dibuktikan dengan di tetapkannya calon tunggal ketua PWI Lamtim oleh Kemas Hasanudin sebagai ketua penjaringan calon ketua PWI Lampung Timur, selasa (03/02/26).

“Kemarin pada tanggal 31 januari 2026 sore Arliyan Athnhar Fadli mengambil berkas formulir calon ketua PWI Lamtim untuk maju melawan Muklis ketua PWI sebelumnya, hari ini Arli secara sepihak dengan alasan tidak ada UKW tingkat Madya di gugurkan sama panitia penjaringan. Kalau memang demokrasi PWI Lamtim loloskan saja Arli biar ada lawan. Dan syarat aklamasi itu harus mendapat dukungan 50 persen lebih dari anggota biasa PWI Lamtim,” ujar salah satu anggota biasa PWI Lamtim yang meminta di rahasiakan identitasnya untuk menciptakan situasi damai.

Saat dikonfirmasi Wartawan Arliyan Athar Fadli, menyayangkan ditetapkannya calon tunggal dalam penjaringan tersebut, Arliyan juga menyampaikan dirinya memiliki keinginan untuk maju sebagai calon ketua PWI Lamtim ini salah satu bentuk semangat kawan-kawan di PWI yang inginkan perubahan besar, agar organisasi ini tidak terkesan hanya punya kelompok tertentu.

“Saya menerima keputusan panitia penjaringan dengan ikhlas. Langkah saya maju berangkat dari niat tulus untuk membawa harapan perubahan, mewakili suara rekan-rekan yang selama ini mungkin tak tersampaikan. Ini bukan soal posisi atau kelompok tertentu, melainkan tentang menjaga kebersamaan, persatuan, dan masa depan organisasi agar kita tetap solid tanpa sekat,” ujarnya.

Dugaan Praktik Tidak Demokratis juga turut mewarnai pencalonan ketua PWI Lampung Timur priode 2026-2029 ini. Beberapa anggota PWI Lamtim mendesak panitia penjaringan melakukan perpanjangan penjaringan calon Ketua PWI Kabupaten lamtim karena calon belum memenuhi jumlah minimal (umumnya kurang dari 2 orang). “Diharapkan pengurus PWI Provinsi lampung memberi persetujuan atau pengesahan (ini penting agar tidak cacat organisasi), ini anggota biasa yang mengharapkan adanya calon lain. Kami tidak mau lagi muklis jadi ketua PWI Lamtim,” papar salah satu anggota pwi lamtim.

Baca Juga:  Puan : DPR Akan Gelar Rapat Lintas Komisi Kawal Penanganan Pasca Karhutla

Anggota biasa PWI Lamtim mendesak PWI Lampung menetapkan Arli sebagai calon ketua melawan muklis, karena dinilai keputusan panitia penjaringan yang jauh dari kata demokrasi, menurut informasi juga beberapa angota biasa yang sudah memberikan dukungan kepada Arli mendapatkan intimidasi di Kantor PWI Lamtim.

“Anggota biasa pwi lamtim yang memiliki hak suara diperkirakan sekitar 25 sampai 35 orang, semua anggota biasa PWI Lamtim di telpon muklis satu satu karena ada yang memberikan dukungan kepada Arli, ini sama saja intimidasi, ini organisasi wartawan apa premanisme,” papar salah satu anggota biasa.
Mereka menilai mekanisme pencalonan dan dinamika menjelang pemilihan menyimpang dari prinsip demokrasi organisasi serta berpotensi mencederai marwah profesi wartawan.

Berdasarkan penelusuran dan keterangan dari beberapa anggota biasa yang memiliki hak suara, muncul dugaan adanya praktik pemberian uang oleh Ketua PWI Lampung Timur Muklis kepada anggota biasa saat di mintai surat dukungan kepada pemilik hak suara menjelang proses penjaringan Bacalon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Praktik tersebut diduga dilakukan sebagai upaya memengaruhi pilihan suara dalam pemilihan Ketua PWI Lamtim.

“Pendekatan yang terjadi bukan lagi soal visi, misi, atau program organisasi, tapi sudah mengarah pada transaksi, dan premanisme kasihan marwah PWI Lamtim,” ungkap salah satu anggota kepada wartawan.

Sumber lain menyebutkan bahwa kondisi ini menimbulkan keresahan di internal organisasi. Anggota merasa hak demokratis mereka direduksi, sementara proses pemilihan dinilai tidak berjalan secara secara dan transparan.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Lepas 57 Kafilah MTQ Nasional XXXI 2026 ke Jawa Tengah

Padahal, sebagai organisasi profesi wartawan, PWI dituntut menjunjung tinggi nilai independensi, integritas, dan etika, termasuk dalam tata kelola internal. Dugaan praktik politik uang dinilai bertentangan dengan semangat tersebut.

“Waktu pencalonan periode lalu muklis juga tidak didukung penuh oleh seluruh anggota PWI Lamtim, hampir seluruh anggota biasa PWI Lamtim tidak ada yang mau milih Muklis sebagai ketua PWI Lamtim, saat itu muklis minta tolong sama Musannif Effendi Yusnida ketua PWI sebelumnya, agar semua anggota biasa memilih muklis, akhirnya kami semua memilih muklis jadi ketua PWI Lamtim karena Fendi yang meminta. Tapi ya itulah manusia tidak tahu rasa syukur setelah jadi Fendi di musuhi dan di jauhi. Oleh karena itu saya sebagai anggota PWI Lamtim meminta kepada PWI Provinsi Lampung agar Arli di tetapkan sebagai calon ketua PWI Lamtim karena kami minta ganti kerua PWI Lamtim,” terang Riswan salah satu anggota pwi lamtim.

Saat dikonfirmasi terkait dugaan pemberian uang dan intimidasi dukungan terhadap Muklis, yang bersangkutan membantah tudingan suap. Ia menyatakan bahwa pemberian tersebut bukanlah suap, melainkan bantuan kepada keluarga besar.

Namun demikian, dugaan tetap mencuat di internal PWI Lampung Timur. Pasalnya, berdasarkan keterangan sejumlah anggota, pemberian uang tersebut diduga hanya diberikan kepada anggota biasa PWI Lampung Timur yang memiliki hak suara dalam pemilihan Ketua PWI. Kondisi ini menimbulkan persepsi adanya upaya memengaruhi dukungan.[]


Penulis : Anis


Editor : Anis


Sumber Berita : Lampung Timur

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina
Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka
Karang Taruna Got Talent 2026, Saatnya Bakat Lokal Unjuk Prestasi
FKUB Lampung Dukung Film Ageman, Sebut Intoleransi Embrio Radikalisme
Pesawaran Kaji Strategi Optimalisasi PAD dan Pelayanan Publik
Lampung Terus Perkuat Infrastruktur Jalan
Wagub Jihan: Mahasiswa Lampung Bangun Mindset Adaptif
Bapemperda DPRD Rancang Propemperda 28 Raperda di 2027

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:27 WIB

Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina

Selasa, 29 September 2026 - 19:22 WIB

Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka

Selasa, 29 September 2026 - 19:07 WIB

Karang Taruna Got Talent 2026, Saatnya Bakat Lokal Unjuk Prestasi

Selasa, 29 September 2026 - 10:17 WIB

FKUB Lampung Dukung Film Ageman, Sebut Intoleransi Embrio Radikalisme

Selasa, 29 September 2026 - 10:11 WIB

Pesawaran Kaji Strategi Optimalisasi PAD dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Warga Palestina memeriksa kerusakan yang disebabkan oleh para pemukim Israel di Masjid Nur al-Din Zanki di Kota Nablus, Tepi Barat, pada 1 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:27 WIB

Foto yang diabadikan menggunakan drone dan disediakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (BKSDA Kalteng) dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng dari rangkaian evakuasi pada 25 dan 26 September 2026 ini memperlihatkan seekor orang utan betina yang terjebak asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. (BKSDA Kalteng/BOSF/Xinhua)

Berita Utama

Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:22 WIB

Berita Utama

Karang Taruna Got Talent 2026, Saatnya Bakat Lokal Unjuk Prestasi

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:07 WIB

Berita Utama

Pesawaran Kaji Strategi Optimalisasi PAD dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:11 WIB