Meninggalnya Hassan Nasrallah Tanda Kehancuran Israel

Minggu, 29 September 2024 | 06:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref dilaporkan menjanjikan bahwa pembunuhan Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah akan membawa “kehancuran” Israel. Hassan Nasrallah, yang memimpin kelompok tersebut selama lebih dari tiga dekade, dibunuh oleh Israel dalam serangkaian serangan di Beirut sejak pekan lalu.

“Kami memperingatkan para pemimpin rezim pendudukan bahwa pertumpahan darah yang tidak adil… terutama yang menimpa sekretaris jenderal Hizbullah, syahid Sayyid Hassan Nasrallah, akan membawa kehancuran mereka,” kantor berita Iran ISNA mengutip pernyataan Aref, semalam.

Hassan Nasrallah memimpin Hizbullah melakukan serangan lintas batas ke Israel sejak 8 Oktober 2023 lalu, sehari setelah operasi Topan al-Aqsa dilakukan para pejuang Palestina. Mereka menembakkan rudal secara sporadis ke wilayah utara untuk menekan Israel agar menghentikan serangan genosidalnya di Jalur Gaza.

Hizbullah semalam mengeluarkan pernyataan yang mengkonfirmasi kematian Hassan Nasrallah. Ia syahid dalam serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut pada hari Jumat, mengakhiri masa jabatannya selama 32 tahun sebagai pemimpin kelompok tersebut.

Baca Juga:  Lalu Hadrian; Gaji Dan Tunjangan Guru Harus Dinaikkan

“Yang mulia, ahli perlawanan, hamba yang shaleh, telah meninggal dunia untuk bersama junjungannya yang ridha kepadanya sebagai seorang syahid yang agung. Kepemimpinan Hizbullah berjanji untuk melanjutkan jihadnya dalam menghadapi musuh [Israel], mendukung Gaza dan Palestina, dan membela Lebanon serta rakyatnya yang teguh dan terhormat.”

Pernyataan itu tidak menyebutkan siapa yang akan menggantikan Nasrallah, atau bagaimana kelompok tersebut akan menanggapi pembunuhan pemimpin lama mereka. Hizbullah menambahkan bahwa mereka akan melanjutkan pertempurannya melawan Israel “untuk mendukung Gaza dan Palestina, dan untuk membela Lebanon serta rakyatnya yang teguh dan terhormat”.

Terkait hal itu, kelompok Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka berduka atas kematian pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah. “Kejahatan dan pembunuhan yang dilakukan oleh penjajah hanya akan meningkatkan tekad dan desakan perlawanan di Palestina dan Lebanon untuk maju dengan sekuat tenaga, keberanian dan kebanggaan mengikuti jejak para syuhada…dan menempuh jalan perlawanan sampai kemenangan dan kemenangan. pemberhentian pendudukan.”

Baca Juga:  Pemprov Lampung Matangkan Program Kelas Migran Vokasi 2026/2027, Siapkan SDM Berdaya Saing Global

Hamas juga menegaskan kembali solidaritas mutlak bersama pejuang Hizbullah dan perlawanan Islam di Lebanon, “yang mengambil bagian dalam pertempuran untuk mempertahankan Masjid Al-Aqsa, bersama rakyat dan perlawanan kami.”

Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan kepada Reuters bahwa pembunuhan Hassan Nasrallah tidak akan mematahkan semangat perlawanan.  “Dan kami yakin pendudukan akan kalah dalam pertempuran.”

Gerakan Houthi di Yaman yang juga menekan Israel melalui serangan ke kapal-kapal di Laut Merah ikut berduka atas terbunuhnya Hassan Nasrallah. “Perlawanan tidak akan bisa dipatahkan, dan semangat jihad dari saudara-saudara mujahidin di Lebanon dan semua lini pendukungnya akan tumbuh semakin kuat,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Ancam Turkiye
Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah
Mahasiswa KKN Beri Edukasi Penggunaan Gadget Secara Bijak di SDN 2 Campang Raya
Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina
Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta
Pengamat Dorong Pemerintah Bentuk Lembaga Ad Hoc Penanganan Bencana
HUT Ke-81; KCIC Gelar ‘Jabar Istimewa’
Pilrek Unila; Ada yang Belum Daftar, Sudah Mundur

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:45 WIB

Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Ancam Turkiye

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Mahasiswa KKN Beri Edukasi Penggunaan Gadget Secara Bijak di SDN 2 Campang Raya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

Berita Terbaru


Sejumlah ambulans terlihat di jalur masuk Kota Koayiah di Daraa, Suriah selatan, pada 25 Maret 2025. Enam warga sipil tewas dan beberapa lainnya luka-luka setelah pasukan Israel menggempur Kota Koayiah di Daraa pada Selasa (25/3), demikian menurut otoritas urusan luar negeri Suriah. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Ancam Turkiye

Kamis, 20 Agu 2026 - 23:45 WIB

GUbernur Mirza di Lampung Tengah bincang terkait infrastruktur sekolah [Na]

#indonesiaswasembada

Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah

Kamis, 20 Agu 2026 - 22:00 WIB

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 13 Agustus 2026 ini memperlihatkan permukiman Ganim di Tepi Barat. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina

Kamis, 20 Agu 2026 - 17:42 WIB

#indonesiaswasembada

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:29 WIB