Pertumbuhan Ekonomi Impresif Harus Dibarengi Pengendalian Harga Pangan

Kamis, 10 November 2022 | 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia kini juga kian resilien dan mampu menorehkan capaian pertumbuhan ekonomi yang tercatat impresif hingga mencapai 5,72 persen pada Kuartal III 2022 secara year on year (YoY)

“Di tengah perekonomian dunia yang terkoneksi ke bawah, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatatkan kinerja impresif selama tahun 2022 telah melebihi pertumbuhan sebelum pandemi atau 2019,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teguh Dartanto mengungkapkan capaian ekonomi Indonesia patut disyukuri semua pihak. Menurutnya, pertumbuhan 5,72 persen adalah hal yang menggembirakan, mengingat kondisi ekonomi global tengah bergejolak.

“Kita patut bersyukur bahwa perekonomian Indonesia masih tumbuh sebesar 5,72 persen (yoy) di tengah kondisi ancaman resesi global,” tegas Teguh, Rabu (9/11).

Selain itu, capaian tersebut terjadi saat Indonesia juga dihantui berbagai tantangan berat, baik dari kondisi global maupun dalam negeri.

“Kinerja ekonomi kita cukup menggembirakan walaupun ada bayang-bayang resesi global, penurunan komoditas, ancaman inflasi, dan kenaikan suku bunga,” ujarnya.

Meski demikian, Teguh menekankan pentingnya pengendalian harga komoditas pangan agar capaian impresif perekonomian juga bisa dirasakan masyarakat kecil. Selain itu, pemerintah juga perlu mencegah kelangkaan stok pangan di pasaran yang bisa memicu kenaikan harga.

Baca Juga:  Ekonomi Wisata Lampung Menguat, Arah Pengembangan Hotel Kian Terbuka

“Agar kinerja ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kecil maka pemerintah harus terus waspada dan sungguh-sungguh mengendalikan inflasi atau harga di masyarakat terutama makanan, serta menjamin ketersedian barang di pasar,” ungkapnya.

Windfall Profit

Sementara itu, Ekonom INDEF M.Rizal Taufiqurrohman mengatakan, dengan kondisi perekonomian indonesia yang positif, Indonesia cukup percaya diri di tengah gelombang tsunami inflasi dunia.

“Apalagi dengan gelombang inflasi tsunami global, tidak sedikit negara yang sudah ampun. Banyak pemimpin negara yang sudah give up. Kita mesti percaya diri dan optimis dengan potensi dan faktual kita, pertama dari sumber daya alam, Indonesia itu adalah anugrah harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat,” kata Rizal, Rabu (9/11).

INDEF memproyeksikan pada kuartal 4 tidak bisa lebih tinggi lagi, berada di 5,3%, namun ada beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Yaitu, belanja modal dan barang yang produktif, penyesuaian secara moderat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), perlunya penguatan pasar domestik untuk berbagai produk yang memiliki daya saing di pasar global, dan juga penyaluran bansos dan perlinsos yang tepat sasaran.

Baca Juga:  Musda Golkar Ke 6 Way Kanan diawali Dengan GELAM

Namun, menurut Rizal, Indonesia masih bisa merasakan windfall profit dari sejumlah komoditas yang tengah booming, syaratnya seluruh pengelolaan sumber daya alam yang melimpah, harus didorong ke industri hilir. “Mengapa industri hilir, karena akan menyelamatkan dalam memberikan kontribusi nilai tambah,” tambah Rizal.

Misalnya saja saat ini komoditas nikel tengah booming. Maka perlu didorong agar pengolahan nikel bisa dilakukan di dalam negeri sehingga end product yang diekspor.

“Indonesia memanfaatkan windfall profit, mencari sumber market lain yang menyerap devisa lebih baik lagi dengan komoditas yang semakin banyak, ya itu dengan pangan dan energi,” kata Rizal.

Sebelumnya, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal ke 3 Indonesia mendapatkan windfall profit dari batu bara,minyak kelapa sawit dan besi dan baja di angka 6,38%.

Jika negara kembali merasakan windfall profit, menopang APBN, salah satunya bisa memberikan subsidi maupun bantuan yang lebih besar lagi. ##

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Optimalisasi PAD, Bapenda Lampung dan GGPC Perkuat Kerja Sama Pajak
Hari Keenam Operasi SAR di KBB, 41 Korban Meninggal Teridentifikasi
Proyek Breakwater BBWS Tinggalkan Masalah, Aparat Diminta Periksa Dokumen Proyek
Kajari Way Kanan Musnahkan Barang Bukti
Polres Mesuji Rutin Gelar Patroli Malam
Dihadapan Komisi V, Gubernur Lampung Minta Dukungan Infrastruktur tuk Percepat Hilirisasi
Lampung Matangkan Proyek Bioethanol Guna Mendukung Kemandirian Energi
GREAT Institute: Keputusan Prabowo di Davos Sudah Benar

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:43 WIB

Optimalisasi PAD, Bapenda Lampung dan GGPC Perkuat Kerja Sama Pajak

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:26 WIB

Hari Keenam Operasi SAR di KBB, 41 Korban Meninggal Teridentifikasi

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:27 WIB

Proyek Breakwater BBWS Tinggalkan Masalah, Aparat Diminta Periksa Dokumen Proyek

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:13 WIB

Kajari Way Kanan Musnahkan Barang Bukti

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:06 WIB

Polres Mesuji Rutin Gelar Patroli Malam

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Optimalisasi PAD, Bapenda Lampung dan GGPC Perkuat Kerja Sama Pajak

Jumat, 30 Jan 2026 - 14:43 WIB

#indonesiaswasembada

Hari Keenam Operasi SAR di KBB, 41 Korban Meninggal Teridentifikasi

Jumat, 30 Jan 2026 - 11:26 WIB

#indonesiaswasembada

Kajari Way Kanan Musnahkan Barang Bukti

Jumat, 30 Jan 2026 - 06:13 WIB

#indonesiaswasembada

Polres Mesuji Rutin Gelar Patroli Malam

Jumat, 30 Jan 2026 - 06:06 WIB