Realisasi Investasi Diprediksi akan Penuhi Target

Jumat, 28 Oktober 2022 | 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kinerja ekonomi Indonesia di tengah-tengah tantangan global.

“Ketahanan dan kinerja ekonomi Indonesia, ditambah dengan penentuan posisi geopolitik yang seimbang serta kebijakan luar negeri yang cekatan, telah menempatkan Indonesia pada posisi yang kuat untuk menghadapi tantangan politik dan ekonomi sebagai imbas dari pandemi, disrupsi rantai pasok dan konflik Rusia-Ukraina,” tegas Ketum Golkar itu saat menjadi pembicara dalam Gala Dinner yang diselenggarakan oleh United States-Indonesia Society (USINDO).

Seiring dengan target investasi yang masuk ke Indonesia mencapai Rp1.200 triliun pada 2022, Menko Airlangga juga menawarkan berbagai keunggulan Indonesia kepada investor global. Pertama, Indonesia merupakan bagian dari kawasan yang stabil dan masuk dalam value chain regional dan global.

Kedua, pasar Indonesia dinilai besar, terutama mengingat populasi Indonesia dengan pendapatan per kapita yang terus meningkat. Ketiga, potensi proyek investasi yang berkualitas dan konsisten dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi realisasi target investasi pemerintah tidak akan melenceng jauh dari target. Pemerintah menetapkan target investasi 2022 sebesar Rp1.200 triliun.

Baca Juga:  Pemprov Lampung-Kejati Perkuat Sinergi

“Jadi, sampai akhir tahun ini realisasi investasi diperkirakan akan mendekati target investasi pemerintah,” kata Joshua, Jumat (28/10).

Menurutnya, realisasi investasi pada 3Q22 tercatat tumbuh 42,1% yoy dengan Penanaman Modal Asing (PMA) tumbuh 63,6% yoy dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tumbuh 22,5%yoy. Josua menjabarkan dari sisi PMDN, sektor-sektor ekonomi yang mencatatkan nilai investasi yang tinggi antara lain transportasi, pergudangan, perumahan, kawasan industri serta industri makanan dan minuman.

Sementara dari sisi investor asing, sektor yang diminati antara lain industri logam dasar (hilirisasi nikel), sektor listrik-gas-air, serta sektor pertambangan.

“Dari target 2022, realisasi hingga 3Q22 telah mencapai Rp 892,4 triliun atau 74,4% dari target Rp1.200 triliun,” ungkapnya.

Kementerian Investasi/ BKPM merilis data, realisasi investasi periode Januari-September 2022 sebesar Rp 892,4 T atau 74,4% dari target realisasi investasi tahun 2022, yaitu sebesar Rp1.200 triliun.

Baca Juga:  Ketua FGI Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026

Agak Berat

Sementara itu, Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad menyebut capaian investasi tahun ini cukup fantastis, namun agak berat untuk mencapai target pada akhir tahun.

“Trendnya memang agak berat untuk Rp1200 triliun itu tercapai pada akhir tahun. Beratnya adalah shift pada serangan ketidakpastian di Kuartal IV. Maka tantangannya ada di Investasi,” kata Tauhid, (28/10/2022).

Dia menambahkan, katakan dunia sedang melambat, market juga turun, maka investor juga akan mencari ‘safe haven’, investasi yang lebih baik. “Termasuk investor dari Amerika atau negara lain, kalau kondisi sedang tidak bagus, maka akan beralih ke sektor keuangan untuk sekarang ini,“ imbuh Tauhid.

Meski agak berat tercapai, namun kabar baiknya BKPM mencatat kontribusi realisasi investasi PMA melonjak 44,5% dibanding periode yang sama pada tahun 2021 lalu, yaitu sebesar Rp 479,3 triliun (53,7%). Ini karena Indonesia memiliki fundamental perekonomian yang sehat dan menarik bagi investor. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Ketua FGI Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026
Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas
Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Teman Tuli
Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye Bahas Pertahanan Bersama
Irjen Pol Helfi Assegaf: Film Ageman Edukasi Sikapi Perbedaan
Kenaikan Penjualan Truk, Kebutuhan Daya Angkut atau Pergantian Armada dari Lama ke Baru?
Gerindra Way Kanan Ikuti Apel Kader
Trump-Xi, Sementara Dunia Lepas dari Perangkap Thucydides Trap

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:05 WIB

Ketua FGI Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026

Sabtu, 26 September 2026 - 20:54 WIB

Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas

Sabtu, 26 September 2026 - 20:47 WIB

Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Teman Tuli

Sabtu, 26 September 2026 - 17:54 WIB

Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye Bahas Pertahanan Bersama

Sabtu, 26 September 2026 - 05:42 WIB

Kenaikan Penjualan Truk, Kebutuhan Daya Angkut atau Pergantian Armada dari Lama ke Baru?

Berita Terbaru

Sejumlah warga melintasi dasar waduk yang telah mengering akibat kemarau panjang di Waduk Tandon Krisak di Desa Singodutan, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, pada 25 September 2026. (Xinhua)

Lainnya

Kemarau, Waduk Tandon Krisak Kering Kerontang

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:27 WIB

Wakil Gubernur  Jihan saat memberikan motivasi dalam kegiatan Gerakan Ekonomi Kebersamaan Komunitas Megapro Affiliate PT Garuda Mas Anugerah (GMA) di Auditorium Politeknik Kesehatan Bandar Lampung, Sabtu (26/9).

Berita Utama

Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:54 WIB

 Seminar Pekan Tuli Internasional Tahun 2026 yang mengusung tema

Berita Utama

Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Teman Tuli

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:47 WIB


PUTRA Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz al-Saud (tengah), Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan (kiri), dan Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif berfoto bersama setelah penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah di Makkah, Arab Saudi, pada 7 Agustus 2026. (Saudi Press Agency/Xinhua)

Berita Utama

Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye Bahas Pertahanan Bersama

Sabtu, 26 Sep 2026 - 17:54 WIB