Laporan: YUlizar/Heri.S
KALIMANTAN-Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menegaskan pendekatan budaya, socio culture juga harus dikedepankan dalam rangka pembangunan Ibu Kota negara baru di Kalimantan Timur.
“Saya khawatir jangan-jangan ada api dalam sekam. Apalagi menjelang 2024 isu-isu politik akan mengemuka dan rawan ‘digoreng’. Sehingga perlu pendekatan dari sisi budaya yang lebih intens dalam pengembangan Ibu Kota baru di Kalimantan Timur ini,” kata Lestari Moerdijat, Kamis (27/1).
Menurut Lestari, permasalahan yang timbul berkaitan dengan adat dan budaya, socio culture itu mudah diledakkan dengan berbagai alasan. Rerie, sapaan akrab Lestari, memohon Pemerintah untuk memperhatikan aspek-aspek adat dan budaya dengan baik, dalam proses pengembangan Ibu Kota negara baru di Kalimantan Timur itu. Diakui Rerie, dalam proses pembangunan Ibu Kota negara baru ini Pemerintah sudah berupaya membangun komunikasi dengan masyarakat setempat.
Namun, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menilai, sejumlah upaya membangun komunikasi yang dilakukan Pemerintah belum cukup dan masih harus ditingkatkan.##







![Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan menekankan pentingnya memperkuat sinergi antarlembaga guna mempercepat pelaksanaan program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung.[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260713-WA0111-225x129.jpg)
![Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat sinergi dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam mengoptimalkan kawasan Bakauheni Harbour City (BHC) sebagai pusat pertumbuhan pariwisata dan ekonomi di Provinsi Lampung.[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260713-WA0112-225x129.jpg)




![Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan menekankan pentingnya memperkuat sinergi antarlembaga guna mempercepat pelaksanaan program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung.[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260713-WA0111-129x85.jpg)


