Pemprov Lampung Dukung Penuh Pelatihan “Artificial Intelligence Ready ASEAN” demi Memperkuat Literasi Digital dan Pemanfaatan AI yang Aman, Bijak dan Beretika di tengah Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG —– Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh Pelatihan Artificial Intelligence (AI) Ready ASEAN sebagai upaya memperkuat literasi digital dan pemanfaatan AI yang aman, bijak dan beretika di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dalam acara Pelatihan Artificial Intelligence (AI) Ready ASEAN yang diselenggarakan oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) secara daring melalui Zoom, Rabu (14/1/2026).

Wagub Jihan menyampaikan apresiasi atas konsistensi Mafindo Lampung dalam mengedukasi masyarakat terkait literasi digital dan keamanan ruang siber.

“Saya mengucapkan selamat kepada Mafindo dan seluruh jajaran yang telah menyelenggarakan seminar ini. Insyaallah bermanfaat bagi masyarakat luas, terlebih topiknya sangat relevan dengan kondisi hari ini,” ujar.

Wagub Jihan juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Mafindo Lampung beserta seluruh jejaring yang selama ini aktif melakukan sosialisasi, baik di institusi pendidikan maupun komunitas lainnya, terkait pemanfaatan teknologi AI dan potensi kejahatan siber, melalui kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta.

Menurutnya, masyarakat saat ini hidup di era digital yang memberikan kemudahan sekaligus tantangan.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pada tahun 2025 jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai sekitar 229 juta orang, yang berarti hampir seluruh keluarga kini hidup berdampingan dengan dunia digital setiap hari.

“Hari ini anak-anak bisa duduk manis di kamar, tetapi dunianya bisa keliling dunia. Internet memberi kemudahan, namun juga membawa risiko karena isinya bercampur, tanpa batas, ada yang bermanfaat dan ada pula yang menyesatkan,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, Wagub Jihan menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengarahkan penggunaan teknologi digital di lingkungan keluarga, tidak hanya sebatas menyediakan akses internet, tetapi juga menjaga nilai dan arah pemanfaatannya.

Pemerintah, lanjutnya, juga telah mengambil langkah konkret melalui Peraturan Perundang-undangan Nomor 17 Tahun 2025 yang mengatur penggunaan gawai dan media sosial bagi anak, memperkuat peran orang tua, serta mewajibkan platform digital ikut melindungi anak-anak.

Baca Juga:  Wagub Lampung Dampingi Pendataan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Masyarakat Dukung Data Berkualitas

Namun, Wagub Jihan menegaskan bahwa regulasi saja tidak cukup tanpa peran aktif keluarga.

“Di sinilah peran penting kegiatan AI Ready ASEAN ini. Bukan untuk menjadikan kita ahli teknologi, tetapi agar kita tidak tertinggal jauh dari anak-anak kita, sehingga mampu mendampingi dan mengendalikan penggunaan teknologi secara bijak,” tegasnya.

Wagub Jihan berharap peserta tidak hanya membawa pulang sertifikat, tetapi juga semangat dan ilmu yang dapat diterapkan dalam mendidik anak-anak, sehingga teknologi menjadi sahabat keluarga, bukan sumber masalah.

Sementara itu, Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho menyampaikan bahwa masyarakat saat ini tidak hanya memasuki era digital, tetapi juga era kecerdasan artifisial yang akan mengubah banyak aspek kehidupan dan menjadi sebuah keniscayaan.

“AI memiliki banyak manfaat yang sudah kita rasakan, tetapi juga memiliki risiko yang harus dipahami dan dimitigasi bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan Mafindo selama ini aktif bekerja sama dengan pemerintah daerah, komunitas guru dan berbagai pihak dalam penguatan literasi digital, termasuk keterlibatan dalam penyusunan Mata Pelajaran Informatika serta Coding dan Kecerdasan Artifisial yang diluncurkan dan diintensifkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Melalui program AI Ready ASEAN yang bekerja sama dengan ASEAN Foundation dan berbagai mitra, Mafindo berharap guru, orang tua, dan peserta didik dapat memanfaatkan AI secara bijak, sekaligus memahami risiko-risiko yang menyertainya.

“Kita harus siap menjaring manfaat AI dan pada saat yang sama siap melakukan mitigasi risikonya. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan,” kata Septiaji.

Project Manager AI Ready ASEAN-ASEAN Foundation Diera Gala Paksi menyampaikan bahwa program tersebut merupakan inisiatif regional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh negara ASEAN.

Baca Juga:  Nobar Final Piala Dunia 2026, Lampung Nyakini Kuatkan UMKM

Diera menjelaskan bahwa AI Ready ASEAN Program merupakan inisiatif ASEAN Foundation yang didukung penuh oleh Google.org dan menargetkan menjangkau 5,5 juta individu di 10 negara ASEAN.

Ia juga menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga mencakup training of trainers, pembelajaran mendalam (in-depth learning), serta riset untuk mengukur kompetensi guru, orang tua dan siswa.

“Program ini diluncurkan pada Oktober 2024 dan hingga saat ini telah menjangkau sekitar 2,5 juta penerima manfaat. Artinya, kita sudah setengah jalan menuju target hingga akhir tahun 2026,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, komunitas, guru, orang tua, hingga mitra implementasi lokal di berbagai negara ASEAN.

Diera juga berharap AI tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai alat yang dapat membantu pekerjaan dan kehidupan sehari-hari secara positif dan bertanggung jawab.

Dikesempatan yang sama, Sekretaris Umum PGRI Lampung Sakijo menyampaikan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi arus transformasi digital yang sangat cepat, sehingga kehadiran kecerdasan buatan bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan bagi para pendidik.

“PGRI Provinsi Lampung sangat mendukung program ini, karena kami ingin guru-guru di Lampung tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain yang cakap, bijak, dan beretika dalam memanfaatkan teknologi,” tegasnya.

Sakijo menyampaikan bahwa melalui pelatihan ini, PGRI berharap para guru dapat menguasai literasi AI, mampu memanfaatkan AI untuk mendukung administrasi serta proses belajar mengajar di kelas, sekaligus tetap menjunjung tinggi etika dan nilai kemanusiaan agar terhindar dari penyalahgunaan informasi dan hoaks.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

BMW Umumkan Laba H1 2026 Anjlok Hampir 40 Persen
KWP DPR Resmi Laporkan Deddy Sitorus ke MKD Terkait Pernyataan “Gerombolan Sirkus”
Wulan: Tugas PMI Utamanya Pengabdian
Indonesia dan Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis untuk Aksi Iklim dan Pembangunan Hijau
Satbinmas Polres Mesuji Lakukan Sambang Binluh di Ponpes Alhidayah
Lampung Dulung Penguatan Literasi Keuangan Generasi Muda
Lampung Siapkan Arah Kebijakan Fiskal 2026-2027 yang Realistis dan Berkelanjutan
Gubernur Lampung dan DPRD Sepakati Raperda Pertanggungjawaban 2025

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:28 WIB

BMW Umumkan Laba H1 2026 Anjlok Hampir 40 Persen

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:00 WIB

KWP DPR Resmi Laporkan Deddy Sitorus ke MKD Terkait Pernyataan “Gerombolan Sirkus”

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:42 WIB

Wulan: Tugas PMI Utamanya Pengabdian

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:39 WIB

Indonesia dan Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis untuk Aksi Iklim dan Pembangunan Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:19 WIB

Satbinmas Polres Mesuji Lakukan Sambang Binluh di Ponpes Alhidayah

Berita Terbaru

Orang-orang mengunjungi stan luar ruangan BMW di ajang International Motor Show Germany (IAA Mobility) di Munich, Jerman, pada 8 September 2021. (Xin)

#indonesiaswasembada

BMW Umumkan Laba H1 2026 Anjlok Hampir 40 Persen

Jumat, 31 Jul 2026 - 18:28 WIB

#indonesiaswasembada

Wulan: Tugas PMI Utamanya Pengabdian

Jumat, 31 Jul 2026 - 09:42 WIB

#indonesiaswasembada

Satbinmas Polres Mesuji Lakukan Sambang Binluh di Ponpes Alhidayah

Jumat, 31 Jul 2026 - 06:19 WIB