Selamatkan Taman Nasional, Bermanfaat Buat Warga Lokal?

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MENTERI  Kehutanan Raja Juli Antoni mengadakan acara silaturahmi idulfitri dengan para Kepala Desa dari desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK), didampingi oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Pangdam XXI Radin Inten Mayjend TNI Kristomei Sianturi, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, dan unsur Forkopimda setempat.

Menhut mensosialisasikan rencana proyek percontohan pembiayaan berkelanjutan di TNWK, yang diharapkan akan adanya pemberdayaan masyarakat lokal serta meningkatkan dampak positif dari konservasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati nasional. Beliau juga melakukan soft launching pembatas (barrier) di TNWK yang disiapkan sebagai wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto, untuk melindungi masyarakat dari konflik manusia-gajah.

Menhut Raja Antoni mengatakan Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian khusus terhadap Taman Nasional Way Kambas dalam kelestarian habitat dan populasi gajah Sumatera hingga penanganan konflik manusia-gajah. Terlebih diketahui, Gajah merupakan salah satu binatang yang paling disayang oleh Presiden Prabowo.

“Seperti yang kita ketahui, Bapak Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap Taman Nasional Way Kambas, Gajah merupakan salah satu hewan kesayangan beliau, komitmen Presiden Prabowo dalam menjaga populasi gajah dan mengakhiri secara permanen konflik manusia-gajah,” ujar Raja Antoni.

Krisis Pembiayaan

Dalam acara halalbihalal tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa selama puluhan tahun, sebagian besar dari 57 taman nasional Indonesia bergantung pada alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kerap belum mencukupi kebutuhan operasional dan pemulihan ekosistem.

Ancaman perambahan hutan, perburuan liar, kebakaran, dan konflik satwa-manusia masih terus terjadi, sementara kapasitas pengawasan dan pengelolaan kawasan belum sepenuhnya ideal. Kondisi inilah yang mendorong Presiden Prabowo Subianto membentuk Satgas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebagai Wakil Ketua, dan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Pangestu sebagai Ketua Bersama, sebagaimana diumumkan pekan lalu di istana merdeka.

TNWK dipilih sebagai proyek percontohan pertama untuk implementasi mekanisme pembiayaan iklim inovatif seperti obligasi keanekaragaman hayati, kredit karbon melalui pasar karbon sukarela internasional, serta penguatan pariwisata konservasi (ecotourism) yang menjangkau berbagai segmen pengunjung. Proyek percontohan ini menandai pergeseran pendekatan dalam pengelolaan kawasan konservasi. Dari model yang sepenuhnya mengandalkan negara dan organisasi nonpemerintah, menuju model pembiayaan campuran (blended finance) yang melibatkan sektor swasta dan pasar modal hijau, dengan tujuan utama tetap menjaga hutan dan keanekaragaman hayati di taman nasional.

Baca Juga:  Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris

TNWK merupakan habitat penting bagi gajah Sumatra, badak Sumatra, dan harimau Sumatra yang berstatus kritis menurut IUCN. Saat ini TNWK menghadapi berbagai tantangan, seperti spesies invasif, kebakaran hutan berulang, fragmentasi habitat, perburuan ilegal, serta konflik manusia dengan gajah.

Melalui skema karbon, perusahaan yang ingin mengimbangi emisi dapat membeli kredit karbon yang dihasilkan dari upaya konservasi dan restorasi hutan di TNWK. Dana yang terkumpul akan digunakan kembali untuk mendukung operasional dan pemulihan ekosistem secara berkelanjutan. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 27 Tahun 2025 telah diterbitkan untuk memungkinkan proyek pasar karbon sukarela di taman nasional.

Menteri Kehutanan Raja Juli menjelaskan bahwa sesuai UU 32 Tahun 2024, pemanfaatan jasa lingkungan karbon di kawasan konservasi hanya dapat dilakukan pada zona pemanfaatan. Oleh karena itu, harus ada penyesuaian zonasi untuk memungkinkan kegiatan karbon dilakukan di area yang paling tepat. Namun, beliau menegaskan bahwa penyesuaian zonasi bersifat sementara dan bertujuan untuk memperkuat kondisi habitat satwa liar di TNWK dan akan dikembalikan ke zona awal setelah kegiatan pemulihan dan perlindungan khusus selesai.

“Dalam merancang proyek ini, kami menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat dan keanekaragaman hayati TNWK yang tak ternilai harganya” jelas Menteri Kehutanan Raja Juli. Untuk satwa liar yang terancam punah secara kritis, kami akan bekerja sama dengan mitra swasta untuk menanam kembali pohon endemik sebagai habitatnya, mencegah kebakaran hutan, meningkatkan ketersediaan sumber pakan bagi satwa liar, dan mengendalikan spesies invasif yang menjadi gangguan bagi kesejahteraan satwa liar.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SETEMPAT

Program pembiayaan berkelanjutan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja konservasi sekaligus mendorong pembangunan lokal melalui kemitraan dengan sektor swasta. Kegiatan karbon akan melibatkan masyarakat setempat dalam kegiatan penanaman kembali dan menjaga hutan serta memperoleh manfaat dari setiap kredit karbon yang dihasilkan.

Proyek percontohan ini juga mencakup pengembangan pariwisata konservasi berkelanjutan, baik yang berkelas dunia maupun berbasis masyarakat. Pendekatan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar sekaligus menggerakkan sumber daya untuk menjaga kelestarian alam TNWK dengan lebih baik.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Perempuan

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif ini. “Jika kita ingin hasil konservasi meningkat, maka taman nasional harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Tentunya, ini menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi kami atas perhatian Presiden yang luar biasa terhadap masyarakat di sekitar TNWK, dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi taman nasional lainnya.”

Keberhasilan model ini diharapkan dapat ditiru di taman nasional lain di seluruh Indonesia. “Harapan kami, masyarakat di sekitar Way Kambas menjadi yang pertama merasakan manfaat dari inovasi ini, bukan yang terakhir,” ujar Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Pangestu, salah satu Ketua Komite Pembiayaan Taman Nasional.

Soft Launching Pembatas TNWK

Menteri Raja Juli, didampingi pejabat Forkopimda Provinsi dan Kabupaten Lampung Timur, serta para camat dan kepala desa penyangga melakukan soft launching pembangunan pembatas TNWK. Sistem pembatas yang dibangun guna melindungi masyarakat lokal dari gajah liar ini, akan diuji kekuatannya secara langsung menggunakan gajah pada beberapa hari kedepan.

TNWK memang unik di antara taman nasional Indonesia lainnya, karena hampir satu juta orang tinggal di area perbatasan taman nasional tanpa adanya zona penyangga. Oleh karena itu, konflik manusia dengan gajah menimbulkan kerugian ekonomi, keamanan, keselamatan, bahkan korban jiwa di masyarakat sekitar.

Presiden Prabowo menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat setempat selama beberapa dekade dan bertekad untuk mengakhiri masalah ini untuk selamanya dengan mengalokasikan anggaran pembangunan pembatas permanen sepanjang 138 kilometer. Tim yang mendesain dan membangun sistem pembatas ini terdiri dari sejumlah instansi yang terkait, termasuk Kementerian Kehutanan, Pemprov Lampung, Kodam XXI/Radin Inten, Polda Lampung, sejumlah universitas seperti Unila, ITERA dan Polinela serta masyarakat setempat.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menegaskan bahwa pembangunan pembatas tersebut merupakan kebutuhan mendesak yang telah lama diimpikan oleh masyarakat setempat. “Masyarakat kami selama ini tidak hanya belum signifikan memperoleh manfaat dari keberadaan TNWK, tetapi juga terus menanggung dampak konflik dengan satwa liar. Kami sangat optimis bahwa proyek percontohan pembiayaan TNWK dan pembangunan sistem pembatas ini menandai era baru bagi masyarakat Lampung Timur, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun konservasi alam,” ujarnya.[]


Penulis : Anis


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : TNWK

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Guru Ngaji Lampung Siap Sosialisasi Film Ageman 
Teguh Santosa: Dukungan Indonesia pada Palestina Makin Kuat
Diduga Halangi Tugas Jurnalistik, PT GMS Dilaporkan
Qatar Sebut AS Inginkan Perundingan dengan Iran
Iran Ancam Amerika dan Sekutunya Jika Lakukan Kesalahan
Tiongkok-Indonesia Komit Perdalam Pertukaran dan Kerja Sama
Mahfud MD : Nusron Wahid Seharusnya Mundur
DPD Dan ICMI Bahas Regulasi A1 dan Penataan Demokrasi

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:56 WIB

Guru Ngaji Lampung Siap Sosialisasi Film Ageman 

Senin, 21 September 2026 - 21:52 WIB

Teguh Santosa: Dukungan Indonesia pada Palestina Makin Kuat

Senin, 21 September 2026 - 21:32 WIB

Diduga Halangi Tugas Jurnalistik, PT GMS Dilaporkan

Senin, 21 September 2026 - 21:25 WIB

Qatar Sebut AS Inginkan Perundingan dengan Iran

Senin, 21 September 2026 - 21:21 WIB

Iran Ancam Amerika dan Sekutunya Jika Lakukan Kesalahan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Guru Ngaji Lampung Siap Sosialisasi Film Ageman 

Senin, 21 Sep 2026 - 21:56 WIB

#indonesiaswasembada

Teguh Santosa: Dukungan Indonesia pada Palestina Makin Kuat

Senin, 21 Sep 2026 - 21:52 WIB

Jurnalis Simpulindonesia.com melaporkan penanggung jawab PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS), Muhamad Aris alias Pongki, ke Polda Sultra.

#indonesiaswasembada

Diduga Halangi Tugas Jurnalistik, PT GMS Dilaporkan

Senin, 21 Sep 2026 - 21:32 WIB

WARGA Iran sumpah setia dengan pemimpinn barunya, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran. [Xin]

#indonesiaswasembada

Qatar Sebut AS Inginkan Perundingan dengan Iran

Senin, 21 Sep 2026 - 21:25 WIB

Foto yang diabadikan menggunakan telepon seluler ini memperlihatkan kapal-kapal dagang yang terjebak di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xin)

#indonesiaswasembada

Iran Ancam Amerika dan Sekutunya Jika Lakukan Kesalahan

Senin, 21 Sep 2026 - 21:21 WIB