Pemda Bersama Bawaslu Harus Menjaga dan APK Dari Pengrusakan

Kamis, 8 Februari 2024 | 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI yang juga Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Prof. Dr. H. Sjarifuddin Hasan SE., MM., MBA mengaku prihatin dengan banyaknya kasus perusakan Alat Peraga Kampanye (APK) pada pemilu 2024. Menurut Sjarifuddin Hasan perusakan itu menyebabkan kerugian bagi kedua belah pihak. Baik para caleg maupun masyarakat.

Caleg merugi karena APK nya rusak dan tidak maksimal mensosialisasikan dirinya kepada masyarakat. Sementara masyarakat tidak sempat mengenal dan mengkomparasikan para calon, karena alat peraga yang digunakan di rusak.

“Kasus ini banyak terjadi dilapangan dan patut disayangkan. Semestinya, pemerintah daerah, bersama aparat terkait termasuk Bawaslu, bisa melakukan upaya-upaya pengamanan kepada seluruh APK, terlepas dari siapa calon dan asal partainya. Dan itu harus dilakukan seragam diseluruh daerah. Peristiwa ini harus menjadi catatan, untuk dievaluasi dan diperbaiki pada pelaksanaan pemilu berikutnya. Apalagi, perusakan APK juga berkontribusi terhadap tingginya biaya pemilu. Karena para kontestan yang APK nya rusak, pasti akan mengganti dengan yang baru,” ungkap Sjarifuddin Hasan.

Baca Juga:  Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Pernyataan itu disampaikan Sjarifuddin Hasan saat diminta menanggapi isi pidato kebangsaan yang disampaikan Presiden RI ke-6 yang juga Ketua Mejelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Acara tersebut berlangsung di Cibubur, Jakarta, Rabu (7/2/2024) malam. Tema yang dibawakan adalah Indonesia 5 tahun ke depan, yang sudah baik lanjutkan yang belum baik perbaiki.

Meski berkontribusi terhadap tingginya biaya kampanye, bahkan menyebabkan korban jiwa, Sjarifuddin Hasan yang akrab disapa Syarief Hasan menolak jika baliho, spanduk hingga umbul-umbul sebagai APK ditiadakan. Meskipun saat ini sudah memasuki era digital dan media sosial. Pasalnya, menurut Syarief Hasan belum semua anggota masyarakat, khususnya yang tinggal di desa, pelosok dan pedalaman bisa bersentuhan dengan media sosial.

Menyangkut kritik yang disampaikan oleh berbagai civitas akademika, terhadap pelaksanaan demokrasi di Indonesia, Syarief Hasan berpendapat kritik tersebut adalah asumsi, sehingga yang sebaiknya dilakukan adalah upaya preventif, dan tidak seharusnya di justifikasi. Akan lebih baik jika seluruh kampus ikut terlibat dalam upaya-upaya mengawal pemilu, agar berlangsung secara jujur, adil, netral dan tidak ada keberpihakan.

Baca Juga:  Seni Sarana Pembentukan Karakter dan Kreativitas Siswa

“Jadi ini adalah kritik untuk kita bersama, karena memang ada yang terjadi di lapangan,” pungkasnya.

Sebelumnya, saat menyampaikan pidato kebangsaan, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono antara lain menyampaikan beberapa temuan pada pelaksanaan kampanye pemilu 2024. Menurut SBY, ada beberapa proses pemilu yang harus diperbaiki. Antara lain, menyangkut fokus masyarakat hanya kepada pilpres. Padahal, pada 14 Februari bukan hanya memilih presiden, tetapi juga anggota DPR, DPRD, dan DPD. Karena itu masyarakat harus diingatkan agar tidak hanya salah memilih pemimpin, tapi juga tidak salah memilih wakil rakyat dan partai politiknya.

SBY juga menemukan kesan, bahwa pemilu seolah-olah akan berlangsung curang, sehingga hasilnya harus ditolak adalah sesuatu yang berlebihan. Namun, mengabaikan pikiran kritis dari civitas akademika, agar pemilu adil, juga tidak bijak. Bagaimanapun, hasil pemilu adalah sah, dan sah pula hasil pemenangnya. Karena itu pemilu harus dipastikan berjalan secara jurdil, dan seluruh aparat negara berlaku netral.(*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Kanada-AS Kolaborasi soal Perdagangan Saling Menguntungkan
Liga Arab Desak Penyelidikan atas Penyiksaan Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
Trump Ancam, Teheran Janji Balas Lebih Besar
Iran Tetapkan Inggris Entitas “Teroris dan Bermusuhan”
Pelajar Indonesia Lebih Memilih Tiongkok tuk Lanjutkan Studi
Irak dan Mesir Desak Deeskalasi di Kawasan Regional
​Bukan Cuma Cari Kerja! Anak Muda Lampung Didorong Jadi Bos Lewat Vokasi Industri
BPS : Inflasi Tertinggi Di Sulawesi Utara 8,07% Dan Terendah Jakarta 2,52%

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 23:18 WIB

Kanada-AS Kolaborasi soal Perdagangan Saling Menguntungkan

Senin, 2 November 2026 - 22:12 WIB

Liga Arab Desak Penyelidikan atas Penyiksaan Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel

Senin, 2 November 2026 - 21:00 WIB

Trump Ancam, Teheran Janji Balas Lebih Besar

Senin, 2 November 2026 - 17:52 WIB

Iran Tetapkan Inggris Entitas “Teroris dan Bermusuhan”

Senin, 2 November 2026 - 17:27 WIB

Pelajar Indonesia Lebih Memilih Tiongkok tuk Lanjutkan Studi

Berita Terbaru

Berita Utama

Kanada-AS Kolaborasi soal Perdagangan Saling Menguntungkan

Senin, 2 Nov 2026 - 23:18 WIB


Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara kepada awak media di South Lawn Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 16 April 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Trump Ancam, Teheran Janji Balas Lebih Besar

Senin, 2 Nov 2026 - 21:00 WIB


Upacara pemakaman komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Abbas Nilforoushan, yang tewas bersama pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dalam serangan udara Israel di Lebanon akhir September, digelar di Teheran, Iran, pada 15 Oktober 2024. (Xinhua)

Berita Utama

Iran Tetapkan Inggris Entitas “Teroris dan Bermusuhan”

Senin, 2 Nov 2026 - 17:52 WIB

Ketua Pelaksana Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Jakarta Arifin Zain (ketiga dari kiri), Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia Chen Wu (tengah), Direktur Sekolah Terintegrasi di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nandana Aditya Bhaswara (ketiga dari kanan), dan Wakil Direktur Utama Chinese Testing International (CTI) Liu Xiaolong (kedua dari kanan) saat membuka 2026 11th Indonesia HSK Study in China and Career Expo yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, pada 1 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pelajar Indonesia Lebih Memilih Tiongkok tuk Lanjutkan Studi

Senin, 2 Nov 2026 - 17:27 WIB