Pemilik SPBU Prokimal Bantah Layani Pengecor Pertalite, Monalisa : Kami Punya SOP

Selasa, 11 Februari 2025 | 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA – Pengelola SPBU 24.345.101 Prokimal, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara membantah adanya aktifitas pengecoran BBM bersubsidi jenis pertalite di tempat usahanya.

Pemilik SPBU Prokimal, Monalisa memberikan keterangan tidak pernah menjual BBM bersubsidi jenis pertalite di luar aturan yang berlaku.

Menurut dia, SPBU yang dikelola olehnya selama ini berjalan dengan baik. Sebab, kata dia, pihak perusahaan sudah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang harus dijalani dan dipatuhi oleh semua pekerja.

Bahkan, Ia sejak jauh hari sudah mewanti-wanti pekerjanya untuk tidak berbuat curang. Jika ditemukan kecurangan atau perbuatan yang melanggar SOP dan hukum, Ia tak segan untuk memecat karyawannya.

“Kami enggak pernah jual di luar aturan. Terserah orang mau beli apa. Saya merasa semua baik-baik saja, karyawan kalau melakukan hal-hal yang tidak baik akan saya pecat,” kilahnya, kepada lintaslampung melalui pesan WhatsApp, Selasa, 11 Februari 2025.

Ia mengatakan usahanya tak pernah berbuat salah, termasuk dalam penjualan BBM bersubsidi jenis pertalite. Namun ada pengecualian pada penjualan BBM Pertamax yang bisa dijual dengan mekanisme apa saja.

“Jadi selama ini SPBU 101 tidak pernah menyalurkan minyak subsidi (secara) salah. Kalau pertamax enggak ada larangan mau di jual pake apa juga, tapi kalau pertalite karyawan saya sudah tau aturannya,” kata dia.

Baca Juga:  Dua Perangkat Desa Tanjung Waras Diduga Terlibat Perselingkuhan, Warga Minta Kades Ambil Sikap

Para karyawannya pun sudah memahami dan paham akan konsekuensi jika melanggar aturan. Pemecatan karyawan menjadi jalan terakhir dan tidak akan bertanggung jawab jika berhadapan dengan hukum.

“Jadi karyawan yang melanggar itu artinya mereka yang siap kena pidana kalau kami pihak SPBU tidak tahu-menahu. Maaf sebelumnya saya sudah ketat untuk aturan SPBU Prokimal,” ujar Mona.

Dirinya mengkalim jika perusahaannya selalu mengikuti aturan Pertamina, dan tidak pernah melanggar aturan soal minyak bersubsidi jenis pertalite.

“Ya kami selalu ikuti peraturan dari Pertamina. Kami tidak akan pernah melanggar, kami harus ikuti aturan Pertamina untuk masalah minyak subsidi tersebut,” tandas dia.

Hal itu berbanding terbalik dengan yang terjadi dilapangan, pihak SPBU Prokimal melalui karyawannya diduga masih melayani oknum pengecor menggunakan motor dengan tanki modifikasi berulang kali.

Stasiun pengisian BBM bersubsidi jenis pertalite dipenuhi oleh para oknum pengecor, dan selalu dicatat setelah melakukan pengisian oleh oknum karyawan yang belum diketahui identitasnya.

Sebelumnya diberitakan, Puluhan kendaraan bermotor roda dua (sepeda motor) dengan tanki modifikasi antre di SPBU 24.345.101 Prokimal, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara diduga melakukan pengecoran BBM jenis pertalite.

Baca Juga:  Diduga Monopoli Pembuatan Dokumen Desa, Oknum Pendamping di Lampura Disorot

Pantauan di lokasi, puluhan sepeda motor dengan tanki modifikasi itu dilayani oleh petugas SPBU secara bergantian melakukan pengisian BBM bersubsidi sekira pukul 10.14 WIB.

Salah satu pengendara sepeda motor yang ikut mengantre, Wawan (35) mengaku sangat terganggu dengan keberadaan motor tanki siluman yang ikut antre mengecor BBM bersubsidi jenis pertalite. Terlebih, saat melakukan pengisian, oknum-oknum pengecor BBM itu melakukan pengecoran hingga ratusan ribu dan dilakukan secara berulang.

“Sangat terganggu dengan mereka (oknum pengecor) karena kalau ngisi pertalite banyak banget, terus selesai ngisi enggak lama nongol lagi ikut antre,” ujar dia kepada lintaslampung, Selasa 11 Februari 2025.

Anehnya lagi, kata dia, pengisian BBM bersubsidi jenis pertalite itu seperti dikenakan biaya administrasi (mel) ke petugas SPBU yang melayani.

“Sepertinya ada uang mel yang diberikan, makanya mereka bebas kular-kilir ikut antre ngisi pertalite berulang kali,” tutur Wawan.

Sayangnya, Pengelola SPBU 24.345.101 Prokimal hingga berita ini ditayangkan belum berhasil dikonfirmasi. Dihubungi melalui telepon selulernya +62 821-8470-7XXX tak kunjung direspon.##


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Hadi


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Israel Serang Lebanon Selatan, 11 Tewas 5 Luka-luka
Mengintip Keramaian Grand Canal Venesia
Pantau Erupsi GAK via Satelit, Tim Unila: Abu Bergerak ke Barat Daya
Pertempuran Pemerintah dan Houthi di Yaman, 117 Orang Tewas
Teguh Santosa: Tidak Benar Putin Kritik Prabowo
Hakaaston Salurkan Air Bersih untuk Desa Sidodadi
Polres Mesuji Lakukan Penyiraman Jalan Utama, Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Erupsi GAK  
Indonesia Tampil di Pameran Industri Energi Internasional

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 23:56 WIB

Israel Serang Lebanon Selatan, 11 Tewas 5 Luka-luka

Senin, 7 September 2026 - 23:12 WIB

Mengintip Keramaian Grand Canal Venesia

Senin, 7 September 2026 - 22:48 WIB

Pantau Erupsi GAK via Satelit, Tim Unila: Abu Bergerak ke Barat Daya

Senin, 7 September 2026 - 22:03 WIB

Pertempuran Pemerintah dan Houthi di Yaman, 117 Orang Tewas

Senin, 7 September 2026 - 21:27 WIB

Teguh Santosa: Tidak Benar Putin Kritik Prabowo

Berita Terbaru


Seorang pria terlihat di dekat reruntuhan pascaserangan Israel di Tyre, Lebanon, pada 23 Maret 2025. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Israel Serang Lebanon Selatan, 11 Tewas 5 Luka-luka

Senin, 7 Sep 2026 - 23:56 WIB

Sejumlah orang berpartisipasi dalam lomba perahu Regata Storica di Venesia, Italia, pada 6 September 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Mengintip Keramaian Grand Canal Venesia

Senin, 7 Sep 2026 - 23:12 WIB

Citra sebaran abu viulkanis dari Himawari-9 tanggal 6 September 2026 Pukul 01:00 UTC (sumber: BMKG).

#indonesiaswasembada

Pantau Erupsi GAK via Satelit, Tim Unila: Abu Bergerak ke Barat Daya

Senin, 7 Sep 2026 - 22:48 WIB


Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha, Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Pertempuran Pemerintah dan Houthi di Yaman, 117 Orang Tewas

Senin, 7 Sep 2026 - 22:03 WIB

#indonesiaswasembada

Teguh Santosa: Tidak Benar Putin Kritik Prabowo

Senin, 7 Sep 2026 - 21:27 WIB