Sebelumnya dirinya sangat yakin anaknya bakal diterima di sekolah pilihannya, sebab, saat beberapa kali memantau perkembangan, nama anaknya masih bertengger diurutan ke 23 tidak bergerak sama sekali.
“Bila enggak di kurangi masuk ya anak abang, cuma entah gimana aturannya. Karena enggak keterima, jadi anak saya terpaksa harus sekolah di SMA swasta,” tuturnya.
Ia berharap masih ada keajaiban untuk buah hatinya, yang masih mendambakan sekolah yang di idam-idamkan selama ini.
Terpisah, Anton salah satu warga masyarakat kelurahan Tanjung aman sangat menyesalkan penerimaan siswa baru melalui Zonasi. Menurutnya hal itu sangat merugikan para wali murid yang berdomisili di seputaran SMA Negeri 01 Kotabumi.
“Banyak warga yang jelas-jelas berdomisili di wilayah tersebut namun gagal dan tidak diterima di sekolah tersebut. Contohnya saja anak kandung saya ini, enggak sampe 5 menit sampe ke sekolah, tapi nyatanya enggak keterima dek,” ujarnya kesal.
1 2 3 Selanjutnya
Penulis : Rudi Alfian
Editor : Anis
Sumber Berita : Lampung Utara
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















