Molor, Migor Curah Tiba Malam di Lampura

Minggu, 27 Februari 2022 | 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Alokasi minyak kemasan sederhana (curah) tiba di Pasar Pagi Kotabumi molor dari jadwal yang ditentukan Pemkab setempat.

Pantauan dilapangan, mobil truk yang mengangkut minyak goreng curah khusus Lampura yang seharusnya dijadwalkan tiba pukul 09.00 WIB namun dilapangan armada pengangkut tiba menjelang malam hari. Dengan alasan pecah ban di jalan TOL, serta keterbatasan peralatan yang dimiliki, sehingga menyebabkan armada tiba tidak tepat waktu.

“Kebetulan pecah ban dijalan, dan peralatan tidak ada. Bahkan ban gantinya pun tiada, sementara tempatnya jauh dari pintu tol. Itu menyebabkan agak lama,” ujar salah satu staf disana, Sabtu, (26/02) malam

Baca Juga:  Diskominfotik Lampung Gelar Webinar Diseminasi Perlindungan Data Pribadi

Belum lagi, mobil yang biasa digunakan perusahaan penyalur milik BUMN itu tak seperti sebelumnya. Yakni PT Perhimpunan Pengusaha Indonesia (PPI) itu, sebab, tidak dilengkapi dengan meteran penunjuk literan dan memakai timbangan sehingga memperlambat proses bongkar muat.

“Kalau sebelumnya kan pakai truck langsung ada penunjuk literan, ini sepertinya tidak ada sehingga memakai timbangan,” ujar Sekretaris Disdag Lampura, Berkah, disela pembagian yang dijaga ketat oleh pihak polres malam itu.

Disisi lain, Kepala Cabang PT PPI Lampung, Suryanto mengatakan pihaknya hanya bertugas menyalurkan minyak sesuai petunjuk pemerintah daerah, dalam hal ini dinas perdagangan. Dan berkilah bahwasanya alat ukur timbang dilakukan untuk memastikan timbangannya.

Baca Juga:  Lampung Kuatkan Rantai Distribusi, Tekan Inflasi

“Kalau itu untuk memastikan saja, sebab ada alat ukur liternya karena ekivalen yang mau kita lihat. Dimana – mana sama kok itu,” ujarnya.

Menyoal banyaknya yang mengantri meski telah ditentukan jumlah penerima 12 penjual saja, dia berujar itu bukan wewenangnya.

“Dari kita hari ini ada 10.000 liter, kalau kemarin itu tahap pertama jumlahnya 16.000 liter jadi total 26.000 liter. Dengan harga jual ke pedagang (pengecer) Rp 10.500/ltr dan mereka menjual sesuai HET Rp 11.500/ltr, kan masih ada selisih diterima seribu rupiah. Masak sih mau dinaikkan lagi,” tuturnya. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Dokumen PAW Wakil Bupati Way Kanan Diserahkan
Eh, Ternyata Ada Hari Harimau Internasional
Bangun SDM Unggul, Gubernur Mirza Dukung Pelatihan Bahasa Jerman bagi Generasi Muda Lampung
Gerbong Adhyaksa Bergerak, 6 Keluar, 4 Masuk Lampung
PT SMI Kucurkan Rp150 Miliar tuk Infrastruktur Lampung Utara yang Rusak
Berharap Untung, Malah Buntung Nasib Terdakwa Kasus Korupsi PT LEB
ICIF 2026 Jadi Peluang Tarik Investasi Hijau ke Lampung
Pelantikan DPD FPPI Lampung, Wujudkan Kesetaraan Gender

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:04 WIB

Dokumen PAW Wakil Bupati Way Kanan Diserahkan

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:03 WIB

Eh, Ternyata Ada Hari Harimau Internasional

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:02 WIB

Bangun SDM Unggul, Gubernur Mirza Dukung Pelatihan Bahasa Jerman bagi Generasi Muda Lampung

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:58 WIB

Gerbong Adhyaksa Bergerak, 6 Keluar, 4 Masuk Lampung

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:43 WIB

PT SMI Kucurkan Rp150 Miliar tuk Infrastruktur Lampung Utara yang Rusak

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Dokumen PAW Wakil Bupati Way Kanan Diserahkan

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:04 WIB

Harimau

#indonesiaswasembada

Eh, Ternyata Ada Hari Harimau Internasional

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:03 WIB

ilustrasi Mutasi Jaksa

#indonesiaswasembada

Gerbong Adhyaksa Bergerak, 6 Keluar, 4 Masuk Lampung

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:58 WIB

#indonesiaswasembada

PT SMI Kucurkan Rp150 Miliar tuk Infrastruktur Lampung Utara yang Rusak

Kamis, 30 Jul 2026 - 08:43 WIB