YERUSALEM- Kabinet keamanan Israel pada Minggu (26/7) menyetujui masuknya Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) ke Gaza, meskipun ada penolakan dari Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, menurut laporan media Israel.
Ben-Gvir berpendapat Hamas telah gagal memenuhi komitmennya, sehingga Israel tidak berkewajiban untuk melanjutkan langkah tersebut, seperti dilansir stasiun televisi milik negara Israel, Kan TV News.
Seorang pejabat senior Israel mengatakan militer akan terus mempertahankan “garis kuning” yang menandai wilayah-wilayah di bawah kendali Israel di Gaza dan tidak akan mundur kecuali Hamas melakukan pelucutan senjata, seperti dilaporkan Kan TV News.
ISF akan mendapatkan kekebalan hukum berdasarkan undang-undang Israel dan beroperasi dalam koordinasi dengan militer Israel di luar zona kendali Israel, tambah pejabat tersebut.
Kabinet keamanan itu juga memutuskan hanya negara-negara yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel dan tidak mengambil tindakan yang bertentangan dengan Israel di forum-forum internasional yang dapat berpartisipasi dalam ISF.
Menurut laporan Kan TV News pekan lalu, pembangunan pangkalan ISF di dekat Rafah, Gaza Selatan, telah disetujui, dan sekitar 30 perwira asal Maroko telah meninjau lokasi penempatan yang direncanakan.
ISF dibentuk berdasarkan perjanjian damai Gaza dan mendapat dukungan dari Dewan Keamanan PBB pada November tahun lalu.[]
Penulis : Nara J Afkar
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta






![Penerbitan Panda Bonds Perkuat Ekonomi Indonesia [xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/Panda-Bonds-Perkuat-Ekonomi-Indonesia-225x129.jpg)





![Penerbitan Panda Bonds Perkuat Ekonomi Indonesia [xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/Panda-Bonds-Perkuat-Ekonomi-Indonesia-129x85.jpg)




