Rehabilitasi Jalan KS Tubun Gagal Direalisasikan, Warga Kecewa

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA – Rencana rehabilitasi Jalan KS Tubun, Kelurahan Kota Alam, Kabupaten Lampung Utara, dipastikan tidak terealisasi hingga akhir tahun 2025. Kondisi ini menuai kekecewaan warga yang selama ini menggantungkan harapan pada perbaikan akses jalan yang rusak parah dan kerap tergenang air.

Jalan yang berada di samping Islamic Center, Jalur II Kebun Empat tersebut hingga kini masih dipenuhi lubang besar dan genangan air, terutama saat musim hujan. Kondisi itu dinilai membahayakan pengendara sekaligus menghambat aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Salah satu warga, Rahmat, mengaku kecewa lantaran janji perbaikan jalan yang sempat digaungkan pemerintah daerah tak kunjung terwujud.

“Awalnya kami senang dengar kabar jalan ini mau dibangun tahun ini. Tapi sampai mau ganti tahun tidak ada perubahan. Kalau hujan, jalannya jadi kubangan air, susah dan berbahaya dilewati,” ujarnya, Rabu, 31 Desember 2025.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Utara segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut, termasuk pembangunan drainase agar genangan air tidak kembali terjadi.

Baca Juga:  Program Perumahan Jadi Motor Pertumbuhan dan Lapangan Kerja

“Kami juga ingin punya jalan yang bagus. Sekalian siringnya diperbaiki supaya air lancar dan jalan bisa awet,” tambahnya.

Diketahui, rehabilitasi atau pemeliharaan berkala Jalan KS Tubun sebelumnya direncanakan menelan anggaran sekitar Rp750 juta dan masuk dalam program tahun anggaran 2025. Namun proyek tersebut akhirnya gagal direalisasikan akibat gagal tender.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Lampung Utara melalui Kepala Bidang Bina Marga, Rio Alaska, mengakui bahwa seluruh paket proyek jalan dan jembatan pada periode tersebut mengalami penundaan karena waktu pelaksanaan yang dinilai terlalu mepet.

“Seharusnya Oktober pekerjaan sudah berjalan. Faktanya, saat itu proyek bahkan belum masuk tahap lelang,” kata Rio.

Dengan sisa waktu sekitar 90 hari menuju akhir tahun dan proses tender yang memakan waktu hingga 45 hari, pihaknya menilai pekerjaan tidak memungkinkan untuk dilaksanakan secara optimal. Melalui keputusan bersama tim review Kejaksaan, Pokja, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), proyek akhirnya diputuskan untuk ditunda.

Baca Juga:  Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS

“PPK keberatan jika waktu pengerjaan hanya sekitar 25 hari karena berisiko terhadap kualitas pekerjaan,” jelasnya.

Meski demikian, Bupati Lampung Utara Hamartoni disebut telah menegaskan bahwa proyek-proyek tersebut hanya bersifat tertunda dan direncanakan akan direalisasikan pada awal tahun 2026.

“Untuk pekerjaan jembatan dibutuhkan waktu efektif sekitar 180 hari, sementara jalan 120 hari. Rencananya mulai dikerjakan Januari,” ujar Rio.

Namun bagi masyarakat, penundaan ini dinilai bukan sekadar persoalan administratif. Warga menilai kegagalan merealisasikan program di tengah ketersediaan anggaran dan kebutuhan yang mendesak mencerminkan lemahnya manajemen perencanaan dan tata kelola pembangunan di dinas teknis terkait.

Selain berdampak pada keselamatan pengguna jalan, kondisi ini juga memperpanjang hambatan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.


Penulis : Rudi alfian


Editor : Desty


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Hubungan Perbukuan Tiongkok-Indonesia Makin Erat
Iran Serang 7 Kapal Tanker Minyak “Pelanggar” Hormuz
Al-Masirah: Arab Saudi Hantam Yaman Barat
Komisi 3 Berkunjung ke Rumah Kapolri Baru, Bawa 7 ‘Oleh-oleh’
Pengamat Militer Stanislaus Dukung Penuh Film ‘Ageman’
Elon Musk Pimpin Proyek Pentagon; Kajian Perang Masa Depan
Suara F-PKB tuk Kapolri Baru; Layani beri Kepastian
Tugas Benny untuk Suyudi: Hapus ‘no viral no justice’

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Hubungan Perbukuan Tiongkok-Indonesia Makin Erat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Iran Serang 7 Kapal Tanker Minyak “Pelanggar” Hormuz

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Al-Masirah: Arab Saudi Hantam Yaman Barat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Komisi 3 Berkunjung ke Rumah Kapolri Baru, Bawa 7 ‘Oleh-oleh’

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Pengamat Militer Stanislaus Dukung Penuh Film ‘Ageman’

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 30 September 2026 ini memperlihatkan upacara pembukaan Indonesia International Book Fair 2026 di Jakarta. (Xinhua)

Berita Utama

Hubungan Perbukuan Tiongkok-Indonesia Makin Erat

Minggu, 4 Okt 2026 - 15:13 WIB

Berita Utama

Iran Serang 7 Kapal Tanker Minyak “Pelanggar” Hormuz

Minggu, 4 Okt 2026 - 13:08 WIB

Foto tangkapan layar yang disediakan oleh Pusat Media Houthi pada 27 September 2026 ini menunjukkan orang-orang bereaksi di sebuah pasar setelah serangan udara, yang diduga dilakukan Arab Saudi, menargetkan pasar tersebut di Taiz, Yaman barat daya. (Xinhua)

Berita Utama

Al-Masirah: Arab Saudi Hantam Yaman Barat

Minggu, 4 Okt 2026 - 12:07 WIB

Ken-Stanislus; Sahabat Perjuangan

Berita Utama

Pengamat Militer Stanislaus Dukung Penuh Film ‘Ageman’

Minggu, 4 Okt 2026 - 11:03 WIB