Presiden Miguel Diaz: AS Menyiksa Rakyat Kuba

Selasa, 28 Juli 2026 | 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel berbicara dalam upacara peringatan 73 tahun Hari Pemberontakan Nasional di Pinar del Rio, Kuba. (Xin)

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel berbicara dalam upacara peringatan 73 tahun Hari Pemberontakan Nasional di Pinar del Rio, Kuba. (Xin)

HAVANA-Presiden Kuba Miguel Diaz Canel pada Minggu (26/7) menuding Amerika Serikat (AS) berupaya “mengambil alih” Kuba dan menyerukan pembelaan kedaulatan nasional.

Berbicara dalam upacara peringatan 73 tahun Hari Pemberontakan Nasional di Provinsi Pinar del Rio, Kuba barat, Diaz-Canel mengatakan bahwa Washington sedang menjalankan kebijakan yang bertujuan “mencekik seluruh rakyat agar dapat mengambil alih negara ini.”

Dia mengatakan bahwa pemerintah AS menerapkan kebijakan “pencekikan ekonomi maksimal” terhadap rakyat Kuba, dengan mengintensifkan blokade melalui embargo energi dan pemblokiran keuangan.

Langkah-langkah AS tersebut menyebabkan krisis parah dalam sistem kelistrikan Kuba, mengakibatkan pemadaman listrik yang berlangsung lebih dari sehari dan melumpuhkan aktivitas industri, kata Diaz-Canel.

Presiden Kuba menggambarkan blokade tersebut sebagai senjata perang. “Menyiksa rakyat Kuba melalui blokade demi memicu mereka untuk memberontak melawan pemerintah mereka merupakan suatu kejahatan,” katanya, seraya menyatakan bahwa tindakan paksaan sepihak Washington dikecam setiap tahun oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga:  AS Kembali Lancarkan Serangan, Iran Siap Balas

“Kuba adalah korban dari genosida yang direncanakan dengan dingin,” tuturnya, seraya mengutip dampak sanksi AS terhadap sistem kesehatan di negara berbentuk pulau itu.

Diaz-Canel mengatakan Kuba sedang berjuang “dengan sengit dan keras kepala” untuk kedaulatan dan haknya demi bisa bebas memilih bentuk pemerintahannya.

Kuba “bukanlah ancaman” tetapi “bangsa yang mulia yang menyelamatkan nyawa di saat negara lain menghancurkan, yang mengirimkan dokter dan guru ke tempat negara lain mengirimkan bom,” katanya.

Diaz-Canel mengatakan prioritas strategis negara itu adalah menerapkan “perubahan mendalam dan penting” yang terkandung dalam program pemerintah yang terdiri dari 176 langkah yang baru saja disetujui.

Baca Juga:  Hari Harimau Internasional Dirayakan di Heiliongjing

Dia mengatakan Kuba sedang mendorong model manajemen yang berbeda, menggiatkan pekerja dan petani, serta membuka ruang untuk investasi yang bertanggung jawab. Sang presiden mengatakan bahwa negaranya menanggapi blokade dengan bertindak bijaksana dan bekerja efisien, serta mengatasi isolasi dan perpecahan dengan persatuan.

Hari Pemberontakan Nasional memperingati peristiwa pada 26 Juli 1953 ketika mendiang pemimpin revolusioner Fidel Castro dan sekitar 100 pengikutnya mencoba merebut Barak Moncada, benteng militer kedua dari kediktatoran Fulgencio Batista yang terletak di Kota Santiago de Cuba, dan Barak Carlos Manuel de Cespedes di kota tetangganya, yakni Kota Bayamo.[]


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

19 Tahun Warga Menanti, Bupati Egi Pastikan Akses Baru Ranji Diperbaiki Tahun Ini
Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur
Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI
Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF
Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU
Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi
Rial Kalbadi Pimpin Langit Biru Indonesia ASRI Way KananĀ 
Sensus Ekonomi 2026 dan Pentingnya Data Akurat

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:26 WIB

19 Tahun Warga Menanti, Bupati Egi Pastikan Akses Baru Ranji Diperbaiki Tahun Ini

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU

Berita Terbaru

Pasukan Houthi di Yaman

#indonesiaswasembada

Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur

Minggu, 9 Agu 2026 - 17:22 WIB

Sekdaprov Dr Marindo Kurniawan Saat Membaca Sambutan Gubernur Lampung di FKPP di Lampung Selatan [Lin]

#indonesiaswasembada

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agu 2026 - 10:14 WIB

Ilustrasi Berita Mata-Mata

#indonesiaswasembada

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:48 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sedang menyampaikan pidato di Teheran, Iran [xin]

#indonesiaswasembada

Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:41 WIB