PT Indomarco Adi Prima Sampaikan Permohonan Maaf, Tepung Terigu Berulat Sudah Diretur dan Bakal Dimusnahkan

Rabu, 24 Juli 2024 | 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA – Perusahaan distributor PT Indomarco Adi Prima Cabang Kotabumi, Lampung Utara klarifikasi terkait hebohnya pemberitaan tepung terigu berulat.

Kepala Cabang PT Indomarco Adi Prima Kotabumi, Warsono mengatakan, pihaknya meminta maaf kepada para pelanggan atas kegaduhan dan keteledoran anak buahnya. Dirinya juga berterima kasih atas perhatian rekan-rekan jurnalis yang telah menegur lewat pemberitaan yang menyampaikan semua keluhan pelanggan.

“Saya mewakili pihak perusahaan (PT Indomarco Adi Prima) meminta maaf. Semua ini menjadi catatan kami, dan kami berjanji tidak akan terulang lagi dikemudian hari,” kata dia, Rabu, 24 Juli 2024.

Dirinya mengatakan tumpukan tepung terigu cap Payung berkutu yang berada di gudang merupakan barang rusak yang akan diretur dan dimusnahkan di kantor pusat. Akar masalah disebabkan oleh miskomunikasi di internal tim kerjanya. Seharusnya ada penukaran barang (retur) namun hal itu tidak dijalankan.

“Sudah kita tindaklanjuti, termasuk barang-barang yang ada di pelanggan sudah kita tukar semua. Barang (tepung) yang ada di gudang juga sudah diangkut semua ke gudang Jakarta, gudang itu memang kita fungsikan untuk pengepulan sementara barang rusak,” terangnya.

Baca Juga:  Warga Palestina Terluka, Bentrok Pemukim vs Pasukan Israel

“Ada miskomunikasi di internal tim. Kejadian itu terjadi sekitar bulan Mei lalu, harusnya ditukar, tapi tidak ada (retur). Namun sekarang semua pelanggan sudah kita tukar tepungnya yang berkutu,” timpalnya lagi.

Mengenai izin, pihaknya menyatakan sudah mengurus izin namun hingga saat ini belum selesai, sebab, kata dia, pihaknya kurang memahami prosedur penerbitan perizinan selain melalui sistem OSS (Online Single Submission) di Lampung Utara.

“Kita sudah proses pengajuannya dari kantor cabang Bandar Lampung. Akan kita urus percepatannya supaya cepat selesai,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Disperindag Lampura, Hendri mengatakan, pihak perusahaan sudah dilakukan pemanggilan pada Jumat lalu, dan memenuhi panggilan pada hari Senin kemarin. Tepung terigu berkutu atau berulat diduga karena tempat penyimpanan yang lembab. Dan hasil sidak pihaknya kemarin memang benar ditemukan ada tumpukan tepung di gudang yang dipenuhi ulat atau kutu.

Baca Juga:  Mau Tahu Total Investasi Asing di Vietnam? Naik 76,4% Hingga Seftember 2026

Namun, hal itu sudah diklarifikasi pihak perusahaan bahwa gudang tersebut merupakan gudang penyimpanan barang rusak sementara sebelum dikirim ke gudang pusat yang ada di Jakarta.

“Pihak perusahaan sudah memenuhi panggilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung Utara. Hasil dari pertemuan itu, pihak perusahaan mengklarifikasi gudang itu adalah gudang penyimpanan sementara barang rusak atau tak layak konsumsi, nantinya akan di angkut ke gudang Jakarta untuk dimusnahkan. Pihak perusahaan juga sudah membuat surat pernyataan,” beber Hendri.

Terkini perizinan, sambung dia, perusahaan belum mengantongi izin TDG dan izin terkait lainnya. Namun setelah dikonfrontir, pihak perusahaan mampu membuktikan bahwa sudah memproses izin melalui kantor pusat.

“Perusahaan sudah mengajukan lewat kantor pusat yang mengurus izinnya. Sedang proses hingga saat ini. Disperindag akan mengeluarkan rekomendasi sesuai alur yang ada berdasarkan tahapan perizinan, dan akan turun lapangan sebelum menerbitkan surat rekomendasi,” tandasnya.


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Nara


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor
Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan ‘STEAM’ Menyenangkan
1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis
Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor
Koalisi Arab Saudi Hancurkan Terowongan Rudal Houthi
Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Jaga Harga Pangan
TNI Kerahkan Pesawat Udara Semai Lebih dari 10 Ton Bahan Untuk OMC Atasi Karhutla di Kalimantan
TKA SMA Dimulai, Mendikdasmen Ingatkan 3M Agar Siswa Siap

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan ‘STEAM’ Menyenangkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:16 WIB

1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Koalisi Arab Saudi Hancurkan Terowongan Rudal Houthi

Berita Terbaru


Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Dian Seri Rezeki Kusumastuti (ketiga dari kiri) selaku perwakilan pejabat dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyerahkan nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada perwakilan pelaku usaha dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Badan Karantina Indonesia/Istimewa)

Berita Utama

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Okt 2026 - 19:22 WIB

Pengunjuk rasa terlihat di Lille, Francis, pada 24 Oktober 2026. Sekitar 410.000 orang ikut serta dalam gelombang baru aksi unjuk rasa di seantero Prancis pada Sabtu (24/10), lapor saluran berita BFM TV, mengutip Kementerian Dalam Negeri Prancis. (Xinhua)

Berita Utama

1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis

Senin, 26 Okt 2026 - 19:16 WIB


Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Dian Seri Rezeki Kusumastuti (ketiga dari kiri) selaku perwakilan pejabat dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyerahkan nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada perwakilan pelaku usaha dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Badan Karantina Indonesia/Istimewa)

Berita Utama

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Okt 2026 - 19:05 WIB


Orang-orang mencari korban yang selamat di antara puing-puing rumah yang terkena serangan udara Arab Saudi di Provinsi Saada, Yaman, pada 18 Oktober 2026. (Pusat Media Houthi/Xinhua)

Berita Utama

Koalisi Arab Saudi Hancurkan Terowongan Rudal Houthi

Senin, 26 Okt 2026 - 18:59 WIB